Showing posts with label jalan-jalan murah. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan murah. Show all posts

Jul 1, 2025

Museum R.A. Kartini Jepara


April lalu, Fio mengajukan keinginan untuk mengunjungi Museum Kartini. Mungkin kebawa suasana 21 April sebagai peringatan Hari Kartini. Terletak di alun-alun kota Jepara. Tiket dewasa 8.000, sedangkan anak-anak 5.000 saja. Rombongan kami, dihitung dewasa 5 orang, anak-anak free kata petugasnya.

Jul 25, 2024

Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah


Naik ke menara Al Husna dengan tiket sepuluh ribu rupiah saja. Menikmati Semarang dari lantai 19 menara Masjid Agung Jawa Tengah dengan semilir angin yang menyejukkan. Siapkan uang koin seribu rupiah untuk menggunakan teropong yang tersedia. Seribu rupiah untuk sekitar satu setengah menit melihat Semarang dari balik teropong.

Jun 23, 2024

Jalan-Jalan Murah : Trans Semarang, Semarang Zoo



Meski sudah masuk musim liburan, Semarang Zoo Sabtu kemarin tidak terlalu ramai. Sepi. Kenapa ya? Ada apa? Yuk cari tahu.

Dec 24, 2018

Jalan-jalan Murah : Cimory, Trans Semarang, Trans Jateng

Sabtu kemarin, saya iseng ngajak anak-anak ke Cimory. Kalau naik mobil atau motor sendiri biasa. Naik Trans Jatengnya yang nggak biasa. Iya, kami ke Cimory naik angkutan umum. Itu yang belum biasa. 

Karena secara tidak sengaja, saya dapat info kalau ada Trans Jateng rute Semarang - Bawen. Mari kita coba. Bawa anak-anak? Memang agak lebih rempong. Berhubung udah niat mau berpetualang naik bus, bismillah.

Kami berangkat berempat. Saya, Fio, Yasmin dan kakak saya Retno. Karena Yasmin belum genap 2 tahun, segala tiket masih free ya. 

Start awal, halte Trans Semarang ADA Majapahit turun halte Balaikota, per orang hanya kena tarif 3.500. Murah. Iya murah banget. Berpindah di halte Trans Jateng yang hanya berjarak beberapa meter. Dari Balaikota kami turun di halte Bergas 1 juga dikenai tarif hanya 3.500 per orang. 


Tiket masuk ke Cimory terjangkau juga kok. Hanya 15.000 per orang dan di dalam bisa ditukarkan dengan minuman. Rasanya nggak terlalu buruk. Fiorenza dan Yasmin enggak doyan tapi. Heheheee…


Di Cimory ada apa saja? Yang pasti ada sapi perah. Dan banyak spot selfi. Hahahaaa… Kalau saya suka udara dan bunga-bunganya. Fiorenza antusias banget sama ikan arapaima. 



Ada biawak, kura-kura, iguana, sapi, domba, kasuari, dan bermacam-macam burung. Anak-anak suka. Apalagi kalua bias bersentuhan ketika memberi makan.

Cake moo moo rollnya biasa aja ya. Cuma kalau enggak beli, kayaknya ada yang kurang. Harga yoghurtnya juga sama dengan harga di Indo*aret. Mbok ya lebih murah gitu. Kan Indo*aret terkenal harganya lebih mahal dibanding supermarket dan warung-warung. 











Pulangnya kami tetep naik Trans Jateng. Kalau mau lanjut naik Trans Semarang jurusan Penggaron, kami disarankan untuk turun di halte Udinus untuk lanjut naik Trans Semarang. Iseng lagi, kami tidak lanjut naik Trans Semarang, tapi memilih angkutan umum lainnya, dayatsu. Orang Semarang menyebut angkuta umum dengan dayatsu. Berasal dari merk mobilnya Daihatsu, berubah jadi dayatsu. Angkutan umum berwarna oranye nomor 08 jurusan Karang Ayu - Penggaron. Cusss…. Anak-anak hepi banget loh terutama Yasmin, karena sepi penumpang.





Next, kita kemana lagi ya naik angkutan umum? ^_^

Sep 18, 2017

Gerobak Batja di Taman Virgin Semarang

Dulu sekali saya pernah cerita taman virgin, alternatif hiburan murah meriah. Meski Fio sering saya ajak kesini, tapi saya jarang cerita. Ya karena itu-itu saja. Masih sama seperti dulu. Nah, kali ini ada yang beda. Sekarang ada semacam perpustakaan mini dimana semua boleh baca gratis. Saya hanya melihat sekilas, karena Fio lebih asyik bermain-main dan lari-lari.

Isinya lumayan banyak kok. Tapi kenapa komik Inuyasha ga laku ya? Ah, mungkin itu komik angkatan saya, emak-emak. Jadi anak kecil sekarang kurang begitu paham. Mungkin lho ya.

Perpustakaan mini ini dibuat oleh komunitas yang peduli pada minat baca masyarakat Indonesia, Gerobak Batja. Bagus juga ya, ada komunitas semacam ini. Saya jadi mencari tahu tentang komunitas ini, dan ketemulah http://www.gerobakbatja.org. Semoga dengan adanya komunitas yang peduli minat baca, masyarakat Indonesia lebih gemar membaca. Kalau ada yang mau jadi relawan atau menyumbangkan buku, klik aja linknya. Atau datang aja ke taman virgin agar lebih dekat dengan komunitas ini.

Mari bongkar buku-buku yang sudah kebeli tapi belum sempat dibaca. Jadi malu beli buku Muhammad Teladanku, belum semuanya kebaca. Padahal hanya 16 buku yang tidak terlalu tebal.


Mar 15, 2016

Pantai Indrayanti, Tetap Cantik Meski Mendung

 
Seharusnya cahaya matahari melimpah hari itu. Namun, mendadak matahari enggan berbagi hangatnya seolah mengalah pada mendung yang terlalu bersemangat. Seharusnya angin hari itu semilir membelai raga. Namun mendadak kelebihan energi hingga bertiup kencang sekali. Air laut yang seharunya membiru jernih berubah menjadi abu-abu dengan ombak tinggi susul menyusul. Bayangan romanatisme pantai berpasir putih mendadak menghilang. Hahahhaaa.... Kayaknya salah tanggal nih datangnya. Dan Fio enggan turun dari gendongan.
 
Pantai Indrayanti, pantai yang lumayan ngehits ini terletak di Gunung Kidul. Mana ada sih pantai di Gunung Kidul yang jelek? Semuanya bagus. Tapi mungkin karena kami datang disaat yang kurang tepat, jadi agak kurang menikmati. Nggak bisa berlama-lama di tepi pantai. Dinginnnnnn.... Dan sehari setelahnya, kami terserang flu. Saya yang paling parah. Kakak, suami, Fio udah sembuh, saya masih berkutat dengan hidung meler. Nggak nyesel sih, malah jadi penasaran dengan Indrayanti yang hangat dan indah. Nanti lah diagendakan lagi. Entah kapan :D
 

 

Feb 5, 2015

Kudus - Semarang, Cuma Sejengkal

Kudus itu nggak ada sejengkal dari Semarang. Kalau liatnya di peta ya. Heheheee... Naik motor juga cuma sejam. Beneran sejam aja. Kan jalannya lurus dan bagus. Bisa ngebut. Gitu sih kira-kira sebelum berangkat ke nikahan teman.
 
Oke, cusss kita berangkat naik motor saja. Nggak perlu naik bus atau rental mobil.
 
Oh, ternyata...
 
Naik motor ke Kudus itu capek bingit. Faktor usia juga sih. Dan lagi, saya udah lamaaaaaaaaaaaa sekali nggak touring bareng temen-temen seperti dulu.
 
Nggak papa lah, lain kali nggak usah di ulang lagi. Kalau ada perlu ke Kudus naik mobil saja, entah mobil siapa. Yang penting jangan naik motor. Udah gitu aja sih.
 
Tapi biar capek, mampir dulu ke Menara Kudus. Saya kan belum pernah poto-poto di sana. Boleh kan ya narsis dikit. Beneran dikit kok.
 
 






Oct 21, 2014

Fiorenza Jalan-jalan ke Umbul Sido Mukti

Kali ini Fio jalan-jalan ke Umbul Sido Mukti Bandungan, Ungaran. Alhamdulillah tidak masuk angin sesudahnya. Air kolamnya dingin banget. Bbbrrr...... Sengaja nggak ngebolehin Fio terlalu lama di kolam yang dingin itu. Sepuluh atau lima belas menitan, Fio saya angkat keluar. Dan...huaaaaa.... Fio menagis nggak mau di angkat. Nak, kalau kamu masuk angin yang sedih siapa coba? Hehehe...ntar kalau kamu sudah agak gedean, kita main-main air lagi ya.
 
 










 

Aug 19, 2014

Fio Menjelajah Kebun Binatang Mangkang


Harga tiket masuk yang biasanya cuma lima ribu, naik jadi 7.500 selama sepekan lebaran. Wajar sih, karyawan kan harus masuk meski libur lebaran.
 
Parkir motor penuh. Parkir mobil penuh. Yang naik angkutan umum trus dilanjut jalan kaki juga banyak.
 
Libur lebaran, kebun binatang Mangkang full. Dan salah satu pengunjungnya Fiorenza. Fio dianter ibuk dan budhe nya. Bertiga, kami mengunjungi bonbin Mangkang. Panas sih, tapi demi Fio. Heheheee...
 
Fio melihat banyak binatang. Dari kerbau, sapi, kancil, gajah, harimau, dan lain-lain. Paling suka ketika melihat burung merak.
 
Pose Fio sesampai di Bonbin

Manyun. Bangun tidur tuh.

Agak takut ketika memberi makan anak sapi.

Masih takut nih sama anak sapinya.

Fio melihat kancil.

Melihat merak sambil makan semangka.

Berpose bareng burung kasuari.

Ini apa ya? Lupa...heheheee....

Tetep lupa tuh. Payah...payah.

Rusa totol. Mirip yang di Istana Negara kayaknya.

Favorit Fio nih. Memancing sepuasnya hanya lima ribu saja.

Bibir Fio sexy yak. Hahahaa....





Aug 18, 2014

Kursi Prioritas Bukan Untuk Saya

Sebenarnya mamaknya Fio agak malas kalau harus ke kebun binatang. Tapi demi Fio, berangkatlah kita ke kebun binatang Mangkang. Saya sengaja memilih naik Trans Semarang daripada naik motor. Pasti bakal capek dijalan. Kasian Fio juga kalau harus berpanas-panas ria. Tarifnya  juga murah meriah. Jauh dekat Rp. 3.500 saja .
 
Ada kejadian yang bikin saya “ndomblong” sambil bilang wow dengan Trans Semarang itu. Saya naik dari shelter ADA Majapahit. Wuih, busnya udah lumayan penuh. Wajar sih, libur lebaran pasti banyak yang bepergian. Karena yang saya lihat rata-rata memangku anak-anak dan balita. Oke, saya masih muda. Masih sanggup berdiri, menggendong Fio sambil berpegangan pada tiang. Tapi yang bikin saya bilang “wow” adalah seorang bapak gagah duduk di kursi prioritas cuek saja melihat saya. Beneran, saya berdiri persis di depan bapak itu. Nggak ada tuh niat memberikan kursinya ke saya. Saya sih berpikir positif, mungkin kaki bapak itu sakit yang kita tidak tahu, hanya dia dan Allah yang tahu. Mungkin juga bapak itu nggak bisa baca kursi prioritas untuk siapa saja. Ya sudahlah.
 
Petugas Trans Semarang? Kata kakak saya yang tiap hari naik angkutan umum itu bilang, biasanya petugas ngusir penumpang yang duduk di kursi prioritas agar dipakai oleh yang berhak. Namun waktu itu petugasnya diam saja. Sama cueknya dengan si bapak itu.
 
Sampai di shelter Pemuda, ada seorang ibu-ibu memberikan kursinya pada saya. Jaraknya cukup jauh. Jadi sewaktu ada seseorang di dekatnya hendak duduk di kursi itu, si ibu teriak semangat kalau kursinya untuk saya. Terimakasih ya bu.
 
Saya rasa kejadian seperti itu sudah nggak asing lagi. Berarti kepedulian kita sebagai manusia mungkin sudah berkurang karena ego. Ya sudahlah. Dinikmati saja. Bersyukur karena saya masih sehat, masih kuat, masih sanggup berdiri.



Ada teman yang menyarankan saya agar nge-twit Pak Ganjar biar dia tahu. Ah, tapi saya lebih memilih blog untuk curhat.

Aug 13, 2014

Sholat Idul Fitri di MAJT 1435 H

Lebaran tahun ini, Fio "ikutan" sholat Ied di Masjid Agung Jawa Tengah. Lebih tepatnya datang bertepatan dengan penyelenggaraan sholat Idul Fitri. Ini bukan kali pertama ikut loh. Tahun lalu Fio juga ikutan pas Idul Adha meskipun masih 8 bulan, belum bisa berjalan waktu itu. Suasana rame seperti tahun-tahun yang sudah berlalu. Dan masih sama pula dengan sampah koran bekas alas sholat. Tidak berubah. Ini ada beberapa foto yang terabadikan lewat kamera henpon. Saya sih nggak ikut sholat juga, cuma ngajak Fio jalan-jalan.
 
 
Perlu usaha extra biar Fio mau nginjak rumput tanpa alas kaki
 
Selpi-selpian dulu yuk nak :D
 
Fio lihat apaan sih? Serius bingits.
 
Fio lagi asyik maen balon
 
Baca berita apa nak?
 
"Buk, lihat! Banyak balon terbang."
 
"Buk, itu banyak yang ninggalin sampah koran."
 
Hihiihiii...Fio nggak pakai sendal maupun sepatu.