Jan 18, 2019

Diva Weekly Challenge #381: "A Happy (new) Medium"

Menggambar menggunakan media yang tidak biasa digunakan.

"No string, or specific tangle to use, just try a new pen, pencil, crayon, ink, marker, woodburning, carving, or a stick in the sand"

Saya biasanya menggambar menggunakan drawing pen Snowman ukuran 0.2 - 0.6. Kali ini saya pakai Pilot G-2 0.7 biru dan Sarasa Clip 0.7 merah. 

Hasilnya? Saya tidak suka sama sekali. Karena bukan drawing pen, tidak nyaman ketika dipakai untuk menggambar. Biasanya hanya untuk menulis saja sih.

Yang penting, saya menyelesaikan tantangan kali ini. Xoxoxooooo

Still, I love black and white zentangle.




Jan 10, 2019

Diva Weekly Challenge #380: Spundala...Zendala....Zenbuttonz....it's a circle

Ini zenbutton saya untuk Diva challenge #380



It's a String Thing #275

Libur telah usai. Saatnya kembali ke rutinitas. Pada challenge kali ini ada sedikit perubahan. Biasanya saya menggunakan drawing pen ukuran 0.2. Sekarang saya menggunakan drawing pen ukuran 0.6. Kalau merk masih sama, snowman. 

Pola yang disarankan : Pots-N-Pans, zeppo, CO2




Jan 4, 2019

Pop Mie Goreng Pedes Gledek

Ini murni review saya, bukan endorse ya. Reviewnya versi saya, bisa jadi berbeda untuk tiap orang.

Hari ini menu di kantin kurang membangkitkan selera, jadi ambil porsinya dikit banget. Perut masih protes tuh. Dari bisikan yang saya dengar, kurang nendang katanya. Masih lapar dan cacing-cacing di perut masih menyuarakan seruan untuk makan lagi. Cus bikin pop mie, mumpung pak bos lagi balik kenegaranya. Pak bos saya tidak suka mencium aroma popmie dan bakso. Padahal dua makanan itu enak ya bagi lidah Indonesia.

Ini kali pertama saya nyobain pop mie goreng gledek. Produknya masih lumayan baru. 

Tidak ada bubuk cabe seperti pada kebanyakan produk mie, si gledek pake minyak cabe. Cabe rawit setan kalau dari gambar kemasan. Suapan pertama, nom nom nom, enak, pedes. Micinnya ga terlalu kuat. Mungkin kalah sama si minyak cabe. Suapan selanjutanya mulai huh hah huh hah. Selanjutnya lagi, air mata mulai berlinang. Pedesssss….

Mungkin bagi pak suami, si gledek ini nggak pedes-pedes banget. Level pedas tiap orang beda kan.

Enak sih. Nggak bikin eneg. Mau nambah lagi malahan. Coba porsinya ditambah dikiiiit lagi biar pas. Si gledek ini masih kalah pedes dari si kuah ndower. Asli, ndower itu bikin panas mulut, perut dan pembuangannya. Kalo si gledek ini cukup bisa dinikmati bagi saya yang nggak terlalu doyan pedes extreme.

Mau nyobain lagi nggak? Pasti mau dong. 





Udah satu jam, rasa minyak cabenya masih nyisa di tenggorokan.


Dec 31, 2018

Menyongsong 2019

Dulu, dulu sekali. Tiap menjelang akhir tahun selalu bikin resolusi untuk tahun yang akan datang. Tapi seringnya lupa di pertengahan tahun. Menguap begitu saja.

Sekarang, saya tidak pernah membuat resolusi atau wishlist. Nikmati saja hidup ini sebagai manusia yang selalu bersyukur dan berusaha berbuat baik. Itu saja. Hidup saya terlalu simple ya. Mungkin begitu dari pandangan orang lain. Namun ada harapan besar yang selalu tertanam di hati. Hanya saya dan Allah saja yang tahu.

Semoga saya, keluarga dan kita semua selalu sehat dan bahagia.



Saya, hari ini, 31 Desember 2018, masih bekerja, hanya berempat di kantor bawah, sisanya cuti liburan, saya nggak kebagian ^_^

Dec 28, 2018

Diva Weekly Challenge #379: "HOLIDAZE"

December = Christmas = Holiday

I don't celebrate Christmas but the atmosphere of Christmas is everywhere. No long holiday for Christmas in Indonesia. And so sad, no snow in Indonesia.

Happy holiday to all. Hope your holiday is wonderful and memorable. 

#prayforkrakatau
I hope the Krakatau eruption will not trigger a tsunami again.







Dec 26, 2018

Annette Tangle Mosaic Project - My Tile

Adakah yang masih ingat Tangle Mosaic Project yang saya ikuti beberapa waktu lalu? Kalau belum membaca silahkan ke sini.

Hasilnya kereeeeennn banget. Pas udah di post, pasti dong liat punya sendiri ada dimana letaknya. Seru bisa gabung di project semacam ini. Menyatukan banyak bakat salam satu wadah. SIlahkan meluncur ke sana buat melihat secara keseluruhan. Nggak rugi pastinya.

Nah, beberapa hari kemudian, saya dapat kiriman ini. Tile saya yang sudah dibuatkan mosaicnya. Bagus ya. Heheeee… muji karya sendiri nggak masalah ya.

Terimakasih Annette. Jadi nggak sabar nunggu project selanjutnya tanggal 23 Januari 2019 nanti.





Perpanjang SIM di Layanan SIM Keliling

Mungkin tulisan ini berguna ya. 

Saya memperpanjang SIM C bulan lalu di mobil layanan SIM keliling di seberang Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum. Syaratnya hanya membawa SIM asli, KTP asli dan uang tentu saja ^_^. Nggak perlu bawa yang fotokopi segala.


Begitu datang, langsung saja ke meja yang bertuliskan "PENDAFTARAN". Di situ kita hanya menuliskan nama dan mau perpanjang SIM A atau C. Kemudian diarahkan ke bagian fotokopi. SIM dan KTP asli di fotokopi trus dilampirkan di formulir yang akan dserahkan ke bagian selanjutnya. Kita nggak perlu ngisi segala jenis data yang ada di formulir tersebut. Isinya saja saya juga tidak tau. Selanjutnya tinggal menunggu giliran dipanggil untuk proses pembayaran.

Tiba giliran saya, ada sedikit tes kesehatan. Diukur tensi dan tes buta warna. Selesai, bayar, dapat kuitansi. 

Saya sampai sekitar pukul 8 lewat 15 dan ternyata antriannya sudah lumayan banyak. Sekitar satu jam kemudian, giliran saya. Masuk ke mobil, tanda tangan trus foto. Beberapa menit kemudian, jadi deh SIM saya. Cepat pelayanannya. 

Oiya, SIM dan eKTP saya beda alamat, tapi masih kota Semarang. Nggak masalah. Nggak ditanya macem-macem.

Total biaya perpanjangan SIM C
Foto kopi                 =   3.000
Tes kesehatan          = 50.000
Perpanjangan SIM C = 75.000

Totalnya hanya 128.000. Mudah dan cepat. Kalau mau lebih cepat, datangnya agak pagi supaya dapat antrian pertama.



Dec 24, 2018

Jalan-jalan Murah : Cimory, Trans Semarang, Trans Jateng

Sabtu kemarin, saya iseng ngajak anak-anak ke Cimory. Kalau naik mobil atau motor sendiri biasa. Naik Trans Jatengnya yang nggak biasa. Iya, kami ke Cimory naik angkutan umum. Itu yang belum biasa. 

Karena secara tidak sengaja, saya dapat info kalau ada Trans Jateng rute Semarang - Bawen. Mari kita coba. Bawa anak-anak? Memang agak lebih rempong. Berhubung udah niat mau berpetualang naik bus, bismillah.

Kami berangkat berempat. Saya, Fio, Yasmin dan kakak saya Retno. Karena Yasmin belum genap 2 tahun, segala tiket masih free ya. 

Start awal, halte Trans Semarang ADA Majapahit turun halte Balaikota, per orang hanya kena tarif 3.500. Murah. Iya murah banget. Berpindah di halte Trans Jateng yang hanya berjarak beberapa meter. Dari Balaikota kami turun di halte Bergas 1 juga dikenai tarif hanya 3.500 per orang. 


Tiket masuk ke Cimory terjangkau juga kok. Hanya 15.000 per orang dan di dalam bisa ditukarkan dengan minuman. Rasanya nggak terlalu buruk. Fiorenza dan Yasmin enggak doyan tapi. Heheheee…


Di Cimory ada apa saja? Yang pasti ada sapi perah. Dan banyak spot selfi. Hahahaaa… Kalau saya suka udara dan bunga-bunganya. Fiorenza antusias banget sama ikan arapaima. 



Ada biawak, kura-kura, iguana, sapi, domba, kasuari, dan bermacam-macam burung. Anak-anak suka. Apalagi kalua bias bersentuhan ketika memberi makan.

Cake moo moo rollnya biasa aja ya. Cuma kalau enggak beli, kayaknya ada yang kurang. Harga yoghurtnya juga sama dengan harga di Indo*aret. Mbok ya lebih murah gitu. Kan Indo*aret terkenal harganya lebih mahal dibanding supermarket dan warung-warung. 











Pulangnya kami tetep naik Trans Jateng. Kalau mau lanjut naik Trans Semarang jurusan Penggaron, kami disarankan untuk turun di halte Udinus untuk lanjut naik Trans Semarang. Iseng lagi, kami tidak lanjut naik Trans Semarang, tapi memilih angkutan umum lainnya, dayatsu. Orang Semarang menyebut angkuta umum dengan dayatsu. Berasal dari merk mobilnya Daihatsu, berubah jadi dayatsu. Angkutan umum berwarna oranye nomor 08 jurusan Karang Ayu - Penggaron. Cusss…. Anak-anak hepi banget loh terutama Yasmin, karena sepi penumpang.





Next, kita kemana lagi ya naik angkutan umum? ^_^