Oct 20, 2017

Diva Weekly Challenge #337 - Artoo

Pattern Artoo dia ciptakan ketika anak keduanya lahir. Laura Harms, pemilk blog diva challenge. Sekilas mirip daun ya. Saya mencoba membuatnya seperti ini. Apakah ini termasuk mandala? Ada yang bisa bantu jawab? Pada challenge kali ini, saya kembali belajar shading, tapi cuma sebagian. Susah juga ya teknik shading.

Happy birthday Artoo, best wishes for you.


Oct 13, 2017

Diva Weekly Challenge #336: Striping - Monotangle

Monotangle. Jadi harus menggambar dengan satu pola. Pola yang dipilih kali ini Stripping. It is not as easy as it seems. Berpikir bagaimana satu pola bisa menjadi gambar yang menarik. Setidaknya bagi diri sendiri. Saya kagum sama peserta diva challenge. Karyanya wow banget.

Ini hasil gambar saya. Tidak terlalu bagus menurut saya. Saya harus lebih banyak menggambar dan menggambar. Melatih tangan membuat garis lurus yang panjang tapi mulus tanpa keriting.




Oct 11, 2017

Diva Weekly Challenge #335: "UMT - Tint by Henrike Bratz, CZT"

Hurraaaayyyy saya mengikuti Diva Challenge lagi. Setelah sekian lama saya tidak menggambar. Sekedar melemaskan otot tangan untuk menggambar. Pola zentangle yang dipakai kali ini Tint by Henrike Bratz, CZT. Pada tantangan ini, saya belajar shading. Belum sempurna sih, tapi tetap harus mencoba. Tint sebagai bintang utama pada tantangan ini sengaja tidak saya tambahkan shading, agar sedikit menonjol diantara paradox dan kotak hitam putih khas Bali, entah namanya apa.

Silahkan klik label diva challenge dan zentangle untuk melihat gambar saya yang lainnya


Sep 27, 2017

Terang Bulan Semarang - Semanis Kenangan Tempo Dulu


Ada yang masih ingat kue ini? Jajanan yang masih eksis sejak jaman saya masih SD. Coba tebak, saya lulus tahun berapa? Ehh... ngga usah lah ya. Ntar ada yang jawab 10 tahun kan jadi berasa muda. Iya...iya... saya lulus SD 20 tahun yang lalu. Haahahaaa...

Jadi, kue terang bulan ini sampai sekarang masih ada loh. Saya beli pagi tadi di depan toko Laris Kosmetik Tlogosari. Bapaknya tiap hari mangkal di sana. Saya tanya keliling kemana saja. Dia jawab, mangkal di situ sampe dagangan habis. Kalau kalian ada yang kangen jajanan ini, langsung aja ke Tlogosari. Trus setahu saya ada satu lagi di Jembatan 4 Tlogosari. Semisal bentar lagi jembatannya diperbaiki, palingan cuma geser ke jembatan 3 atau 5. Masih seoputaran Tlogosari juga. Harganya lumayan murah, 7 ribu saja selembarnya. Dilapis gula, cokelat, selai strawberry (mungkin) dan mesis. Manis....

Ini terang bulan klasik kalau saya bilang. Topingnya belum dimodif dengan banyak rasa dan varian. Tapi percayalah, ketika mengigit si manis ini, seketika kamu pasti kebayang masa-masa SD. If I could turn back time.... Ya begitulah. Selalu ada cerita di setiap gigitan.



Sep 18, 2017

Gerobak Batja di Taman Virgin Semarang

Dulu sekali saya pernah cerita taman virgin, alternatif hiburan murah meriah. Meski Fio sering saya ajak kesini, tapi saya jarang cerita. Ya karena itu-itu saja. Masih sama seperti dulu. Nah, kali ini ada yang beda. Sekarang ada semacam perpustakaan mini dimana semua boleh baca gratis. Saya hanya melihat sekilas, karena Fio lebih asyik bermain-main dan lari-lari.

Isinya lumayan banyak kok. Tapi kenapa komik Inuyasha ga laku ya? Ah, mungkin itu komik angkatan saya, emak-emak. Jadi anak kecil sekarang kurang begitu paham. Mungkin lho ya.

Perpustakaan mini ini dibuat oleh komunitas yang peduli pada minat baca masyarakat Indonesia, Gerobak Batja. Bagus juga ya, ada komunitas semacam ini. Saya jadi mencari tahu tentang komunitas ini, dan ketemulah http://www.gerobakbatja.org. Semoga dengan adanya komunitas yang peduli minat baca, masyarakat Indonesia lebih gemar membaca. Kalau ada yang mau jadi relawan atau menyumbangkan buku, klik aja linknya. Atau datang aja ke taman virgin agar lebih dekat dengan komunitas ini.

Mari bongkar buku-buku yang sudah kebeli tapi belum sempat dibaca. Jadi malu beli buku Muhammad Teladanku, belum semuanya kebaca. Padahal hanya 16 buku yang tidak terlalu tebal.


Sep 5, 2017

Postcard from Finland - The Famous Inge Look

Setiap kali membaca profil postcrosser, selalu saja ada Inge Look dalam whishlistnya. Penasaran sih sama Inge Look ini. Dan akhirnya saya mendapatkan kartu pos Inge Look. Hurrayyyyyy.... Senangnya hati ini.

Inge Look seorang artis dari Finland. Dan kartu ini juga dari postcrosser Finlandia. Terimakasih ya. Yang paling terkenal dari Inge Look itu ilustrasi dua nenek-nenek bahagia. Coba deh ke sini, dan lihat kebahagiaan dua nenek tersebut. Dan mottonya “Time is not money and spending it isn’t a sin”.

Bolehlah ditiru optimis dan kebahagiaannya. Biar tua, tetap having fun.



Aug 18, 2017

DIY Postcard - Teka Teki Silang Suka-Suka

Kapan terakhir kali ngisi TTS? Biasa ada di koran atau kalau agak niat ada bukunya. Dulu sih sering ditawari kalau pas naik bis umum. Sekarang udah jarang pergi-pergi, jadi ya tidak tau, apakah TTS itu masih eksis. Dan cover biasanya model-model cantik semlohai gitu.

Pernah kepikiran nggak, teka-teki silang dijadikan kartu pos? Sepertinya unik ya. Untunglah banyak website pembuat teka-teki silang atau crossword puzzle. Mudah banget langkah-langkahnya. Tinggal masukin jawaban dan pertanyaan. Dan taraaaaaa.... Jadilah kartu pos Teka-Teki Silang Suka-Suka.

Saya cetak di kertas biasa, HVS bekas ya. Terus saya tempel di kertas bekas yang agak tebal, bekas map. Jadilah kartu pos jadi-jadian ini. Untuk menambah kesan vintage supaya tidak putih polos, saya beri tumpahan kopi. Vintage jadi-jadian juga sih.



Setelah jadi, saya baru sadar jika ada hint jawaban dari TTS itu. Ah, sudahlah. Hanya untuk bersenang-senang saja bukan? Postcrossing is about fun.

Jul 27, 2017

DIY Postcard - Quote : No Friendship is an Accident

Jadi begini. Sebenarnya saya ingin membuat kartu pos seperti OWS (One Sheet WOnder) yang banyak bertebaran di pinterest. Satu lembar kertas bisa jadi belasan kartu ucapan. Berhubung saya emak-emak dengan dua balita, sepertinya agak susah membagi waktunya. Jadi saya membuat yang sederhana dan mudah saja. Kertas kadonya kebetulan dapat yang sudah kotak-kotak. Tidak perlu diukur, tinggal gunting sesuai garis saja. Tempel kertas kado pada kertas polos. Saya punya stok banyak. Tambah satu quote "No Friendship is an Accident" dari O Henry, Heart of the West. Gampang banget kan? Tanpa tutorial, sepertinya siapapun bisa membuatnya.

Stok kertas polos saya terbuat dari kalender meja dipotong 11.5 cm x 15 cm dan dilapis amplop coklat bekas.

Saya sengaja pilih quote ini, karena memang mau dikirim untuk teman-teman. Quotenya hasil search di google. Semoga yang menerima suka dengan kartu pos handmade ini.



Jul 24, 2017

Free Image Untuk Berbagai Keperluan

Jadi, beberapa minggu ini saya rajin banget mengunjungi pinterest. Ngepin sana sini, yang katanya buat inspirasi. Tapi nyatanya hanya di pin saja tanpa eksekusi. Ya, itulah saya.

Hari ini, bertemulah saya dengan web ini. Suka banget. Beda orang, beda selera sih. Saya suka gambar-gambar yang dibagi gratis disini. Saya suka yang scrapbook paper. Saya banget lah gambar-gambarnya. Donlot sebanya-banyaknya, Entah kapan mau dicetak dan dipakai. Yang penting nabung dulu. Heheeee...

http://www.freeprettythingsforyou.com

Berhubung saya belum pernah nyobain scrapbook, sepertinya beberapa cocok dijadikan kartu pos. Asal bukan untuk tujuan komersial, gapapa kan ya. Lagian kan emang udah dibilang gratis.

Seperti yang ini, tinggal dikasih quote-quote bijak pasti jadi kartu pos keren. Nanti kalau sudah jadi (entah kapan), saya kabari lagi ya.


Gambar-gambar yang disediakan banyak. Bisa untuk berbagai keperluan, terutama yang suka per-DIY-an dan kerajian tangan.

Jul 17, 2017

Meet Up Hari Terbit Pertama Prangko Postcrossing

Tanggal 14 Juli 2017, Indonesia mengeluarkan prangko resmi dengan tema Postcrossing. Akhirnya negara mengakui keberadaan komunitas ini. Komunitas Postcrossing Indonesia. Senangnya. Sekaligus merayakan 12 tahun Poscrossing. Udah lama juga ya kegiatan bertukar kartu pos ini. Untuk merayakan dua acara tersebut, diadakanlah meet up di beberapa kota serentak hari Sabtu 15 Juli 2017 yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta dan Surabaya.

Alhamdulillah jadwalnya pas, dan pas kebetulan juga Fio mau diajak ikut. Ini kali kedua saya ketemu sesame pecinta kartu pos Semarang meski sudah dua tahun lebih bergabung. Jadwalnya seringnya ngga pas sih. Saya kan emak beranak dua, jadi agak susah menyesuaikan jadwal mereka ^_^

Yang datang cuma berempat, saya, Fio, Utie, Audrey. Tambah satu lagi mba Riva petugas pojok filateli Kantor Pos Johar. Jadilah kami cuma berlima. Fio diitung loh. Fio juga suka kartu pos meski bukan member resmi Postcrossing. Acaranya sih tanda tangan kartu pos, ritual meet up Postcrossing di berbagai kota di seluruh dunia. Trus Utie berbaik hati bagi-bagi kartu pos. Seorang dapat satu set isi 5 kartu pos. Lumayan banget kan ya.

Si bintang acara, prangko tema Postcrossing sepaket sama kartu posnya. Satu sheet prangkonya seharga 54.000 isi 18 prangko. Kartu pos isi tiga dihargai 9.000 saja. Murah meriah. Pengennya beli banyak sih, tapi tetep ya si emak ini mikir belanja dan kelanjutan hidup keluarganya. Jadi saya hanya beli 2 set dan 1 sheet prangko.




Kartu posnya saya jadiin maxi card. Kan kalo hari terbit pertama pasti ada cap resmi dari Pos Indonesia juga. Ah, saya jadi suka sama maxi card. Mungkin akan jadi tema koleksi saya selanjutnya.



Pendapat saya soal prangko: desainnya bagus. Saya suka. Meskipun suka, saya kurang sreg sama prangko dengan gambar cewek duduk deket jendela. Entah kenapa saya melihatnya kurang Indonesia. Kalau yang Gatotkaca dan Bali, suka banget. Indonesia abis deh pokoknya. Nah, berhubung gambar kartu pos dan prangkonya sama, di jadiin maxi card kurang maksimal. Kartu posnya rame, prangkonya pun rame. Maxi card enggak harus sama gambarnya, yang penting setema. Jadi mungkin lebih indah dan bagus, kalau kartu posnya lebih sederhana. Begitu saja sih menurut saya. Kalau sama-sama rame, prangkonya jadi enggak kelihatan jelas. Kurang cetar gimana gitu.





Meet Up serentak 6 kota. Foto saya comot tanpa ijin dari fb KPI ^_^
Meet Up Semarang, saya comot juga dari grup Komunitas Postcrossing Indonesia

Update : Sudah ada ulasannya di official postcrossing
https://www.postcrossing.com/blog/2017/07/22/indonesian-postcrossing-stamp-launch

Postcard from Russia - Simple



Postcard from Germany - Dragon



Postcard from Ireland - Greeting from Ireland



Postcard from USA - Beautiful Lamp



Jul 5, 2017

Zentangle - Istimewa


Saya suka pattern ini, Tapi saya tidak tau nama patternnya. Ilmu per-zentangle-an saya masih cetek. Istimewa bukan? :D

Mumpung masih bulan Syawal, perkenankan saya mengucapkan

Selamat Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin
Kosong-kosong lagi ya



Jun 14, 2017

2 Tahun Ber-Postcrossing

Dua tahun itu lama banget ya, kalau pacaran. Setara sama lamanya nyicil motor. Tapi entah mengapa, sepertinya dua tahun itu waktu yang singkat bergabung di dunia postcrossing. Saya hanya menerima 65 kartu pos dan mengirim 62 kartu pos, ada yang tidak pernah sampai ke tujuan. Di sela-sela official postcrossing, saya juga bergabung di grup Komunitas Postcrossing Indonesia. Saya tidak popluer di situ, tapi saya sering menang giveaway. Total ada banyak yang saya terima dari ikut-ikut kuis di grup tersebut. Saya juga tidak pernah melapor di wall grup ketika menerima kartu pos. Tapi percayalah, saya selalu memberi kabar kepada pengirim jika kartu posnya sudah saya terima dengan selamat. Ada perasaan senang dan bahagia ketika Fio bilang "Ibuk, dapat kartu pos" sepulang saya bekerja. Alhamdulillah.
Sedikit tulisan merayakan dua tahun ini berpostcrossing. Beberapa tidak terfoto. Sepertinya saya lupa.


Jun 2, 2017

DIY : Handmade Postcard dari Kardus Bekas

Selama saya vakum dari dunia blogging dan postcrossing, saya tetep lho kepoin grup Komunitas Postcrossing Indonesia di facebook. Saya tetep mantengin grup, mana tau ada yang bagi-bagi kartupos dengan syarat yang mudah. Dapat sih. Saya lumayan beruntung. Dapat juga dari GA di Postcrossing. Nah, selama kepo, kartupos dari kardus kemasan makanan atau minuman lagi happening banget. Rame-rame pada share dan bagi-bagi kartupos semacam ini. Dan saya jadi ikutan ngumpulin kardus-kardus kemasan. Pas Yasmin lagi tidur, saya bikin juga. Tapi ya sekedar bikin dan ditumpuk saja. Belum dikirim apalagi dibagi-bagi. Entahlah. Mungkin suatu hari nanti mau bagi-bagi kartupos kardus itu.

Ini dia kartupos buatan saya. Jadi kayak semacam promo gratis ya. Ada yang mau swap? :D




Bikin kartu pos dari kalender juga bias. Banyak kalender yang menampilkan gambar menarik dengan kualitas bagus. Saya punya kalender bekas sebuah bank yang quotenya lumayan menarik. Ambil aja bagian yang menarik. Tinggal percantik halaman belakangnya. Jadi deh sebuah kartu pos lucu.


Today's ambition is tomorrow's legacy. Bagus kan quote nya.

May 22, 2017

Freezer ASIP, Sewa atau Beli Baru?

Buat para ibu pekerja atau working mom, pastinya tetep ingin memberikan asi exclusive-nya buat anak. Ya caranya dengan pumping Asi di sela-sela bekerja. Sekarang sudah banyak perusahaan yang peduli dengan kaum ibu macam saya. Perusahaan menyediakan ruang laktasi yang dilengkapi dengan kulkas pendingin maupun freezer. Tapi sayang, ditempat saya bekerja belum ada ruang khusus seperti ini. Jadi ya saya pumping di sebelah ruang pantry yang memang kosong. Kalau freezer jelas ngga ada juga. Saya bawa cooler bag beserta ice gelnya.

Nah, untuk menyimpan ASIP (Air Susu Ibu Perah) ini wajib ada freezer dirumah. Entah yang gabung dengan kulkas atau khusus. Berhubung saya udah nyetok ASIP seminggu sejak Yasmin lahir, stok ASIP saya lumayan banyak. Freezer yang gabung sama kulkas 2 pintu udah ngga muat lagi. Mau ngga mau harus punya freezer khusus.

Foto saya ambil bulan April

Sebaiknya sewa atau beli baru ya?

Setelah saya gugling tarif sewa freezer di Semarang, tidak banyak pilihan. Itu lagi itu lagi yang menyewakan. Harganya 150.000 rupiah per bulan dengan minimal peminjaman 3 bulan. Lumayan juga kan ya? 3 bulan saja sudah harus keluar 450.000 rupiah. Sebagai ibu, pastinya ingin memberikan ASI jangka panjang, minimal sampai 2 tahun. Dengan perhitungan ini, mending saya beli saja. Kebetulan ada info dari teman, elektronik dengan harga agak miring. Kebetulan lagi tokonya deket sama rumah. Ternyata barang-barang yang dijual itu punya cacat fisik jadi enggak bisa dijual di toko dengan harga normal. Ah, cuma baret sedikit di pintunya tak mengapalah. Toh, yang saya butuhkan bukan tampilannya. Saya dapat freezer Toshiba 4 rak dengan harga 1.600.000 rupiah. Lumayan sih. Kalau baru bisa 2 jutaan lebih. Kalaupun bisa bertahan dua tahunan udah untung, daripada sewa.

Jadi, kalau menurut saya lebih murah beli baru untuk pemakaian jangka panjang. Ayuk semangat pumping buat ibu-ibu pekerja yang punya bayi masih nyusu. Nggak ada kata capek untuk anak.

Dan sampai hari ini, stok ASIP saya masih banyak. Masih mikir-mikir buat beli freezer lagi. Mikir biaya listriknya sih.

May 19, 2017

Selamat Datang Dik Yasmin

Akhirnya bisa update blog lagi.

Yasmin Divinia Riva, lahir sehari setelah kak Fio merayakan ulang tahunnya yang ke empat. Selamat ulang tahun kak Fio. Semoga enggak sering-sering rewel lagi, tambah pinter, tambah rajin, tambah dewasa. 


Jumat, saya masih bisa tiup lilin kue ulang tahun kakak. Masih biasa saja. Paginya, perut udah mulai kontraksi, tapi masih hilang timbul. Saya masih sempat lho liat Ji Sung dalam serial Defendant, hahahaaa... Agak siangan, kontraksi makin sering. Udah nggak konsen liat kegantengan om Ji Sung, papa idaman bingit. Tapi berhubung ini anak kedua, nggak sepanik pas Fio dulu. Saya masih santai, mondar mandir didalam rumah. Masih "bisa" ngurus Fio dikit. Akhirnya setengah 2 siang, saya berangkat ke bidan. Udah sakittttt... Tapi tau sih kalau lahirnya bakalan masih nunggu beberapa jam lagi. Jam 3, dicek udah bukaan 3. Alhamdulillah. Jalan-jalan di kamar bersalin lagi. Ngrasain sakit cenut cenut pinggang mau copot. Dan bapaknya Fio tetep iseng ambil gambar pas saya lagi sakit-sakitnya, tapi enggak berani nemeni istrinya lairan di dalam kamar bersalin. Huhuhuuuuuu... 

Setelah melalui proses sakit cenut-cenut tadi, jam setengah 6 menjelang maghrib, Yasmin lahir bersamaan dengan turunnya hujan yang lebat sore itu. Lebih cepet daripada Fio. Iyalah, kan anak kedua. Tapi jangan tanya sakitnya ya. Lebih sakit yang ini. Ngeden puluhan kali (sampai lupa berapa kali ngeden) enggak mau keluar juga si dedek. Luka jahitannya juga sembuhnya lebih lama. Hampir dua minggu lebih  baru bisa normal berjalan. Sebelumnya jalan kayak penguin gitu, kata kak Fio dan bapaknya. Kalau dulu si kakak, jahitan saya udah sembuh seminggu saja.

Alhamdulillah semua sehat, semua lancar, lairan normal, asi langsung keluar.


Sesaat setelah lahir

Masih di bu bidan

Selamat datang di rumah Yasmin sayang
Soal nama. Seperti biasa, suami ngajuin beberapa nama untuk saya pilih. Saya pilih Yasmin Divinia Riva meski belum tau arti namanya. Sebenernya saya minta kalau ejaan Yasmin diganti jadi Jasmine. Alasannya sepele sih, biar kalau sekolah enggak dapat absen paling bontot. Hahahaaaa... remeh banget ini. Tapi bapaknya enggak mau. Tetep maunya Yasmin. Okelah, daripada berantem gegara satu abjad, bakalan menguras energi. Abis lairan kan capek ya.

Jadi Yasmin Divinia Riva artinya wanita cantik seperti bunga melati yang hebat dalam melakukan sesuatu.

Yasmin ( Indonesia ): Bunga Jasmin (Melati)
Divinia ( Latin ): (bentuk lain dari Diva) Hebat
Riva ( Karakteristik ): Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Baik hati, penuh pertimbangan. Intuitif dan penuh inspirasi. Cerdas, berjiwa petualang.

Semoga engkau sehebat doa yang tersemat dalam namamu ya nak. Jadilah pejuang di jalan Allah SWT.

Yasmin digundul setelah 35 hari

Yasmin makin chubby

Pinjam bandonya ya kak Fio

Kakak Fio sayang dik Yasmin