Aug 12, 2016

Diva Weekly Challenge #279: "Duotangle Meer vs Auraknot"

Akhirnya saya ikutan lagi. Diva Weekly Challenge #279: "Duotangle Meer vs Auraknot. Wah, saya punya waktu ternyata buat ngegambar sesuai tantangan minggu ini : Duotangle Meer vs Auraknot. Jadi ya, pattern yang ada dalam dunia per-zentangle-an itu punya namanya masing-masing. Dan saya juga belum hafal sampai saat ini. Maklum, patternnya itu buanyak bingit.
 
Dua tangle pattern ini sebenarnya saya kurang suka. Entah. Tapi kan namanya tantangan ya harus diselesaikan sampai akhir dong. 

Nah, ini hasil kreasi saya. Sebenernya udah selesai dari hari Rabu lalu, tapi baru sempet difoto pagi tadi. Bagaimana? 

 


 

Jul 25, 2016

Postcard from Australia - Honey Bees Maxi Card

AU-502890
 
Datang dari Hoo Roo, Australia. Ini maxi card pertama saya. Terimakasih banyak ya. Seneng banget lah. Maxi card adalah kartu pos yang gambarnya setema sama perangko dan stempelnya. PErangko ditempel di bagian gambar kartu pos, tidak dibelakang seperti pada umumnya. Maxi card yang saya terima Honey bees on Western Australian red flower. Liat kan, kartu pos sama perangkonya setema.


 
 
Sepertinya bisa jadi inspirasi nih. Stempel dengan bermaca-macam tulisan. Jadi tiap kali kirim kartu pos nggak perlu menulis banyak-banyak. Seperti dia concern sama perburuan paus dan hiu, alamat blognya dan tulisan happy postcrossing. Boleh-boleh...

Jul 18, 2016

Hari Pertama Fio Sekolah, Hurraaayyyy...

Sesuai anjuran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, maka hari ini saya ijin telat masuk kerja. Hari ini Fiorenza masuk sekolah pertama kali. Memang sih baru ada di kelas Kelompok Bermain, tapi Fio semangat banget. Bulan ini umurnya masih 3 tahun 5 bulan, jadi belum boleh masuk TK. Tumben ni anak bangun jam 5 pagi dan langsung semangat. Nggak pake acara males-malesan di kasur seperti biasanya. Mandi pun juga nggak perlu dirayu-rayu dan diteriakin sampai lima kali. Cuma sarapan yang sepertinya dia belum terbiasa sepagi itu.
 
Bajunya masih kedodoran, emaknya rada males ngecilin ^_^

 
Setengah tujuh, kami meluncur menuju sekolah. Niatnya sih cuma mau mengantar sampai depan kelas aja, tapi kok ga tega. Padahal anaknya berani dan percaya diri. Emaknya aja yang baper. Saya menemani Fio sampai acara pembukaan ajaran baru selesai. Acaranya di lapangan yang biasanya untuk upacara bendera. Lucu aja sih liat anak-anak kecil nan imut-imut itu. Ada yang nangis minta pulang, ada yang duduk karena capek, dan banyak yang nggak bisa diam. Kalau Fio malah minta pup di tengah acara. Haahahaaa...okelah nak, mari kita pup.
 
Setelah semua kembali ke kelas, saya pasrahkan Fio pada wali kelasnya. Kan pulangnya bisa bareng sama mbah kung. Lha wong mbah kungnya kerja di situ juga. Heheheee....
 
Semangat ya Kak... rajin belajar, jadi anak solehah kebanggaan agama, nusa dan bangsa. Kelak negeri ini menjadi tanggung jawabmu.

Jun 13, 2016

Jangan Remehkan Luka Kecil

Ini kisah nyata. No picture = hoax katanya ^__^ Post ini nggak ada fotonya sama sekali. Tapi bukan hoax loh. Beneran.
 
Sekedar sharing aja. Pengalaman setengah tahun yang lalu.

Berawal dari sebuah luka. Sedikit saja. Hanya saja luka itu ada di bagian tubuh yang amat jarang terpapar matahari maupun angin. Iya, berawal dari luka di sekitar aerola. (Maaf) puting payudara. Sakit? Iya lah. Ibu-ibu menyusui hampir sebagian pernah mengalaminya. Sering ngalami apalagi ketika Fio baru tumbuh gigi. Biasanya sih sembuh dengan sendirinya. Entah mitos atau fakta, dari yang saya dengar, ASI juga bisa jadi penyembuh luka di sekitar payudara.
 
Pertama hanya saya kasih betadin. Saya pikir itu memang obatnya. Ternyata salah besar. Karena tidak kunjung membaik, saya bawalah ke dokter umum. Saya dikasih resep zoralin tablet, zoralin salep dan antibiotik. Diagnosa tinea. Memang sih lukanya berangsur membaik, tapi tidak sembuh betul.
 
Tinea adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh dermatofit, yaitu suatu golongan jamur kulit yang terdiri atas tiga jenis, Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton. Kelainan pada kulit ini juga dinamakan ringworn yang berupa bercak-bercak bulat, berbatas tegas, terdiri atas eritem, di tengah bersisik dan pada tepi dengan papula kecil, kadang-kadang disertai vesikel kecil yang tertutup keropeng. Tinea diidentifikasi sesuai lokasi infeksi Tinea pada tubuh. Sumber: Wikipedia
 
Tiga minggu kemudian, saya periksa lagi karena kayaknya kok kambuh lagi. Saya dikasih resep antibiotik clindamycin 300mg, methylprednisolone tablet 4mg untuk gatal alergi, cetirizine dihcl tablet 10mg dan salep berlosom. Bukannya sembuh, lukanya makin menjadi parah. Bernanah. Jangan membayangkan ya kalau baca ini sambil makan. No picture, hoax katanya. Tapi masak iya saya share di sini. hahahaaaa....

Akhirnya saya ke dokter spesialis kulit dan kelamin di RS Panti Wilasa Citarum yang kebetulan jadwalnya pas. Dr Yuanita Dian Utama SpKK. Setelah di periksa, dikasihlah perintah buat cek darah. Dan benar rupanya, katanya luka di aerola sudah terifeksi bakteri. Diagnosa : suspek dermatitis numularis, infeksi sekunder bakterial.
 
Difloxin 500mg, Paracetamol 500mg jika nyeri, Histrine 10mg untuk gatalnya, Salep Bactroban.

Harga antibiotiknya lumayan, karena dosis tinggi. Sebelum ngasih resep itu, dokter bertanya apakah saya sedang hamil. Karena memang belum hamil, dokterpun mewanti-wanti agar selama pengobatan, saya tidak boleh hamil. Selama minum difloxin itu berasa mabuk kendaraan, nggliyeng kalo orang Alaska bilang. :P
 
Untuk sementara, saya harus mengurangi konsumsi kedelai dan kacang-kacangan. Tapi tetep boleh kena air kok lukanya, tidak seperti dokter sebelumnya yang mengharuskan meminimalisir kontak luka dengan air.

Seminggu kemudian, luka berangsur membaik dan tidak sakit. Alhamdulillah. Mengingat rasa sakitnya itu sesuatu banget. Jadi jangan meremehkan luka sekecil apapun, karena bisa jadi investasi untuk penyakit yang lebih parah.
 
Hikmahnya: Fio bener-bener lepas dari nenen.

Jun 10, 2016

Pityriasis Rosea Gilbert, Rasanya Wow Sekaleeee...

Diagnosa : Pityriasis Rosea Gilbert.

Namanya manis ya. Keren. Tapi rasanya nggak keren bingitttttttttsssss.

Awalnya cuma bintik-bintik merah di leher dan dada. Saya pikir sih cuma alergi biasa. Bentar juga hilang. Ternyata dua hari berlalu, nggak hilang bintik merahnya malah disertai gatal. Saya berobat ke dokter umum di klinik Viva Generik. Dokter meresepkan obat dextamine, loratadine, imunnos dan bedak gatal. Sampai obat habis, gatal tidak berkurang dan bintik-vintik merah melebar menjadi ruam di seluruh tubuh.

Kalau berkeringat, jangan bayangkan rasanya.
 
Saya coba periksa lagi, tetapi masih dokter umum. Resepnya sama dengan dokter sebelumnya. Karena merasa makin parah, saya ke dokter Suciningrum Indrajanti Sp.KK di RS Panti Wilasa.

"Ini virus. Istirahat ya. Yang penting banyak ngaso. Bla...bla...bla...."
 
Hah? Tanggal segini mana bisa libur banyak-banyak. Masih banyak laporan yang belum dikerjakan.

Berapa lama sembuhnya Dok?
 
"Ya, bisa 2 sampai 3 bulan."

Dan saya syok. :'((

Meskipun katanya bisa sembuh sendiri. Tetep saja rasanya wow sekaleeee...

Pityriasis rosea (also known as pityriasis rosea Gibert[1]) is a skin rash. It is benign but may inflict substantial discomfort in certain cases.[2] Classically, it begins with a single "herald patch" lesion, followed in 1 or 2 weeks by a generalized body rash lasting up to 12 weeks, however usually around 6 - 8.[3][4][5]
 
Resep dari dokter Suci nggak kalah wow nya. Acycrovil 400mg sejumlah 56 tablet, harus habis dalam waktu seminggu. Obat gatalnya dikasih Histrine cetirizine 10 mg 15 tablet, salep dan bedak racikan Rumah Sakit. Jadi dalam sehari harus minum 10 tablet obat.

Efeknya? Kulit jadi kering pakai bingit. Keriiiinngggggg... kerontang. Untuk melembabkan disarankan minyak zaitun atau virgin coconut oil. Tidak disarankan baby oil. Pakai hand & body lotion? Oh nooo.... rasanya sakitttttttttt. Beneran deh.
 
Seminggu kemudian, saya kontrol. Gatal dan panasnya sudah agak mereda, tapi sakitnya makin menjadi. Si ruam-ruam merah itu meradang. Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum kecil-kecil.
 
"Istirahat ya. Sus, buatin surat dokter. 5 hari." 
 
Dan saya harus istirahat lagi, nggak boleh stress, nggak boleh capek. 5 hari saya di rumah. Beneran nggak mikir kerjaan. Ada hikmahnya juga, saya jadi bisa main sama Fio, mandiin Fio tiap hari, nyuapin tiap hari dan hal-hal lain yang tidak bisa saya kerjakan ketika bekerja. Fio juga bahagia di temenin ibuknya tiap hari. Ya, selalu harus bersyukur dalam segala keadaan.
 
Kali ini resepnya hampir sama, si acycrovil 400mg harus minum 3 hari lagi dengan jumlah tablet delapan perhari. Untuk mengurangi sakit akibat peradangan, saya dikasih obat lameson 16mg sebanyak 21 tablet, sehari 3 butir. Karena saya punya riwayat asam lambung, lameson akan berdampak hebat pada lambung. Untuk menguranginya, setengah jam sebelum makan harus minum lansoprazole 30mg. Pernah saya agak sedikit bandel, mencoba minum lameson tanpa lansoprazole sebelumnya. Hasilnya? Perut sakit banget, melilit seperti kalau lagi kambuh asam lambungnya. Hahahaa.... makanya harus nurut resep dokter.

Dan perlahan ruam-ruam merah memudar. Gatal dan sakitnya menghilang. Seiring berjalannya waktu, warna kulit kembali seperti semula. Alhamdulillah tidak menyerang muka. Biarpun badan gatal dan sakit plus tampilan nggak menarik, tapi muka bersih. Amannnnn........


12 April 2016

13 April 2016

19 April 2016

19 April 2016

25 April 2016
Dan bekasnya mulai hilang. Tapi yang ditangan masih nampak putih-putih, malah mirip panu. Hahahaa.... Tapi enggak gatal kok.

09 Juni 2016

Tidak semua koleksi foto saya tampilkan. Takut banyak yang ngeri ^__^

Jadi jika satu jerawat di jidat seolah meruntuhkan hidupmu, Pityriasis Rosea Gilbert membuatmu bersyukur hanya punya satu jerawat.

Jun 2, 2016

Family Gathering 22 Mei 2016

22 Mei 2016 lalu, perusahaan tempat saya bekerja mengadakan Family Gathering. Tujuan acara sebenernya sih untuk meresmikan sport hall baru di lokasi pabrik, sekalian silaturahmi antar karyawan beserta keluarga. Total perkiraan sekitar 900 orang. Saya kebagian jadi seksi registrasi. Konsekuensinya, saya harus datang pagi sekali. Jam 06.00 sudah standby di lokasi karena memang dijadwalkan jam 07.00 sudah dimulai acara pertama. Dan saya belum sarapan makkkk.... Biarpun "kelaparan" harus tetap ceria dan semangat.


Ini panggung yang sudah dipersiapkan tim perlengkapan. Tidak terlalu besar sih, tapi ya OK lah.

 
Registrasi selesai. Menurut saya sudah cukup teratur, tim registrasi tidak terlalu kewalahan. Good job untuk kerja kerasnya. Saya sebagai koordinator merasa lega. Acara dilanjutkan dengan senam pagi. Ada dua instruktur aerobik yang didatangkan untuk memandu peserta senam. Hmm... pagi-pagi udah dapat yang seger-seger kan? Mata pasti ilang deh ngantuknya. Ya kan mas-mas dan bapak-bapak? Peserta senam paling heboh dan semangat dapat hadiah loh.

 Instruktur yang ceria dengan kostum orange
Bapak-bapak ambil posisi paling depan. Satu... dua... satu... dua... tiga... empat... lima... enam...tu...juh... delapan.


Nah, ini bagian yang paling ditunggu. Doorprize. Banyak banget doorprize yang disediakan panitia. Kulkas, kompor gas, mesin cuci, rice cooker, kipas angin, smartphone, tablet dan masih banyak lagi. Ada hadiah cash money juga lho.


Acara peresmian gedung dimulai dengan pemotongan pita melati oleh Direktur perusahaan dilanjutkan dengan potong tumpeng sebagai tanda syukur telah dibangun gedung olahraga untuk semua karyawan.



Puncak acara yaitu pengundian doorprize diiringi suara merdu para penyanyi. Dangdutan mak.... Ayo jogetnya yang semangat ya.


 
Saya dapat doorprize juga. Semua yang datang ke acara ini mendapat doorprize. Hanya keberuntungan yang membedakan besar kecil nilai hadiahnya. Saya mendapat setrika Masp**n. Alhamdulillah. Tapi yang difoto ini bukan hadiah yang saya dapat. Ini punya teman yang nitip karena lagi sholat. Abaikan mata saya yang sudah lelah dan make up yang sudah nggak karuan.


Panitia juga menyediakn photoboth dengan segala aksesorisnya. Namun sayang, segala printilan aksesorisnya lenyap dijadiin rebutan anak-anak kecil. Huhuhuuuu.... saya jadi nggak kebagian foto pakai aksesorisnya.


Keluarga besar PT. EUDE Indonesia berfoto bersama. Semoga langgeng dan jaya selalu. Semoga ini bukan Family Gathering yang pertama sekaligus terakhir. Semoga akan rutin diadakan.
 
Fio kelelahan dan kepanasan. Begitu masuk keruang kerja saya yang adem, Fio langsung leyeh-leyeh. Capek banget ya nak? Panas? :D


May 31, 2016

Kaligawe Siaga Rob, Cerita Banjir 30 Mei 2016

Persiapan berangkat kerja pagi ini, berangkat kerja pakai sendal aja. Bawa celana seragam buat jaga-jaga. Memilih motor Vari* yang relatif lebih tinggi daripada Bea*. Hari ini pun saya berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan akibat rob di Jalan Kaligawe.
 
Iya, beberapa minggu kemarin, jalan Kaligawe selalu tergenang air rob. Dan (sementara) puncak terparah hari Senin kemarin 30 Mei 2016.
 
 
Saya dan beberapa bikers EUDE kaget mendapati air rob sudah menggenangi halaman pabrik. Waduh...tinggi sekali. Mau menunggu air surut, entah jam berapa bakal surut. Mau minta jemput, percuma juga kalau jalan raya juga banjir. Mau nebeng, nggak ada yang searah. Oke... saya kan wanita (terpaksa) perkasa. Mari terabas air rob. Semangat....
 

Rob tak menghalangi saya untuk pulaaaaaang

 
Knalpot sudah ditutup kantong kresek. Saya sudah siap lahir batin. Hahahaa..... Mari menuntun motor hingga mencapai daratan. Menuntun motor di genangan air dan kondisi jalanan yang gronjal-gronjal itu menguras tenaga banget. Entah  berapa kalori yang terbuang.
 
Demi sesuap nasi, bermeter-meter kain unyu, dan segepok berlian, rob diterjang. Alhamdulillah enggak disertai hujan. Alhamdulillah lagi, motor selamat, nggak mogok.
 
Di Kawasan Industri Terboyo Timur pintu belakang aja sudah segini, apalagi di palang dan terowongan. Pasti sukses bikin banyak motor mogok.

Mar 15, 2016

Pantai Indrayanti, Tetap Cantik Meski Mendung

 
Seharusnya cahaya matahari melimpah hari itu. Namun, mendadak matahari enggan berbagi hangatnya seolah mengalah pada mendung yang terlalu bersemangat. Seharusnya angin hari itu semilir membelai raga. Namun mendadak kelebihan energi hingga bertiup kencang sekali. Air laut yang seharunya membiru jernih berubah menjadi abu-abu dengan ombak tinggi susul menyusul. Bayangan romanatisme pantai berpasir putih mendadak menghilang. Hahahhaaa.... Kayaknya salah tanggal nih datangnya. Dan Fio enggan turun dari gendongan.
 
Pantai Indrayanti, pantai yang lumayan ngehits ini terletak di Gunung Kidul. Mana ada sih pantai di Gunung Kidul yang jelek? Semuanya bagus. Tapi mungkin karena kami datang disaat yang kurang tepat, jadi agak kurang menikmati. Nggak bisa berlama-lama di tepi pantai. Dinginnnnnn.... Dan sehari setelahnya, kami terserang flu. Saya yang paling parah. Kakak, suami, Fio udah sembuh, saya masih berkutat dengan hidung meler. Nggak nyesel sih, malah jadi penasaran dengan Indrayanti yang hangat dan indah. Nanti lah diagendakan lagi. Entah kapan :D
 

 

Mar 11, 2016

Beli Kartu Pos Murah

Sebagai postcrosser, budget untuk kartu pos itu menduduki peringkat pertama. Harus koleksi banyak kartu pos biar pilihannya beragam. Tiap-tiap postcrosser punya kesukaan masing-masing. Kan sebisa mungkin, saya memilihkan kartu pos yang sesuai keinginan. Kalaupun tidak punya, setidaknya mendekati atau nggak bikin kecewa gitu.

Kali ini saya mau share tempat beli kartu pos murah. Biar murah tapi nggak murahan lho.

 
Toko online milik Yudi Harisman ini jualan kartu pos murah banget. Selembarnya cuma 2.000 rupiah. Iya, 2ribu rupiah saja. Kertasnya lumayan sih. Tebal. Cetakannya juga bagus. Rata-rata yang sudah saya kirimi kartu pos buatan myPOSTCARDS pada suka kok. Responnya cepet banget. Hari ini pesen, transfer, besoknya langsung dikirim. Dapat bonus pula. Suka deh. Besar kemungkinan, saya akan beli lagi.
 
Saya suka kartu pos Jembatan Ampera. Jembatannya sama, angle pengambilan foto juga hampir sama, tapi langit yang jadi background nya yang beda. Bagus-bagus deh.
 
wa 08127147186
Email : y_harisman@yahoo.co.id

 
2. Toko Wingko Babat Kereta Api
 
Toko yang menjual oleh-oleh khas Semarang ini juga menjual kartu pos loh. Terletak di Jalan Cendrawasih No. 14 sekitaran Kawasan Kota Lama. Harga kartu posnya muraaaaahhhhh. Nggak akan nemuin kartu pos kualitas sama dengan harga lebih murah. Harga cuma 11.000 rupiah per pack. Satu packnya isi 10 lembar kartu pos. Kertasnya tebal loh. Tapi sayang nggak bisa milih satu persatu karena tidak dijual satuan, dijual per pack. Isinya sesuai keberuntungan kali ya. Dan beberapa gambarnya kurang tajam, mungkin pixelnya kurang tinggi. Kartu pos yang bergambar Masjid Agung Jawa Tengah itu gambarnya kurang sipppp. Tapi OK-lah untuk harga 1.100 rupiah saja.

 
Sebenernya masih ada punya satu lagi. Nanti ya sambungannya.... :D


Mar 8, 2016

Belajar Menjahit Baju Anak Perempuan

"Ibu, pakai baju baru yang dibuat ibuk tadi tu..." kata Fio sehabis mandi sore hari Minggu kemarin.
 
Hah? Saya buat baju? Beneran? Saya sendiri juga nggak percaya loh. Enah kenapa, hari Minggu kemarin energi saya berlebih. Hari Minggu yang biasanya saya habiskan dengan bersantai bareng keluarga, saya isi dengan kegiatan menjahit.
 
Pola? Saya nggak bisa bikin baju dengan membuat pola sesuai aturan. Saya cuma modal gunting. Tempelin kain ke badan Fio, kira-kira. Trus potong-potong, jahit-jahit, jadi deh baju buat Fio. Sempat kekecilan sih. Trus didedel, tambahin kain, sedikit di modifikasi. Hurraaayyyyy.... sekarang jadi agak kebesaran. Maafkan ibu ya nak, nggak pinter bikin baju-baju cantik buat kamu. Ayukkk kita ke mall ajah.... :D