Feb 3, 2012

Sepenggal Perjalanan Hidup Danie

Ternyata sudah tiga tahun lebih saya menjalani rutinitas bekerja sambil kuliah. Sebentar lagi bikin skripsi. Skripsi selesai, dinyatakan lulus, lanjut wisuda. Indah sekali. ^^,

Tapi bekerja sambil kuliah itu sungguh tidak mudah. Saya harus pandai mengatur jadwal. Jadwal kuliah dan kerja tidak boleh bertabrakan. Kadang saya harus mengorbankan kuliah jika memang pekerjaan tidak bisa ditunda. Saya harus menunaikan kewajiban. Bekerja pada orang lain. Saya juga harus bena-benar menjaga stamina tubuh. Disaat orang lain instirahat setelah bekerja seharian, saya masih harus tetap kuliah di malam harinya. Dan itu setiap hari dari Senin hingga Jumat. Terkadang ada rasa malas. Tapi saya harus tetap semangat. Jika sedang banyak tugas, tak jarang saya begadang untuk menyelesaikannya. Ini konsekuensi dari pilihan yang saya ambil. Namun, godaan terberat bagi saya adalah cuaca. Saya paling tidak tahan air hujan. Tapi saya harus bersemangat menyelesaikan kuliah.

Iya, saya memang tidak mempunyai kesempatan seperti orang lain kebanyakan. Kesempatan untuk meneruskan kuliah setelah menamatkan sekolan menengah atas. Kesempatan memperoleh gelar sarjana. Tapi saya tidak bersedih dan juga tidak menyesal. Manusia punya jalannya masing-masing. Ikuti dulu arus kehidupan jika kita tak punya kuasa untuk melawannya. Namun, tak boleh selamanya hanya pasrah. Suatu hari, harus ada keinginan untuk mengubah nasib.

Saya menamatkan pendidikan SMA tahun 2003. Saya sempat merasakan jadi anak kuliahan selama setahun. Pergi ke kampus pagi hari, bersosialisasi dengan mahasiswa lain, pulang sore, jalan-jalan. Ya seperti itulah. Kemudian, secara tiba-tiba, saya memutuskan untuk bekerja saja. Dan dengan berat hati, ibu memberi ijin. Dan saya terbang ke Batam. Jauh kan? Dari Semarang ke Batam di usia 20 lewat 3 bulan.

Batam sedikit banyak memberi perubahan dalam hidup saya. Saya dituntut mandiri. Benar-benar mandiri. Tidak ada yang bisa diandalkan di sini. Saya harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri, atau hanya akan menambah beban orang tua jika saya sering mengeluh. Saya harus kuat di perantauan.

Alhamdulillah, Batam tidak sekejam dan sesuram penggambaran media. Saya bekerja di perusahaan yang cukup keren waktu itu meski berawal sebagai operator produksi. Ini kali pertama saya bekerja. Saya harus kuat. Tiga bulan setelah bergabung di perusahaan itu, saya mendapat kesempatan lebih baik. Saya tidak lagi menjadi operator produksi tetapi saya bergabung di divisi Finance & Accounting. Dari sanalah pengalaman dan ilmu saya dapatkan, termasuk perubahan cara berpikir dan memandang hidup. 

Batam memberi banyak hal untuk saya. Dari pulau ini juga, doa keinginan saya satu-persatu terwujud. Sejak dulu, saya ingin melangkahkan kaki ke luar negeri bukan sebagai TKW tetapi turis. Ketika saya tiba di Singapura untuk pertama kali, ada rasa senang dan bahagia, sulit diungkapkan dengan kalimat. Akhirnya saya keluar negeri sebagai turis. Hooreeee.... :D. Norak sih, tapi tak apalah.

Di Batam, saya juga mendapatkan kesempatan belajar pajak. Semua biaya ditanggung perusahaan. Lagi-lagi saya bersyukur. Sampai saat ini, saya pun belum menemukan alasan kenapa Bapak manager memilih saya bukan staff lain yang jauh lebih senior. Mungkin ini takdir saya atau mungkin keberuntungan saya? Ya apapun itu, saya berterima kasih kepada Allah atas kehidupan yang indah ini.

Cinta? Haahhaa... ada banyak cinta datang dan pergi selama saya di Batam. Berapa ya? Em...emm...kasih tau nggak ya? Dan saya tidak berjodoh dengan salah satu dari mereka. Karena saya justru menemukan suami di kampung halaman, Semarang.

Sahabat juga turut serta menguatkan saya ketika dalam kondisi jatuh. Saya menemukan banyak orang baik di pulau ini. Manisnya hidup.

Hidup yang saya jalani di Batam memang tidak sepenuhnya mulus. Ada saatnya saya jatuh, terluka dan menangis. Tetapi saya mampu melewati semua itu. Cobaan membuat saya lebih kuat. Membuat saya lebih dewasa. Dan membuat saya lebih mensyukuri nikmat Allah.

Setelah tiga tahun di Batam, saya memutuskan pulang ke Semarang untuk kuliah lagi. Melanjutkan keinginan yang sempat tertunda. Dan inilah saya sekarang. Bersiap-siap membuat folder keramat bernama skripsi.

Life can be fun, if you really want to.

Jan 26, 2012

Winter In Tokyo - Ilana Tan

Judul       : Winter In Tokyo
Penulis     : Ilana Tan
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Halaman   : 320 halaman

















“Apakah kau bisa melupakan Akira... dan mulai benar-benar melihatku?" Kalimat yang diucapkan Nishimura Kazuto membuat Ishida Keiko terkejut dan tidak percaya. Tapi ada rasa bahagia di sana diantara kebimbangan hatinya.

***
Kazuto, seorang fotografer yang memutuskan untuk tinggal di Tokyo, menjauh dari New York. Menjauh dari seseorang yang disukainya, Iwamoto Yuri. Wanita yang disukai Kazuto lebih memilih untuk menikahi sahabat Kazuto.

Tokyo, kota yang dipilih Kazuto untuk menyembuhkan luka di hatinya ternyata mempertemukan dia dengan Keiko. Seorang gadis manis keturunan Indonesia Jepang yang selalu ceria. Ada sesuatu yang berbeda setiap kali berada di dekatnya. Segalanya jadi menyenangkan. Mereka tinggal di apartemen yang sama. Sebuah apartemen sederhana namun penuh kekeluargaan diantara para penghuni. Benih-benih cinta mulai tumbuh seiring kebersamaan mereka.

Kisah cinta ini memang tidak mulus. Ada Kitano Akira, cinta pertama Keiko tiga belas tahun yang lalu, yang kembali hadir dalam kehidupan Keiko dan membalas rasa itu. Ada Yuri yang tiba-tiba datang ke Tokyo dan menanyakan perasaan Kazuto terhadapnya selama ini. Amnesia yang diderita membuat Keiko menghilang sementara dari pikiran Kazuto. Sebuah perjalanan cinta yang tidak mudah. Namun, cinta sejati mengalahkan segalanya.

Akhir yang manis sesuai harapan pembaca.  
Ending yang mudah ditebak.

Alur cerita Ilana Tan memang bisa saya tebak dari awal. Tiap kejadian dan scene yang akan dipaparkan bisa dengan mudah saya duga sebelumnya. Termasuk epilog yang mengisahkan masa kecil Keiko, Kazuto dan Akira. Masa ketika Keiko merasakan cinta untuk yang pertama kali dan cinta itu masih terasa sama hingga dewasa. Jadi saya tidak mendapatkan kejutan sama sekali. Jalan ceritanya ringan, mudah dipahami dan mengangkat kisah cinta yang sering terjadi di sekeliling kita. Sekilas, tema yang diangkat juga sering dijadikan sinetron atau serial televisi di negara ini. Sesuai dengan judul, novel ini mengambil setting di Jepang pada musim salju yang menambah keromantisan cerita. Pembaca diajak menikmati dinginnya salju dan menjelajah sudut-sudut kota Tokyo. Menarik. Lumayan untuk mengisi waktu luang dengan bacaan yang tidak terlalu berat.

Rate 2.8/5


Catatan pribadi. Faktor usia berpengaruh besar dalam menikmati novel ini. Jika saja saya masih remaja, pasti akan menyukai tema-tema cinta yang berakhir manis. Ah, sayang saya sudah tidak remaja lagi :D

Jan 25, 2012

Dompet Koin Flanel - Singa

Setelah sukses (menurut saya) membuat dompet koin panda, saya membuat lagi. Jadi ketagihan deh. :D Kali ini saya membuatnya dengan bentuk kepala singa. Masih dengan keahlian yang terbatas. Ini dia hasilnya.

 
Nah, kalo pola yang saya siapkan ini. Tinggal dijahit dan disatuin. 

 
1. Pertama menyatukan bagian mata, kalau mau lebih simple disarankan memakai mata yang sudah jadi.
2. Kedua mata dan hidung dijahit pada lingkaran oranye, dan jadilah wajah. Tambahkan senyuman untuk membuatnya tambah ganteng. :D
3. Pasang telinga, ukuran disesuaikan saja.
4. Pasang resleting pada kepala kain cokelat belakang yang sudah dilubangi membentuk persegi panjang.
5. Jahit wajah pada kain flanel cokelat sehingga wajah singa komplit, wajah dan rambut khas singa.
6. Satukan kepala depan dan belakang.
7. Dompet flanel singa sudah jadi, dan bisa digunakan.
8. Semoga penjelasannya membantu :D
9. Bisa pesen saya juga loh. Kirim message ya.

Jan 24, 2012

Serapium Reading Challenge 2012

Saya suka membaca, tetapi akhir-akhir ini kegiatan membaca saya jauh berkurang. Kayaknya sibuk bener, sampai nggak ada waktu luang buat membaca :D. Seminggu lalu, salah satu teman cerita soal Serapium Reading Challenge 2012 yang diadain kaskus.

Serapium Reading Challenge 2012 adalah tantangan membaca satu buku setiap bulan dan mereviewnya. Semua kategori buku boleh dibaca selain komik, buku masakan, buku kesehatan, buku kuliah/pelajaran, buku rohani, buku komputer dan sejenisnya. Periode tantangan Januari sampai Desemeber 2012. Hadiahnya lumayanlah, voucher Gramedia.

Duh, kok mepet banget sih. Untuk review Januari ditunggu sampai akhir bulan. Dan sekarang sudah tanggal 24 Januari. Seminggu lagi dong. :(

Nah, bukunya memang bebas, tetapi ada aturannya. Buku-buku yang dibaca selama satu tahun harus membentuk kalimat WE ARE SERAPER.

Buku yang masuk list saya untuk challenge ini adalah:
Winter in Tokyo - Ilana Tan
Empress Orchid - Anchee Min
A Child Call It - Dave Pelzer
Robinson Crusoe - Daniel Defoe
Expected One - Kaithleen McGowan
Selimut Debu - Agustinus Wibowo
Edensor - Andrea Hirata
Rare Beast - Charles Ogden
Apartemen Yacoubian - Alaa Al Aswany
Princess - Jean P. Sasson
Eleventh Commandment - Jeffrey Archer
Runaway Jury - John Grisham

Winter in Tokyo sengaja dipilih mengingat deadline tinggal seminggu lagi. Ceritanya ringan dan yakin bisa diselesaikan dengan cepat.

Ya paling tidak, dengan ikutan challenge ini saya bisa konsisten membaca satu buku setiap bulannya. Syukur-syukur kalau bisa lebih. Sebelumnya saya tidak PD untuk membuat review buku. Kali ini harus PD yak. :D Semangat!!!

Semoga khatam tepat waktu.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang peraturan, penilaian, cara bermain dan hadiah, langsung meluncur saja ke TKP.


Jan 22, 2012

Dompet Koin Flanel - Panda

Beberapa hari lalu lagi pengen membuat sesuatu. Seputar jahit menjahit. Tapi nggak mau yang terlalu ribet. Kemudian saya kepikiran untuk membuat dompet koin. Saya membuat dompet koin dengan kain flanel. Bentuknya kepala panda. Xixixiii...karena saya masih pemula, ya jadinya hanya seperti ini. 

:D

Cara membuatnya mudah sih, tapi sayang saya nggak pandai membuat tutorialnya.
1. Membuat dua buah lingkaran sama besar dengan warna putih. Satu untuk bagian depan, dan satu lagi untuk bagian belakang.
2. Satu lingkaran untuk bagian belakang, dipotong bagian tengahnya membentuk persegi panjang. Ukurannya disesuaikan dengan lebar resleting yang akan dipasang.
3. Saya menggunakan tusuk feston untuk semua jahitan.
4. Membuat telinga, setengah lingkaran berwarna hitam sejumlah empat buah. Masing-masing telinga membutuhkan dua kain yang dijahit bersama.
5. Untuk mata, potong pola sesuai selera. Dijahit. Jika ingin lebih simple, gunakan saja mata boneka yang sudah jadi.
6. Jika semua sudah siap, gabungkan jadi satu.
7. Dompet Koin Panda selesai. Mudah bukan?
8. Selamat mencoba dan semoga penjelasannya membantu. :D

9. Kalau nggak mau ribet, boleh pesen loh. Kirim message ya (sekalian promosi).^_^

Jan 1, 2012

Tahun Baru 2012

Malam pergantian tahun kemarin, kembali memilih di rumah saja seperti tahun sebelumnya. Namun tahun ini berbeda, ada beberapa teman yang ke rumah untuk merayakan pergantian tahun. Tidak ada pesta, hanya canda dan cerita.

Arang menyala, jagung dibakar, kembang api ikut meramaikan malam pergantian tahun. Selamat datang 2012. Selamat datang semangat baru. Selamat datang harapan baru.

Wah, kalender sudah diganti. Nggak terasa ya waktu cepat berlalu. Masih banyak keinginan dan kebutuhan yang belum bisa terpenuhi tahun lalu. Masih banyak cita-cita yang memerlukan usaha lebih keras lagi. Jika belum tercapai, mungkin usaha saya tidak cukup keras atau mungkin Allah mempunyai rencana dan kehendak lain.

Dan wish list saya tahun ini diantaranya:
1. Dikaruniai anak, nggak usah nunggu lama. Kalau boleh minta dan nawar, saya ingin punya anak kembar, meskipun tidak ada keturunan kembar dari keluarga saya maupun suami. Jika memang tidak kembar, yang penting sehat dan selamat.
2. Tahun ini bisa wisuda. :D Semoga lancar.

Sebenarnya masih banyak yang saya inginkan. Tetapi dua itu yang utama. List lainya ada di dalam hati dan pikiran. Allah Maha Mengabulkan keinginan dan harapan hambaNya. ^_^

Happy new year.

Dec 23, 2011

[Origami] #5 Snowflake

Kemarin saya menemukan origami snowflake lucu karya Dennis Walker di youtube. Iseng, saya membuatnya. Dan seperti biasa saya menggunakan kertas koran, karena ini hanya percobaan. Hemat dan sedikit memanfaatkan koran bekas. Lagian, saya juga belum tahu mau diapakan origami ini. Jadi, kertas koran nggak masalah. :D

Ini dia hasilnya.




Karena menjelang tahun baru, mungkin origami ini bisa dijadikan inspirasi untuk hiasan. Dibuat dengan kertas warna-warni jadi lebih bagus.

Dec 20, 2011

[Menikah] 20-11-2011

SAH!!!

Alhamdulillah, saya resmi menjadi seorang istri dari Demitrius Dessy Rooseno tepat pada malam Minggu 19 November 2011.
 
Persiapan pernikahan itu membuat saya dan Demitri sempat stres. Pernikahan merupakan komitmen sekali seumur hidup. Titik dimana saya berkomitmen dengan satu pria. Mencintainya, menyayanginya, berbakti padanya, melahirkan anak-anaknya. Kami tidak mengadakan pesta besar, hanya sebuah syukuran sederhana. Kami ingin membagi kebahagiaan ini bersama keluarga, sahabat, teman dan rekan. Alhamdulillah semuanya lancar. Kekurangan di sana-sini masih dalam batas wajar.


Rencana awal, kami memilih 20-11-2011 sebagai hari pernikahan kami. Akad nikah dan syukuran dilakukan dalam satu hari. Akad nikah di pagi hari dan syukuran di siang hari. Tetapi itu hanya sebatas rencana. Ternyata pada tanggal itu, KUA sudah full booked. Kami kalah cepat meskipun sudah memesean tiga bulan sebelum hari H. Kami mendapat jadwal pukul 13.00 siang (20-11-2011). Setelah menimbang berbagai alasan, akhirnya diputuskan bahwa akad nikah dilaksanakan sehari sebelumnya yaitu tanggal 19 November 2011 dan syukuran dilaksanakan tanggal 20-11-2011.

Dulu saya pernah bermimpi menikah di tanggal cantik. Cantik yang saya inginkan bukan 11-11-11 (11 November 2011), tetapi 20-11-2011. Keinginan ini muncul jauh sebelum saya mengenal Demitri. Saya ingin menikah pada tanggal 20-09-2009 atau 20-10-2010 atau 20-11-2011 atau 20-12-2012. Jika setelah 2012 terlewati dan saya belum menikah, mungkin tanggal cantik menurut versi saya akan berubah. Allah sudah menulis takdir saya, menikah di tahun 2011 bulan November tanggal 19, bukan tanggal 20 seperti yang saya mau. :D

Rasa deg-degan tergambar jelas di wajah saya ketika Demitri mengucapkan ijab kabul. Begitu saksi berkata "SAH" seketika itu juga "PLONG" rasanya. Alhamdulillah. Lega.

 
Semoga pernikahan ini membawa berkah, menjadikan kami keluarga sakinah, mawadah warohmah, bahagia dunia akhirat. Semoga pernikahan ini memberkati kami dengan anak-anak soleh dan solehah. Dan semoga cinta kami langgeng hingga maut memisahkan kelak.

Dan yang membuat saya lebih bersyukur, hujan tidak turun di hari pernikahan saya. Saya sempat khawatir karena November adalah musim hujan. Doa dan permintaan saya dikabulkan. Allah menghendaki Semarang panas di hari Sabtu dan Minggu. Padahal seminggu sebelum dan seminggu sedudahnya, hujan turun terus menerus. Bahkan sungai di pinggir rumah saya sempat meluap airnya. Terima kasih Gusti Allah, Engkau memang menyayangi hambaMu ini.

Terimakasih kepada semua pihak yang membantu. Terimakasih juga untuk kedatangannya, doa dan harapan baik untuk kami. :)

Dec 8, 2011

Kesadaran Berlalu Lintas




Dari tahun ke tahun, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin bertambah. Jumlah kendaraan bermotor berbanding lurus dengan pemakai kendaraan bermotor. Hal ini terjadi karena semakin mudahnya masyarakat mendapatkannya. Hanya dengan uang muka lima ratus ribuan saja, dengan segera kendaraan bermotor bisa kita miliki. Angsurannyan pun semakin ringan.
Indonesia menempati urutan ke pertama di ASEAN dalam hal pemakaian kendaraan bermotor. Jalanan didominasi sepeda motor. Lihat saja di sekeliling kita, satu keluarga bisa memiliki tiga sampai lima unit kendaraan bermotor. Jadi, satu anggota keluarga memiliki satu unit motor. Kadang termasuk anggota keluarganya yang masih dibawah umur.

Anak setingkat sekolah dasar sekarang sudah banyak yang belajar dan atau sengaja diajari mengendarai sepeda motor. Jaman memang sudah berubah. Dulu, anak-anak masih asyik bermain sepeda kayuh, namun tidak sekarang. Sepeda motor sudah menjadi "mainan" setiap harinya. Walaupun hanya berputar-putar di sekitar komplek perumahan maupun perkampungan. Jelas saja, untuk pengendara sepeda motor dibutuhkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang salah satu syaratnya adalah berusia 17 tahun. Anak-anak ini tidak akan mengendarai sepeda motor di jalan-jalan utama dengan alasan takut ditilang.
Seperti kondisi yang sering saya lihat di sekitar pom bensin tlogosari Jalan Soekarno Hatta setiap akhir pekan. Puluhan anak-anak belia berkumpul, banyak diantaranya masih berumur belasan tahun setingkat SD dan SMP. Sudah pasti usianya belum mencapai 17 tahun. Anak-anak ini sering mengadu kecepatan motor masing-masing. Jiwa muda selalu tertantang untuk sesuatu yang memacu adrenalin, termasuk kebut-kebutan. Ketika malam semakin larut, bukannya sepi yang ada justru semakin banyak yang berdatangan. Dan lebih parahnya lagi, banyak diantaranya yang tidak mengenakan helm. Hampir dapat dipastikan, mereka juga tidak memiliki SIM.

Keselamatan berkendara bukan menjadi prioritas utama mereka. Sepeda motor yang dimodifikasi, spion kecil, ban menyalahi ukuran standar (biasanya lebih kecil) merupakan ukuran gaul para remaja. Padahal sepeda motor sudah didesain sedemikian rupa oleh para produsen dengan pertimbangan keselamatan pengendara.

Kejadian yang juga terjadi setiap tahun bertepatan dengan kelulusan sekolah. Untuk mengekspresikan kegembiraan dan keberhasilan akademik, banyak pelajar melakukan konvoi di jalanan. Tanpa memperdulikan keselamatan sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Dengan seragam penuh coretan dan raut muka bahagia. Entah memiliki SIM atau tidak! Pelanggaran merupakan awal dari kecelakaan, termasuk pelanggaran ijin mengemudi.

Jika terjadi kecelakaan, siapa yang patut disalahkan? Dalam hal ini, ketegasan, kontrol dan teladan dari orang tua mutlak diperlukan. Masihkan kita akan membiarkan anak-anak kita bebas kemana saja tanpa SIM dan tanpa memperdulikan keselamatan? Kesadaran berlalu lintas memang dimulai dari diri sendiri. Tetapi untuk anak-anak, perlu ada didikan, bimbingan dan contoh yang baik dari orang tua dalam berlalu lintas. Jangan membiarkan anak-anak mengendarai sepeda motor jika memang belum memiliki keahlian dan belum memiliki SIM. Jangan menuruti kemauan anak untuk membelikan sepeda motor jika memang belum saatnya. Orang tua seharusnya memberi pengertian bahaya berkendara di usia dini.

kesadaran dan disiplin berlalu lintas juga layak dimasukkan dalam bagian pendidikan sekolah. Pengetahuan tentang keselamatan berkendara dan kesaradaran berlalu lintas perlu diberikan kepada siswa sejak dini.

Birokrasi perijinan di Indonesia juga perlu dievaluasi lebih dalam lagi. SIM dapat diperoleh dengan mudahnya di negeri ini asal ada uang. Istilah lazimnya “nembak” SIM. Tanpa keahlian mengemudi, seseorang bisa memiliki SIM. Seseorang yang masih dibawah umur juga bisa mendapatkannya. Seperti pengalaman saya dulu, adanya SIM kolektif di sekolah. KTP saja belum dimiliki, tapi hebatnya SIM sudah di tangan. Umur yang tertera di dalam SIM dimanipulasi sedemikian hingga, entah oleh siapa. Hal ini berlaku untuk SIM C maupun SIM A. Sekali lagi, asal ada uang, semua bisa didapat. 

Operasi berkala memang sering dilakukan oleh polisi dengan tujuan untuk penertiban dan peningkatan kesadaran berlalu lintas masyarakat. Tapi tetap saja ada beberapa oknum yang memanfaatkan momen tersebut. Dengan beberapa lembar rupiah, seorang pengendara tanpa SIM bisa lolos begitu saja. Atau, asal menyebutkan, menelpon, dan mengatakan mengenal salah satu nama petinggi kepolisian, tanpa SIM semuanya tetap aman dan terkendali. Bebas melenggang tanpa kena tilang, termasuk anak dibawah umur.

Mari wujudkan keselamatan berkendara dimulai dari kedisiplinan diri sendiri dan lingkungan keluarga kita.

Dec 5, 2011

Tas Branded KW

Wanita mana sih yang nggak suka barang-barang bermerk? Dari mulai tas, sepatu, dompet, aksesoris dan masih banyak lagi. Dengan barang bermerk atau banyak yang memakai istilah "branded", wanita mungkin jadi lebih Pede. Kemana-mana menenteng tas Gucci atau Chanel atau Dior atau LV.

Setiap bulan, bahkan setiap minggu, model-model terbaru diluncurkan. Soal model, jangan khawatir. Ada banyak pilihan, dari yang simple, trendy sampai yang elegan. Soal harga? :D Ya pastilah mahal. Kan rata-rata tas bermerk itu buatan luar negeri alias import. Tas original itu biasanya sekitar 10 atau 15 atau 17 juta lebih. Bahkan ada yang sampai ratusan juta. Hua.... bisa puasa berapa bulan kalau beli tas seharga itu.

Iya, tas-tas itu hanya terjangkau kalangan atas. Nggak semua masyarakat mampu membelinya termasuk saya.

China memang sangat pandai melirik peluang. Harga tas yang dulu nggak terjangkau semua kalangan kini bisa dimiliki hampir semua kalangan. China membuat replika tas seharga puluhan juta menjadi hanya 2 sampai 4 ratus ribu saja. Keren yak? Tapi bajakan. Huhuu...

Made in China inilah yang kini menjamur. Banyak toko-toko online menjual tas-tas replika. Dari KW super, sampai KW 21 mungkin tersedia. KW berapapun ya tetap tiruan. Saya memang belum pernah memegang tas Prada, Gucci, LV atau sejenisnya yang asli. Dan sebaliknya, saya sering banget melihat, memegang, bahkan sempat ingin membeli yang KW. Tapi niat saya urung. :D Saya lebih suka tas buatan dalam negeri dan tas etnik. Meski hanya dari kain, saya suka dan saya PeDe memakainya. Bahkan saya pernah membeli tas dari ranting. Saya tidak menyangka kalau ternyata itu terbuat dari ranting bunga kelapa (manggar) yang dicat. Unik deh. Atau saya lebih memilih tas anyaman bambu, rotan, eceng gondok dan pandan. Tiap manusia bebas dong memilih seleranya masing-masing. :D

Hampir setiap hari, di beberapa socmed, ada saja yang menawarkan tas-tas tersebut. Tas Prada seharga 200ribuan atau Chanel seharga 300ribuan. Atau yang lebih extrim, Gucci seharga 50ribuan. :D



 Semua gambar saya pinjam dari sini. Terimakasih mba Nopek.

Yup, tidak heran jika sekarang banyak wanita-wanita menenteng tas-tas bermerk. Entah asli atau KW.

Akhir tahun, pasti banyak diskon dan sale, termasuk tas-tas branded tapi palsu itu. :D Hurraay.... Silahkan berbelanja.

*Saya tidak memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak terlalu prinsip :)