Showing posts with label kawan. Show all posts
Showing posts with label kawan. Show all posts

Sep 3, 2014

We Will Still be Friends Forever

And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won't be coming back
No more hanging out cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
And we would get so excited and we'd get so scared
Laughing at ourselves thinking life's not fair
And this is how it feels

As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends Forever

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels

Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us around?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
 
Tahu kan lagu itu? Kalau seangkatan sama saya mungkin tahu. Itu lagunya Vitamin C yang cocok jadi soundtrack “perpisahan” SMA, sebelas tahun yang lalu. Hahahaa...tua yak? Nggak juga. Ah, jadi kangen masa-masa SMA. Kangen teman-teman dulu. Kangen beberapa guru. Kangen suasana sekolahan. Kangen kantinnya juga. Kangen gebetan. Ooppsss... yang terakhir cuma bercanda. Katanya masa SMA itu masa yang paling indah.
 
Setelah lulus SMA, semua menempuh jalannya masing-masing. Ada yang kuliah. Ada yang bekerja. Mungkin juga ada yang langsung menikah. Trus apa kabar sama yang “populer” waktu di bangku SMA ya? Populer karena cantik atau pintar atau ganteng atau bandel?
 
Jadi pengen tahu, apakah yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng itu masih sama? Trus mereka yang termasuk golongan pintar, apakah hidupnya sekarang sesukses akademiknya dulu? Trus yang bandel-bandel itu nasibnya bagaimana? Sukses juga nggak? Ya walaupun sukses masing-masing orang itu berbeda.
 
Saya dulu termasuk golongan yang kurang populer. Golongan biasa saja. Mungkin hanya sedikit yang mengenal dan mungkin masih mengingat saya. Heheheee...
We will still be
Friends Forever
 
Indriani, sudah bersuami dan punya dua anak. Reva dan Vano. Jadi wanita karir yang bekerja di sebuah bank swasta.
 
Danny Set, sudah bersuami dan baru punya satu anak. Dipta. Seorang HRD di sebuah perusahaan tambang.
 
Isna, masih single. Entah sampai kapan pencariannya terhadap sang pangeran pujaan hati. Ayo Na, gek ndang dipilih siji. Wanita karir juga di perusahaan farmasi.
 
Saya, sudah bersuami dan punya satu anak. Fio. Seorang akunting perusahaan aksesoris kapal merangkap ibu rumah tangga. Punya keinginan menjadi IRT sepenuhnya.
 
Semoga pertemanan ini langgeng hingga menurun ke anak cucu kita. Emang sih nggak seperti dulu, jalan bareng, makan bareng, nongkrong bareng. Tapi setidaknya kita nggak lost contact.
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends Forever

Gambar saya temukan di google image

Yuk, karokean. Lets sing lots of songs.

Feb 22, 2011

Ternyata Semarang itu Sempit

Semarang memang bukan kota besar jika dibandingkan dengan Jakarta dan Surabaya. Tetapi Semarang ada di urutan ke-7, kota terpadat di Indonesia. Dengan luas 37.360,94 Ha dan jumlah penduduk sekita 1,5 juta jiwa ternyata belum cukup luas untukku.

Beberapa hari yang lalu sempat ngobrol dengan teman lama via YM. Biasalah nanyain kabar tentang absenku di dunia YM. Trus dia nanya dani sekarang kerja dimana. Aku bilang di daerah "bla bla bla" sambil nyeritain juga bidang usahanya. Dia langsung bisa nebak kalau pemilik usaha tempat aku bekerja adalah Bapak "xxx". Eh, kok dia bisa kenal ya? Setelah cerita-cerita, ternyata dia pernah kerja mbantuin benerin software perusahaan ini. Padahal aku tau lowker dari koran dan nggak ada hubungan, sangkut paut dengan temanku itu. Aku bisa masuk tanpa ada koneksi dari dalam atau kenalan dari dalam. Murni dari tes dan seleksi. Semarang itu sempit ya?

Jadi inget kejadian beberapa tahun yang lalu. Begini ceritanya...

Berawal dari iseng-iseng join di yahoo chat room. Aku masih inget kalo gabung di room regional Jogjakarta. Tapi room berapanya udah lupa. Dari room itu, dapet kenalan mahasiswa Undip. Chat for fun, biasalah. Trus dilanjutkan dengan mengkonfirm pertemanan di fesbuk. That's it, hanya teman di dunia maya.

Beberapa bulan kemudian, aku gabung lagi di room Jogjakarta tapi nomor roomnya beda dengan yang terdahulu. Dapetlah kenalan lagi. Dan kali ini juga mahasiswa Undip. Trus temenan gitu deh. Lanjut juga di fesbuk. Saat buka profilku, dia nanya, kok ada 1 friend in common. Aku ceritain kalau dia juga kenalan lewat YM. Ternyata eh ternyata, mereka itu satu kost. Dan masing-masing tidak saling tahu kalau punya teman chatting yang bernama danie. Hahaha...dunia sempit sekali. Dan dengan teman chat yang satu ini lebih dari sekedar teman dunia maya. Sempet maen ke rumah, ke Jogja bareng. Sms-an. Dia juga cerita kalau punya pacar baru, putusin pacarnya, wisuda, dapet kerjaan, udah seperti adek sendiri gitu deh.

Ada satu cerita lagi tentang YM dan Semarang. Salah satu teman di YM friendlist, pertama kenal di room yahoo. Dan ternyata dia tetanggaku duluuuuuuu banget. Keluarga kami saling mengenal satu sama lain. Tetapi aku dan dia tidak saling kenal, karena aku pindah rumah ketika berumur empat tahun.

Ah, Semarang sempit sekali. Mungkin banyak juga teman-teman yang mengalami kejadian seperti yang kualami. Bukan kebetulan, tetapi emang sudah ditakdirkan seperti itu. :-D