Percakapan Harian dengan Fio

Hanya sekedar untuk mengingat, supaya tidak menguap bersama waktu. Banyak percakapan yang tidak sempat saya tulis di sini. Dimulai dari bawah ke atas.

Percakapan Harian dengan Fio – 11/12/2015
Bermain peran kesukaan Fio.
Saya : "Wua, ada kancil. Lapar nih. Tapi kok kecil ya. Auommmmm nom nom nom." Fio jadi kancil seperti biasanya.
Fio   : "Bukan buk. Ini anak macan." Sambil nunjuk diri sendiri.
Saya : "Kan ibuk jadi macan, Fio jadi kancil."
Fio   : "Nggak buk, Fio anak macan, ibuk tu ibuk macan, bapak tu bapak macan."
Saya : "Iya deh. Hayuk cari kancil, mana ya?"
Fio   : "Mbahtiiiii.... serang"
Saya : ^_^


Percakapan Harian dengan Fio – 04/12/2015
Saya : "Fio dudut ya?" (dudut=kentut)
Fio   : "Iya."
Fio   : "Kata mbahti, dudutnya Fio enak."
Saya : ??????? -___-

Percakapan Harian dengan Fio – 03/12/2015
Malam hari menjelang tidur seperti malam-malam sebelumnya.
Saya : "Tadi Fio sekolah nggak?"
Fio   : "Nggak."
Saya : "Kenapa?"
Fio   : "Bu Endang sakit kuping. Blebeb blebeb."
Saya : "Bu Endang sakit lagi?" Nggak percaya :P
Saya konfirmasi ke mbahti lagi, ternyata betul. Rupanya Fio dengerin mbahkung cerita ke mbahti. Fio nggak boong.


Percakapan Harian dengan Fio – 01/12/2015
Malam hari menjelang tidur.
Saya : "Tadi Fio sekolah nggak?"
Fio   : "Nggak. Bu Guruku sakit ogh."
Saya : "Bu Endang apa Bu Leli?"
Fio   : "Bu Endang sakit perut."
Saya konfirmasi ke mbahti, ternyata Fio yang ketiduran sampe sore. -___-

Percakapan Harian dengan Fio – 28/11/2015
Saya  : "Ibuk nggak mau panas-panasan ah. Mainnya di teras aja ya."
Fio    : "Ibuk kan batuk. Ibuk kan sakit. Dede sana!"
Saya  : "???? Dede kan kalau pagi hari. Lha ini jam setengah dua belas siang nduk."
Dede (berjemur di bawah sinar matahari pagi) disaat matahari hampir di atas kepala itu sesuatuh :(

Percakapan Harian dengan Fio – 01/06/2015

Fio    : "hatchi...." Bersin maksudnya 
Mbahti : "Pis..." Biasanya buat batuk sih. Kalau ada yang batuk, spontan bilang pis.
Fio    : "Alamdulah lah" Fio protes.

Mbahti : "??????"
Saya   : "Alhamdulillah mbah ti"
Mbahti : "Hahahhahaaaa. Pintermu nduk"


Percakapan Harian dengan Fio – 24/05/2015
Malam hari menjelang tidur.
Fio    : "Ini pilem apa buk?"

Saya  : "Heri Poter". Maksudnya Harry Potter.
Fio    : "Mana heli koternya?"

Saya  : "Itu lah yang pakai kacamata"
Fio    : "Bukan. Itu mas. Mana heli koternya"
Saya  : "Hayo yang mana? Fio tahu nggak?" Malah balik nanya.
Fio    : "Heli koter terbang lah"

Saya  : "??#@%@$^???. Bukan helikopter nduk, tapi heri poter, nama orang".
Bapak : cuma ketawa ngakak mendengarkan kami berbincang.


Percakapan Harian dengan Fio – 11/05/2015
Ketika pilek tak kunjung sembuh. Hampir sebulan.

Saya  : "Ibuk aiti nduk". Dengan nada manja :p
Fio    : "Ibuk jangan sakit lah". Wajahnya sedih gitu deh.

Fio    : "Sana minum obat dulu"
Saya  : "Iya, ibuk minum obat nanti"
Fio    : tersenyum

Percakapan Harian dengan Fio – 28/04/2015
Pagi hari

Fio    : "Ibuuuuuuuukkkkkkkkk" teriak dari kamar.
Saya  : "Anak ibuk udah bangun ya"
Fio    : "Ibu udah mandi?"

Saya  : "Belum"
Fio    : "Mandi dulu sana. Cut."
Saya  : "Iya. Bapak bangunin tu! Udah pagi lho."
Fio    : "Ndak. Bapak biar bobok ja."
Saya  : "Oh, gitu ya. Oke. Ibuk mandi dulu ya."
Tak lama kemudian terdengar Fio dan Bapak guyonan. Katanya tadi biar bubuk saja, ternyata dibangunin juga ^^,
 


Percakapan Harian dengan Fio – 09/04/2015
Ketika makan cemilan setelah sarapan...

Fio    : "Ibuk mau? enyak ni"
Saya  : "Nggak, ibuk puasa"
Fio diem... mikir....

Saya  : "Puasa itu nggak makan dan nggak minum sayang. Makannya nanti sore."
Fio    : "Ibuk puasa. Bapak puasa?"
Saya  : "Bapak nggak puasa nduk"
Fio    : "Mbah kung puasa?"
Saya  : "Nggak"
Fio    : "Mbah ti puasa?"
Saya  : "Iya, mbah ti puasa."
Fio    : "Bude?"
Saya  : "Bude nggak puasa"

Seperti biasa, semua di absen satu per satu.

Percakapan Harian dengan Fio – 13/03/2015
Saya  : Berdendang sambil ngelonin Fio "Kasih ibu, kepada Fio..."
Fio    : "Salah, ndak pada Fio"
Saya  : "Kepada beta ya?"
Fio    : "Iya"
Saya  : "Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia"
Fio    : "Lagi"

Saya  : "Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia"
Fio    : "Lagi"

Saya  : "Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia"
Fio    : "Lagi"

Saya  : ###^&%#%$@#... okey.. 


Percakapan Harian dengan Fio – 11/03/2015
Saya  : "Ibuk cantik apa jelek?"
Fio    : "Can...tik"
Saya  : "Kalau bude?"
Fio    : "Can...tik"
Saya  : "Kalau mbah kung?"
Fio    : "Cantik"
Saya  : "Hmmm...Kalau bapak?"
Fio    : "Cantik"

Saya  : "O..key... Kalau mbah ti?"
Fio    : "Jeyek" (Jelek)
Saya  : "Cantik apa jelek?"
Fio    : "Jeyek"
Saya  : "Jelek apa cantik?"
Fio    : "Jeyek"
Saya  : "Cantik apa cantik?"
Fio    : "Jeyek"

Saya  : #tepokjidat

Percakapan Harian dengan Fio – 14/02/2015
Sore hari
Fio   : "Ati-ati mas... Hanan ayi..." (Hati-hati mas, jangan lari)
Saya : #%$^?????
Komentar Fio ketika melihat pertandingan sepak bola. Kalau nggak lari ya bukan sepak bola dong nduk...


Percakapan Harian dengan Fio – 29/12/2014
Pagi hari...
Saya : “Uh, Fio bau cut.”
Fio : “Dak.....Angi.” (Nggak, wangi)
Saya : “Ayuk mandi, biar nggak bau kecut lagi.”
Fio : “Udah....”
Saya : “Ha? Kapan?”
Fio : “Ayin.” (kemarin)
Saya : Hadeh... “Mandi ya harus tiap hari nduk, pagi dan sore. Biar wangi, bersih dan cantik.”

 
Percakapan Harian dengan Fio – 28/12/2014
Saya : “Fio, itu jarinya kenapa? Kok berdarah?” Setengah panik.
Fio : “Dak papa. Dak papa.” maksudnya bilang nggak papa.
Saya : “Sakit ya?” Sambil ngobatin jarinya.
Fio : “Hem.” Mengangguk.
Saya : “Kena dimana?”
Fio : “Nana...” Nunjuk ke arah luar, kena disana.
Saya : “Lain kali, kalau sakit, kena sesuatu, bilang sama ibuk ya! Biar nanti ibuk obatin.”
Fio hanya memandang tepat di mata saya, mencerna kata-kata saya, mungkin dia mengerti hanya tidak tahu harus menjawab apa.

 
Percakapan Harian dengan Fio – 25/12/2014
Saya : “Fio pengen punya adik nggak?”
Fio : “Dak....” setengah teriak, maksud hati bilang nggak.
Saya : “Lho, kok nggak mau kenapa? Kalau punya adik, nanti bisa main sama adik.”
Fio : diam saja, sambil ngeliatin ibuknya.
Saya : “Kalau Fio nggak punya adik, nanti main sama siapa?”
Fio : “Ibuk....” Seperti biasa, bibirnya manyun.
Saya : “Owh, Oke.”

2 comments:

  1. he he lutuna fio... buatin blog khusus fio mbak buat kenangan dia juga kalo sudah besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengen sih, tapi emaknya belum bisa konsisten nulis tentang Fio :D

      Delete

Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)