Dec 23, 2010

[Newspaper Project] Roses

Another project using newspaper.
Kali ini aku buat mawar dari kertas koran bekas. Mungkin dengan menggunakan kertas warna warni, mawar terlihat lebih cantik. Tapi dengan koran, mawar terlihat unik. Ide awal sebenarnya berawal dari gugling tulip. Dan ketemu gambar tulip dengan pola berita koran di kelopaknya. Ternyata tulip koran itu hanyalah rekayasa photoshop.

Kupikir, bunga dari koran lucu juga. Dan project dimulai. Tapi aku enggak buat tulip (karena susah), sebagai ganti aku buat bunga mawar.
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan simple, hanya gunting, lem kertas, sapu lidi dan tentunya koran bekas.
Pertama, aku buat pola kelopak mawar, terdiri dari dua bentuk. Kelopak biasa dan kelopak bentuk hati atau love. Di ujung masing-masing kelopak aku gulung sebagian dengan bantuan lidi. Aku buat banyak karena satu mawar membutuhkan 10 sampai 14 kelopak. Satu kelopak mawar aku gunakan koran rangkap, karena jika hanya satu lembar Koran, terlalu tipis dan bentuk mawar jadi lembek.
Langkah selanjutnya tinggal menyatukan kelopak-kelopak tadi dengan di lem pada batang lidi. Tempelkan saja sesuka hati, sesuai perasaan, melingkar, dan terbentuklah sebuah mawar dari koran bekas. Lucu kan?

Dan jadilah sekuntum mawar dari kertas koran bekas. :-D

Dec 17, 2010

Koran Bekas Bisa Jadi Apa ya?

Koran, kalau udah lewat sehari setelah dicetak, dapat dipastikan kalau koran itu udah basi. Dan paling-paling akan jadi bungkus gorengan. Kok sayang banget ya. Padahal untuk membuat selembar kertas, manusia udah nebang berapa ratus pohon? Dan pohon enggak bisa dicetak pakai mesin pabrik dalam hitungan detik. Pohon butuh bertahun-tahun untuk tumbuh. Dan hutan Indonesia sudah berkurang banyak. Banyak sekali. *Mengheningkan cipta sejenak untuk hutan Indonesiaku*



Pas, kemaren ada waktu aku buat sesuatu dari koran bekas dan plastik. Sekedar memanfaatkan koran bekas.

Pertama, buat persegi panjang dengan ukuran 30cm x 15cm. Lipat rapi menjadi dua sehingga bentuknya jadi persegi. Kemudian sisi bawah dan pinggir kanan aku rekatkan dengan impulse sealer made in China. Sisakan satu bagian terbuka. Kalau jaman dulu pakai lilin buat ngrekatin plastik.





Buatlah beberapa persegi. Kalau aku buat 16 buah. Biar bisa muat banyak.



Selanjutnya buat sampul atau bagian luarnya dengan kardus. Aku pakai kardus bekas bungkus roti. Kan agak tebal tuh. Buat menyerupai sampul buku tebal.



Setelah itu,bagian sampul aku bungkus dengan koran bekas. Aku memilih bagian iklan film bioskop agar sedikit menarik dan berwarna.

Masukkan lembaran-lembaran plastik yang udah dibuat tadi ke dalam sampul kardus. Gunakan lem yang kuat.



Dan jadilah tempat CD/DVD. Lumayan, driver-driver program original dan bajakan tidak lagi tercerai berai.



Dec 4, 2010

Mbak...Pake Deodoran Duong

Pusing, mual, pengen muntah masih berasa hingga malam ini. Efek keracunan itu ternyata belum sepenuhnya hilang. Bukan keracunan makanan atau minuman, tapi keracunan bau ketek. Gila...bau banget tuh ketek.

Ceritanya hari ini menghadiri training UMKM di Unnes. Semua diawali dengan biasa saja. Enggak ada yang spesial.

Tragedi dimulai ketika dua orang perempuan menempati bangku kosong di deretan depanku. Ketika mereka berjalan mendekat, enggak ada perasaan aneh ataupun bad feeling sebelumnya. Tetapi pas mereka duduk, tiba-tiba udara menjadi tercemar. Yup, bau ketek salah satu perempuan itu sungguh membuatku menderita. Dua jam penuh aku berjuang untuk bertahan hidup. Mau pindah, kok ya bangkunya penuh. Ya Allah, ampuni dan bantulah hambaMu ini.

Masalah bau badan enggak bisa dianggap enteng dan sepele. Bau badan bisa memicu perpecahan dan peperangan karena mengganggu stabilitas dan keamanan nasional. Emm... nggak gitu juga kali. Tetapi yang pasti bau badan mengganggu kenyamanan orang-orang sekitarnya. Entah kenapa, beberapa orang tu nggak sadar kalo bau keteknya bikin eneg. Dan teman-teman sekitar merasa sungkan untuk kasih saran dan masukan, berpura-pura semua baik-baik saja meski dalam hati mengumpat. Anjr*t...ketek loe bau banget!!!!

Kembali ke mbak-mbak yang tadi. Emang sih dalam Islam, wanita nggak diperbolehkan memakai parfum dan wewangian jika keluar rumah. Namun hal ini nggak boleh dijadikan alasan buat seorang wanita muslimah untuk tampil dengan bau badan tidak sedap. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan bau badan. Cara yang paling efektif dengan memakai deodoran selain harus tetap menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dua kali sehari. Banyak varian yang ditawarkan produk deodoran, tinggal pilih aja yang sesuai dengan kepribadian dan kondisi masing-masing.

Kalau nggak mau pakai deodoran atau bedak ketek, masih banyak kok cara lain. Misalnya dengan minum jamu atau obat herbal. Mau bikin sendiri atau instan, lagi-lagi tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Daun sirih, kemangi, beluntas, udah terkenal bisa mengurangi efek tidak sedap bau badan. Cukur juga tuh bulu keteknya. Karena bakteri suka berkembang biak di tempat lembab seperti bulu ketek yang berkeringat. Hindari juga makanan yang memicu bau badan seperti bawang merah, putih, bombay. Bawang nggak hanya bikin bau mulut, tetapi juga memberi kontribusi pada bau badan juga.

Yang bikin aku heran, ni orang kan mahasiswa. Harusnya tu punya pengetahuan dan wawasan yang luas. Google juga udah sediain berjuta-juta tips ngilangin bau badan, dari yang gratis, murah, sampai yang mahal seperti botox dan operasi. Mbok sekali-sekali browsing to mbak mbak. Kasian kan yang ada di sekelilingnya. Harus menjadi "munafik" untuk tetap berada di sampingmu.

Sayang kan kalau ada yang bilang, ayu-ayu kok mambu to mbak...

Dan sebagai sahabat, seharusnya juga kasih saran jika emang peduli dan sayang. Enggak cuma biarin seorang sahabat terjebak dengan bau badan yang enggak dia sadari.

---
Jangan lupa pakai deodoran setelah mandi dan sebelum keluar rumah. Pakai parfum juga ya. Pokoknya jaga kebersihan tubuh deh.

Nov 23, 2010

What a Bad Day

Pagi hari sih seperti biasa berangkat kerja pukul setengah sembilan. Dari rumah emang udah ada niat mampir bentar ke Kantor Pos buat bayar pajak. Setelah antri, hla kok sistem pajak error. Hufth…. Ya sudahlah.

Sampai kantor, seperti biasa cek email dulu. Trus langsung cabut ke Kantor Pajak buat bayar dan sekalian lapor. Antri panjang bener, padahal udah tanggal tua. Pas udah tiba giliran hla kok di tolak. Katanya harus carbonized. SSP tu kan rangkap 4, nah yang belakangnya nggak boleh di print satu-satu. Harus pake karbon. Kan aku nggak tau, biasanya bayar di kantor pos juga oke-oke wae. 

Nggak mungkin nunggu besok, soalnya ini minggu terakhirku di kantor. Semua dokumen harus udah beres. Di sebelah kantor pajak kan ada Bank BRI, kucoba ah, mana tau bisa bayar di situ. Oalah, ternyata hanya bisa di kantor BRI pusat dan di BRI Kas. Kantor BRI pusat? Yang di Jalan Patimura itu? Jauh amirrr….. Dan dikasih taulah BRI Kas Karang rejo (belakang PLN). Kata petugas bank itu bisa. Meluncurlah diriku di tempat itu. And guess what??? Nggak bisa juga, disarankan ke BRI Pusat. Hmm…tidak terima kasih. Kalau ada mobil kantor mending, lha ini bawa motor sendiri ogh. Panasssssssss dan jauh!!!

Eh…maju dikit kan ada kantor pos to. Coba ah, mudah-mudahan nggak error lagi. Nah, pas keluar dari parkiran BRI, high heelnya bikin ulah, dan terjatuhlah aku bersama sastroku tersayang. Sastro enggak lecet kok. Masih mulus. Sedangkan aku, lumayan, terkilir dikit di kaki kanan. Dan yang pasti malu sama security-nya.  Kok bisa sih jatuh, wong nggak ada yang nabrak.

*Lempar high heel ke siapa aja. Benciiiiih

Dengan kaki masih berasa sakit, paksain deh ke kantor pos, jaraknya cuman 100 meteran. Sampai di kantor pos, tetap berdoa dan harap-harap cemas. Semoga bisa ya Allah. Dan…Alhamdulillah lancar, nggak trouble lagi. Bayar udah selesai, dan saatnya kembali ke kantor pajak buat lapor. Antrinya sih cuma nungguin satu orang, tapi kok ya lamaaaaaaaaa banget.

Actually, it’s not really a bad day. Aku pernah mengalami yang lebih buruk dari ini. Dan aku masih hidup sampai detik ini. Terimakasih ya Allah buat semua anugerah dan cobaan yang Engkau berikan. Semoga danie selalu bersyukur dan tabah.

 

Nov 16, 2010

High Heel vs Coro

Sebenarnya aku teramat sangat tidak menyukai high heel. Sungguh tersiksa jika harus memakainya. Tapi ini konsekuensi hidup yang harus kujalani. Hufthhh....Seandainya high heel tidak pernah ditemukan dalam dunia fashion.

Dulu pertama kali pakai high heel, jalane wagu. Nggak enak diliat deh. Sumpah, kayak terpaksa gitu. Tapi setelah genap seminggu, semuanya jadi aman terkendali meskipun kaki sempat keseleo pas lagi belajar. Untuk jadi cantik emang butuh perjuangan dan pengorbanan. 

Sekarang aku berdamai dengan high heel. Sedikit.

High heel itu berjasa. Berhasil menumpas kecoa yang nyasar di ruangan kantor. Dengan jurus maut, kulibas si kecoa nakal itu dengan high heel. Sebenarnya aku nggak terlalu jijik dengan kecoa. Nggak teriak-teriak histeris kalo liat. Tapi kok bawaannya pengen nimpuk gitu. Mukanya itu loh, enggak banget. Tapi engak sejelek laba-laba, tarantula, dan keluarganya.

Semoga high heel itu berjasa lagi di kemudian hari.

Nov 8, 2010

Bakso Meteor


Warung bakso yang ini diberi judul "Bakso Meteor", ada di jalan Lamper Tengah Raya. Tempatnya seperti kaki lima pada umumnya, tapi ada juga tempat lesehannya, berupa pondok bambu. Ada 4 pondok bambu di warung ini. Setiap pondok banbunya bisa manampung 7 sampai 8 orang. 



Karena judulnya bakso meteor, jadi semua menu ya bakso, bakso iga, bakso bakar, bakso puyuh, bakso mercon, dan lain-lain. Rasakan kuah bakso asli untuk mengetahui enak atau nggak bakso itu. Jika kuah asli  (sebelum ditambah kecap, saus dan sambal) enak, ditambah apapun pasti lebih nikmat. Kalo dari awal udah ngak enak, mau ditambah kecap, saos dan sambalpun, pasti tetep nggak karuan rasanya. (Berlaku juga untuk soto, tapi tidak untuk mie ayam <<>



Nah, di warung ini kok agak kecewa dengan rasanya. Blas, nggak enak. Pas nyobain kuahnya, rasanya udah nggak berkompromi. Ditambah kecap dan sambal, tetep aja nggak bisa top markotob. Hanya nyaman tempat dan harganya saja. Trus yang bikin agak gondok, menu nasi iga panggang. Kalau liat harganya sih udah curiga, kok bisa iga pangang semurah itu? Pas pesanan nyampai di meja, olala... Ternyata bakso iga yang dipanggang, diberi saos dan mayones diatasnya. Weleh...kalo ini sih namanya bukan iga panggang. Tapi kok dikasih nama nasi iga panggang? 


Menurutku eman-eman modal yang dikeluarin pemiliknya. Modal buat bikin tempatnya aja udah banyak. Trus buat bayar karyawan jumlahnya 6 orang. Tapi pengunjungnya dikit. Dan aku memprediksi, orang-orang yang datang kesini pasti buat nyobain aja. Untuk kembali lagi dan jadi pelanggan rasanya tidak mungkin. Karena aku juga nggak mau balik kesana lagi sebelum rasanya berubah. Masih mending rasa bakso keliling di kampung. Biar cuma gerobak, tapi rasanya nikmat.

Tidak layak diberi judul bakso meteor. Sebaiknya cita rasa bakso di warung ini harus diperbaiki agar bisa bertahan dan memiliki banyak pelanggan.

Nov 3, 2010

When I was Young (part 2)

Pagi-pagi udah dengerin lagu-lagu melow, mendayu, menusuk kalbu. hahaa...lah pagi-pagi udah lebay. Yup sampai kantor, pagi ini disambut dengan alunan lagu yang liriknya seperti ini : (*ambil microphone, ehem...ehem..test...test*)

mencari sebab serta mencari alasan

supaya tercapai hasratmu

manis di bibir memutar kata

malah kau tuduh akulah segala penyebabnya

siapa terlena pastinya terpana

bujuknya rayunya suaranya

yang minta simpati dan harapa

.................

Dan lagu itupun berakhir, disusul lagu kedua

Kusangkakan panas berpanjangan

Rupanya gerimis, rupanya gerimis mengundang

Dalam tak sedar ku kebasahan

Pernah juga kau pinta perpisahan

Aku sangkakan itu hanyalah gurauan

Nyata kau serius dalam senyuman

.................

Dan lagu-lagu Malay jadul pun berkumandang. Hmmm...jadi inget masa mudaku dulu. SD kalo nggak salah. Lagu-lagu Malay emang lagi booming di Indonesia. Hampir setiap saat dapat kita dengar dan lihat, Di tipi atau radio. Lagi-lagi, untuk yang seumuranku, pasti juga mengalami zaman ini. Zaman keemasan lagu malaysia. Waktu itu, aku belum ngerti lagu barat selain OST Maria Mercedes, dan beberapa lagu Michael Learns To Rock. Saat itu, murid SD juga belum mendapat materi bahasa Enggres, dan aku baru belajar Enggres kelas VI SD. Jadi ya maklum, kalo nggak tau lagu2 Barat. Dan lagi, bapak ibu pecinta produk lokal, seperti Panbers, D'lloyd, Mercys, Ebit G Ade, Chrisye, sampai Ida Laela dan Bang Haji Rhoma Irama. Otomatis koleksi mereka didominasi musisi lokal. Bener2 cinta Indonesia.

Lagu yang sampai sekarang masih tertanam di benak

* Isabella versi asli Search, di daur ulang sama ST 12

* Mencari Alasan by Exist, udah didaur ulang juga

* Gerimis Mengundang by Slam, metal abis (Melayu Total)

* Rindu Serindu Rindunya Spoon, Hmmm... garpunya kemana yak?

Trus atu lagi yang nancep di otak, nggak bisa di keluarkan dengan operasi bedah otak sekalipun.

* Suci Dalam Debu, Iklim <<> baru tau sekarang kalo judulnya itu, bis search google, kalo dulu asal nyanyi ajah.

== Suatu hari nanti - Pastikan bercahaya - Pintu akan terbuka - Kita langkah bersama - Di situ kita lihat - Bersinarlah hakikat - Debu jadi permata - Hina jadi mulia ==

Sekian dulu lah, bahas zaman dani masih muda. Next session, bahas dari sisi dan sudut pandang yang laen.

*melanjutkan bersenandung lagu-lagu Malay jadul*

Nov 2, 2010

Sstt...Ada Rahasia di Pensilcaseku

Dulu, entah kapan pernah baca di beberapa blog tentang barang-barang yang selalu ada di tas. Entah ransel, tas sekolah, tas kuliah ataupun tas kerja. Aku juga mau kasih liat isi tasku. Nggak banyak kok yang aku bawa. Nggak ada lipstik, maskara, eyeshadow atau perlengkapan cewek pada umumnya. Pembalut dan tisu, benda utama yang harus ada di tas cewek pun ga ada di tasku. Nggak ada laptop dan blackberry.

Dan inilah isi tasku.



1. kertas coret-coretan : selalu butuh yang satu ini, karena nggak punya agenda, sampai rumah atau kantor, baru dipindah catatannya.
2. hp nokia 1650 kartu simpati : cuman bisa sms n telpon dan tidak ada fitur gprs (kartu jarang diisi pulsa, meh dibuang eman-eman, 5 tahun sudah menemaniku).
3. hp sony ericson k300i kartu Three : lebih parah, nggak bisa terima telpon blas, harus pake headset, jadul banget.
4. tempat pensil "little bobdog" : isinya macem-macem.
5. johnson baby cologne : tetap wangi meskipun nggak mandi.
5. buku tahapan BCA : biar cepet kasih no rekening kalau ada yang minta.
6. bedak : sekedar formalitas.
7. dompet : standarlah, buat naroh uang, KTP, STNK, SIM, ATM.
8. MP4 2GB dan kabel data: soale di henpon nggak ada mp3 nya.
9. dan tentunya pocket camera Mpix 7.0 mega pixels.







Trus isi pensilcase ku : 
pulpen (hadiah flexi), pulpen, pensil, pulpen, pulpen, correction pen, penghapus, flash disk merk vandisk, isi pensil 2B, stapler super mini, card reader, kunci laci cadangan, dan kertas catatan password.

Kalo pencil case isinya stationery sih wajar. Nah kalo yang ini spesial karena ada catetan password segala rupa. Dari password yahoo, gmail, facebook, twitter, blog ini, sampai ID dan password login ke beberapa forum. Entah kenapa aku selalu tidak bisa mengingat password. Tak ada ruang di otak untuk mengingat password. Mungkinkah aku harus upgrade otak? Tapi untuk mengingat materi kuliah, janjian meeting, schedule pembayaran, otakku masih sanggup menghandlenya. Tapi untuk password, hmmm....gitu deh. 

Seandainya tempat pensil itu jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab, hmm.... gimana ya? Ya bikin akun baru lagi. Nggak perlu pusing-pusing. Hahaa...

Hal Simple untuk Bumi

Hari ini sebelum ke kantor sengaja mampir buat refill cartridge printer di Veneta, Jl. MT Haryono. Sepintas emang biasa aja sih. Tapi beda loh. Yup, kantong kreseknya. Dari penampilan sama seperti halnya kantong plastik biasa dengan logo di cetak di atasnya. Tetapi ada yang beda dengan kantong ini ketika disentuh. Tidak seperti kantong kresek biasannya.



Owh, ternyata Veneta menggunakan plastik ecoplas. Ecoplas adalah kantong ramah lingkungan karena dibuat dengan menggunakan Biodegradable Resin. Sebuah resin baru yang dikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra Indonesia yang mengandung 50 persen tepung singkong Indonesia beserta sumber-sumber alami lain yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. 



Mungkin kita sering mendengar ataupun membaca bahwa dibutuhkan waktu 1000 tahun bagi bumi untuk dapat mengurai sampah plastik. Bayangkan saja, jika membuang plastik hari ini, baru dapat teurai sekitar tahun 3010. WOW!!! (bukan takjub tapi miris). Sungguh malang nasib bumi. Sedangkan ecoplas bisa terurai dalam waktu 10 minggu.



"This bag is degradable". Meskipun kantong ecoplas dapat terurai, tetapi alangkah baiknya jika kita mengurangi sampah terutama sampah yang sulit terurai. 

Selamatkan bumi mulai dari sekarang dengan hal-hal simple yang kita bisa. Termasuk menggunakan plastik ecoplas, membuang sampah pada tempatnya (kalo bisa dipisah, sampah organik dan non organik), menghemat air, tidak mencetak struk saat penarikan ATM, ganti tisu dengan sapu tangan dan masih banyak lagi hal-hal simple lainnya.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Ayam Bakar Wong Solo

Gambar di bagian depan aku ambil tanpa ijin dari situs seputarsemarang, karena agak sungkan mengambil gambar sendiri.





Entah kenapa Rumah makan / resto ini selalu terlihat sepi. Apa mungkin karena aku selalu melewatinya pada jam berangkat dan pulang kerja kali ya. Tapi pernah lewat pas jam makan siang yo tetep sepi loh. Atau mungkin karena tempatnya yang kurang strategis? Padahal berada di Jalan Raya, tepatnya Jalan Tentara Pelajar, berjarak sedikit dari pertigaan lampu merah Java Mall. Dan waktu ambil gambar pas hari Sabtu, jam 7an malam, harusnya rumah makan ini bisa rame.

Untuk tempat, lumayan nyaman, luas, berAC dengan bangku dan meja kayu mirip jaman sekolah dulu. Free hot spot juga. Kalau untuk rasa, ya emang nggak terlalu mak nyus, tapi juga nggak parah2 banget. Nilai 7 untuk kisaran nilai 0-10. Waktu itu yang dipesan ayam bakar, ayamnya empuk, manis, standar lah. Tapi sambelnya kurang nendang, nggak ada rasa pedasnya. Jadi kurang tertantang. Dan urapnya, baru kali ini liat daun cikri/kenikir disajikan mentah bersama bumbu urap kelapa. Sayuran yang menemani si kenikir ini udah sering ku liat dan kunikmati seperti kacang panjang, tauge, kol dan semuanya mentah. Tapi kok ya baru liat si kenikir ini. Lalapan juga seperti biasa pada umumnya, mentimun dan daun kemangi. Ada satu lagi yang menemani nasi dan ayam bakarnya, dua buah tahu goreng. Enak.

Untuk harga relatif terjangkau. Hampir sama dengan harga kaki lima di seputaran Tlogosari.

Tapi kok ya sepi gitu to? Apa yang salah ya? Sementara beberapa rumah makan dengan kualitas sama, bisa rame loh. Hmmm... entahlah.

Oct 29, 2010

Little Angel


Tanggal 26 Oktober 2010 telah lahir seorang gadis mungil ke dunia ini. Meskipun masih 7 bulan di dalam kandungan, sepertinya ia nggak sabar untuk melihat dunia. Dan keluarlah dia tanpa bantuan operasi ceasar.





Lahir dengan berat 2,5 Kg, lumayan besar untuk usia kehamilan 7 bulan. Dokter memperkirakan jika dia lahir tepat waktu alias 9 bulan, kemungkinan beratnya mencapai 4 Kg. Wow, she's not gonna be "little angel", maybe big cute angel. Alhamdulillah semuanya sehat.

Malemnya, ari-ari si bayi di bawa pulang dan rencananya akan dikubur di depan rumah. Karena hujan lebat, penguburan baru terlaksana sekitar pukul sepuluh malam.


Menurut mitos, jika menginginkan kelak si bayi jadi apa, maka masukkanlah benda-benda yang melambangkan sesuatu itu. Misalnya gini, jika orang tua menginginkan anaknya kelak pinter cari uang, maka masukkanlah uang bersama ari-ari bayinya. Sepertinya mitos ini berlaku untuk profesi lainnya.

Aku sempet kepikiran, semoga dia jadi seorang programmer atau mungkin bisa ngalahin Pakde Bill Gates itu, pengennya sih masukkin notebook atau PC beserta driver beberapa program, tapi kok ya nggak tega. Sumpah, beneran nggak tega (lebih halus dari kata "eman-eman"). Ntar aku bikin tugas kuliah, maen game, internetan, bahkan update blog pake apa ya? Hmm...nggak jadi deh.

Trus berharap juga dia menjadi dokter. Berpikir...apa yang seharusnya kumasukkan? Stetoskop? Nggak mungkin dong. Kalo replikanya atau maenannya, nggak ada persiapan karena dia lahir nggak sesuai jadwal. (Dek, kalo mau lahir mbok ya sms dulu). Trus mau tak masukkin obat, ntar bukannya jadi dokter malah jadi "pengedar obat terlarang". Huwaaaaaaa... bahaya tuh. *Singkirkan pemikiran itu*

Dan harapan paling tinggi, aku mau dia jadi presiden. Hahhaa... nggak salah dunk. Berharap kan gratis, mumpung nggak bayar berharaplah yang tinggi. Nah, kalo presiden simboliknya apa ya? Nggak mungkin kan aku masukkin foto Pak BeYe, soale nggak punya juga. Harus ngeprint dulu setelah browsing. Dan tinta printer habis. Ya sudahlah, nggak jadi berharap presiden.

Akhirnya, benda-benda yang dimasukkan adalah uang, buku, dan pulpen. Semoga dia jadi pinter, berakhlak, berprestasi, banyak rezeki, nggak nyusahin orang tua, dan dia bebas menetukan masa depannya sendiri.




Ah, itu kan hanya sekedar mitos. Kita yang sekarang adalah hasil dari kerja keras diri sendiri dengan dukungan orang tua dan lingkungan sekitar. Bukan berdasar pada benda yang mengikuti ari-ari yang dikubur.


Oct 20, 2010

He Has To Stay on The Right Track

Melalui internet aku bisa mengenal dunia tanpa harus berkunjung ke suatu negara. Seperti aku, yang terobsesi tetapi belum punya kesempatan berkunjung ke Moskow, bisa melihat, mengenal, menjelajah dan mempelajari kota tersebut melalui internet. Aku pun bisa mendapatkan banyak informasi seputar kesehatan, teknologi, agama, geologi, geografi, biologi, anatomi, sampai resep masakan. Dan manfaat satu lagi yang bener-bener aku rasakan, mendapat teman baru. Berawal dari gabung forum online nasikucing.com aku mendapat teman dan keluarga baru. Seru dan bermanfaat banget deh. Trus aku juga bergabung dengan loenpia.net , komunitas blogger Semarang. Di sini aku juga menemukan teman-teman baru meskipun belum pernah bertatap muka secara langsung. Tapi udah merasa bagian dari keluarga besar loenpia.

Tapi diantara jutaan manfaat, ada juga pengaruh buruknya. Sebuah hukum alam, jika ada positif selalu ada negatif. Sama halnya internet juga punya banyak sekali dampak. Jika "nyasar" atau sengaja membuka situs-situs yang mengandung unsur pornografi tentu berpengaruh dalam perkembangan mental dan otak. Yang mana sudah dibahas dalam ratusan bahkan ribuan situs dan blog. Selain pornografi, internet juga berperan aktif dalam penurunan kualitas anak-anak bangsa, jika mereka lebih suka nge-game online daripada belajar.

Adikku, baru berusia 9 tahun dan masih duduk di kelas empat SD. Masih terlalu kecil untuk mengenal internet, jika saja dia dilahirkan di tahun aku lahir. (Kok rasanya udah tuaa buanget). Beberapa kali gurunya meminta penyelesaian tugas dengan mencarinya melalui internet. Maksud dan tujuan sang guru memang baik, mengenalkan murid pada teknologi. Nah, disinilah peran orang tua dan kakak (aku) mutlak diperlukan.

Yup, internet memang sudah bukan hal yang langka dan mahal saat ini. Beruntung, dirumah sudah ada PC dan koneksi Speedy, jadi adek tidak perlu ke warnet untuk mengerjakan tugasnya. Aku pun juga sering memanfaatkan internet untuk keperluan tugas kuliah dan pekerjaan tentu saja. Dengan berlangganan paket speedy unlimited, biaya per bulan jauh lebih murah daripada harus ke warnet tiap kali mengerjakan tugas. Dan yang paling penting, adek bisa tetap dalam pengawasan keluarga.

Bapak sengaja tidak membelikannya laptop ketika dia memintanya sebagai hadiah ulang tahun. Bapak lebih memilih membelikannya sepeda. Jika adek punya laptop, aku dan orang tua jelas tidak bisa mengontrol pemakaiannya. Bisa saja dia browsing situs-situs “adult content” ataupun maen game online semalam suntuk di kamarnya sendiri. Hal ini akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung atau jangka panjang. Prestasi sekolah dipastikan langsung terjun bebas karena tak lagi konsentrasi dengan sekolah, tak lagi belajar dan mengerjakan PR. Secara fisik pun juga sangat berpengaruh. Apalagi untuk anak seusianya. Kesehatan mata, punggung, dan tangan. Dan mungkin kemampuan bersosialisasinya akan berkurang karena dia lebih fokus ke laptop daripada bermain dengan teman-teman seusianya. Seperti yang biasa dia lakukan di sore hari.

Komputer di rumah, sengaja di tempatkan di ruang keluarga. Sembari ibu atau bapak melihat tayangan tv, masih tetap bisa mengawasi adek. Situs apa yang dia buka dan berapa lama dia bermain game. Sebagai kakak, yang lagi berusaha jadi kakak yang baik, pun turut andil dalam pengawasan. Aku lebih cenderung memberikan contoh. Aku tidak membuka situs pornografi, tidak terlalu sering facebook-an dan twitteran. Membuka situs-situs berita lebih banyak manfaatnya untuk menambah pengetahuan dan mengikuti perkembangan dunia.

Jika ingin lingkungan kita ber-internet sehat, mulailah dari diri kita sendiri. Semoga energi positif ini menular ke orang-orang disekitar kita.

To my brother, you have to stay on the right track until you can choose and analyze the informations you get from the internet.

Oct 18, 2010

Pengen Coba-coba


Kali ini mao pamer dikit ah. Emang sih hasilnya nggak bagus-bagus amat, tapi lumayanlah. Hasil karya dan buah pikiran sendiri emang lebih indah, meski tak bernilai secara materi. ^_^

Awalnya sih punya sisa kain. Trus mikir... emmm dibikin paan ya?
Ahaa...cling, ada ide di otak. Dan project pun dumulai.



Kalo cuma kain digabung, sepertinya kurang lucu deh. Akhirnya beli kain flanel yang warnanya serasi dengan kain itu. Kubuat pola bunga dan love.



Setelah itu mulailah menggabungkan kedua kain tersebut. Nggak pake pola karena polanya udah ada di kepala. Asal gabung aja.


Trus bunga yang tadi udah dibuat dari kain flanel, ditempelah ke kain itu. Nggak pake aturan, yang penting, nggak sepet dilihat mata.



Trus mulai bikin sepasang tali. Warnanya bukan disengaja beda sih, tapi karena emang sisa kainnya nggak memungkinkan kalo dibuat sama. ^_^



And Voila... This is it, Simple bag ala Danie. ^_^


Oct 15, 2010

Aku Bisa Loh

Untuk orang-orang yang udah mengenal dani, pasti bilang kalo dani tuh bukan cewek sebenar-benarnya cewek. Nggak pernah dandan. Nggak bisa pake high heel. Nggak pernah pake gaun. Dandanan cuek dengan kaos oblong, celana jeans dan sandal jepit.

Ettsss... jangan salah, jauh di dalam diriku tersembunyi sifat feminin juga loh, meski tidak dominan. Buktinya aku bisa kok ngelakuin kegiatan cewek seperti menjahit, memasak, dan membuat kerajinan tangan.

Nih, kalo mao liat.




Jika ada yang berminat, bisa kok aku buatin. Tapi bahan-bahannya beli sendiri ya. ^_^

Join di Momen Ultah Loenpia ke-5




Kemaren aku resmi bergabung milis loenpia. Komunitas blogger Semarang. Dan ternyata hari ini 15 Oktober 2010 merayakan ulang tahun yang ke-5. Wogh, momennya tepat sepertinya.

Aku belom pernah sekalipun ikutan kober (Kopdar Bermutu). Pengen sih mengenal mereka lebih dekat, tidak sekedar dari blog dan tulisan saja. Tapi jadwalnya bentrok. Maklum, harus kuliah, ben lulus, rak mbaleni neh, rak diseneni emak. Semoga laen waktu bisa ikutan.


Selamat ulang tahun buat Loenpia yang ke-5.
Semoga makin MANTAB.



Dan semoga bisa menerima kehadiran dani. Dan semoga dani betah di Loenpia. Syukur2 ntar bisa jadi pengusaha loenpia, buka gerai loenpia di jl. Gajahmada. (nitip doa di ultah loenpia, gpp toh?)

Ntu, tartnya dibagi-bagi yang adil ya. ^_^

Oct 14, 2010

Sehari Tanpa Nasi

Akhir-akhir ini sering liat di tipi, wacana pemerintah tentang "Sehari Tanpa Nasi" atau lebih keren lageee "One Day No Rice". Kalo baca-baca di berita katanya untuk mengurangi konsumsi beras nasional.

Nah, kalo beras diganti, kita makan apa ya? Mie instan? Bukankah mie instan tuh nggak baek buat kesehatan. Masih mending makan nasi to?

Atau kita makan makanan yang terbuat dari gandum? Lha wong gandum saja masih diimport kok. Kalo Indonesia sudah bisa menumbuhkan gandum, bolehlah kita makan roti tiap hari. Wah...wah...pemerintah dapat wangsit darimana sih? Emm.. tapi untuk kasus ini perlu studi banding ke Rusia atau nggak ya?

Apakah pemerintah udah nggak punya jalan keluar lagi? Daripada mencanangkan sehari tanpa nasi, lebih baek meningkatkan produksi beras nasional. Tentu pemerintah lebih tau untuk persoalan ini. Liat saja luasnya negeri kita tercinta ini. Sawah pun masih terhampar luas. Tapi butuh campur tangan pemerintah untuk meningkatakan kualitas dan kuantitas beras nasional.

Dan butuh waktu untuk mengubah mind set Indonesia, kalo nggak makan nasi berasa belom makan.

Akan seperti apa Indonesiaku sepuluh tahun mendatang?

Mikir negoro marai ngelu nda. Negoro ae rak pernah mikir aku. *Curhatan wong cilik*


Dani 'n Obama



Gambar ini dibuat oleh teman. Sengaja minta digambarin bareng Obama, karena waktu itu Obama batal ke Indonesia untuk yang kedua kalinya. Sebenere nggak ada yang spesial dari Obama. Menurutku biasa aja seh. Cuma momen yang tepat buat gambar tokoh terkenal saat itu. Just having fun with pencil and paper.

When I was Young

Social network yang terkenal saat ini pastilah facebook, twitter, koprol dan sejenisnya.

Waktu itu (dani masih SMP beranjak SMA) facebook belum nyampai ke Indonesia dan belum merambah dunia persilatan apalagi menyentuh hidupku. Istilah @l4y pun belum dikenal. Ada sih beberapa yang udah narsis lewat friendster, dan sayangnya aku nggak tertarik dengan situs pertemanan itu. (Padahal ngak punya duit buat ke warnet, mending jajan soto di kantin sekolah). Internet sejam Rp 8.000 dan bandingkan harga soto yang cuman lima ratus rupiah. Warnet pun nggak menjamur seperti saat ini, apalagi laptop dan modem belum semurah sekarang. Kalo sekarang tarif Internet perjam sama dengan harga soto deket rumah gue, cuma tiga ribu. (Alah dan, belagu loe pake “gue” segala). Gramedia jadi tempat nongkrong asyik, murah meriah dan nyaman.

Hahahha….aku hanya ingin mengingat masa mudaku. Masa mudaku yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan belajar, bikin tugas dan PR, menulis lagu, cerpen dan sejenisnya. Kadang jail juga sih. Dulu menulispun masih dengan media kertas dan pulpen, kalo udah bener2 rapi, baru ke rental komputer buat diketik dan dicetak.

Buat yang seumuran denganku, pasti ngalami juga cerita berikut ini. Hadohhh, berasa tua banget dweh.

Pulang sekolah, nyalain radio, dengerin acaranya. Ambil hape (masih jadul, monochrom dan monophonic), mulai ketik ketik, kirim salam dan request lagu yang lagi hitz. Mantengin radio nungguin smsnya dibaca padahal belum tentu yang dikirimi salam dengerin juga, soalnya denger radio sebelah. Beda selera.

Yang paling ku inget, salah satu acara di radio emmm… lupa namanya. Acaranya tuh acara bagi-bagi no HaPe buat nyari kenalan baru.

Sekilas tentang acaranya:

Sang penyiar pujaan hati dengan suara indah nan merdu mengalun membacakan pesan singkat dari kawula muda. Membayangkan wajah penyiar itu pastilah seganteng dan secantik suaranya. Dolo, kalo pengen liat wajah asli mereka mesti maen ke stasiun radio trus minta poto bareng.

*Sms dari 05246… (sekian-sekian) : halo, gue cowok mau cari kenalan cewek, sms pasti dibalas, no miskol ya.

*Sms selanjutnya dari 0856….(sekian-sekian) : gue cewek, mau cari temen, cewek cowok gpp, asal masih SMA. Sms ya.

*Sms dari 081575752....: hae cewek2 cantik, gue Anto, sms gue dunk. Lo miskol, gue telpon deh.

Dan masih banyak lagi, intinya mempublikasikan no hape.

Ternyata radio menjadi social network yang murah. Dengan modal pulsa sms, bisa dapat teman, sahabat, musuh dan bahkan pacar. Tapi dulu sepertinya istilah social network / jejaring sosial pun belum diperkenalkan di Indonesia (atau dani yang nggak gaul kaleee).

Perkenalan berlanjut menjadi kopdar. Entah siapa yang pertama kali memberi istilah kopdar, aku juga kagak tau, tanya mbah gugel aja. Tempat bisa dipilih, tergantung budget tentunya. Dan yang jadi favorit pastinya Matahari dan Citraland. Dolo, kadang curang juga. Terima telpon selalu pake headset, tertutup rapi dengan rambut.

“Kamu dimana? Jadi pake baju apa? Kaos item gambar slank pake topi putih ya?”

Seperti secret agent, mengamati gerak –gerik tersangka tanpa dia ketahui. Gotcha…!!!

Hmm… wajahnya nggak menjanjikan, terlalu pendek, item pula. Dan dengan jurus seribu alasan, menolak ketemuan, kabooooorrrrrr. Matiin Hape, ganti nomor. Hahhaaaaaa….. SADIS.

Beberapa bulan selanjutnya. Hmm… tampang lumayan. Bolehlah. Ternyata anaknya juga seru diajak ngobrol. Tapi…. Belum juga sebulan udah bilang, “kamu mau jadi pacarku? Harus mau ya!”

Mamaaaaaaaaaaa…….. kaboooorrrr lagi. Aku kan masih muda, nggak boleh pacaran. Tampang juga masih polos banget. Nggak tau apa sih cinta dan komitmen.

Ganti nomor lagi. Hahahaa….

When I was young ^_^

(Kenangan jaman SMP)

Pasti PAS

Mereka bilang, wajahmu pas-pasan. Tetapi aku memilihmu.

Wajahmu emang pas kok. Hidung cuma satu dengan dua lubangnya. Mulut pun juga satu. Dua mata, satu jidat, dua pipi, satu dagu. Semuanya pas, nggak ada yang kurang atau berlebih.

Mereka bilang, modalmu pas-pasan. Tetapi aku memilihmu.

Kamu punya modal keberanian tuk nyatakan cinta. Kamu punya modal ketulusan hati tuk memberikan kasih. Kamu punya modal kesabaran tuk belajar memahamiku. Kamu punya modal sayang tuk selamanya mencintaiku.

Mereka bilang, aku bisa mendapatkan seseorang yang lebih darimu.

Lebih yang seperti apa?

Lebih ganteng? Bukankah jika engkau menua nanti, seganteng apapun, wajahmu tetap jadi keriput. Takkan ada sisa kegantengan di masa mudamu dulu.

Lebih kaya? Bukankah kekayaan hanya titipan Allah semata dan sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya kembali meskipun kita tidak rela.

Lebih berpendidikan? Bukankah gelar sarjana tidak menjamin manusia itu terpelajar. Liat saja ulah beberapa para pejabat.

Aku tahu, Allah sudah mengatur semuanya. Seperti halnya tak ada selembar daun jatuh tanpa sepengetahuanNya. Termasuk urusan hati manusia. Allah sudah menentukan kadar PAS-nya.

Lampu Ijo

Pagi ini, malas itu kembali menghantuiku saat berangkat ke kantor. Susah kali diusir "malas" itu. Huh, seandainya dia berwujud, udah kutendang jauh ke Antartika, biar nggak balik lagi ke Semarang. Meski malas menyerang, harus tetap ke kantor.

Tumben perjalanan hari ini begitu lancar. Di traficlight Supriadi, pas dapet lampu ijo. Hmmm...lumayan. Di depan pasar Gayamsari yang biasanya macet, pun lancar dan aman. Sama halnya di perempatan jalan Gajah. Ke kiri jalan terus biasanya tak pernah lepas dari kemacetan. Tapi hari ini kok lancar banget ya. Sampai di traficlight pasar Mrican, dapet ijo lagi. Alhamdulilaah. Dan di traficlight lampersari/sompok (nggak tau sih) dapet ijo lagi tanpa harus berhenti nungguin si merah itu berubah warna. Di traficlight pertigaan Java Mall, semua lancar terkendali. Dan traficlight terakhir Kaliwiru (pertigaan Jl Sultan Agung, Dr Wahidin dan Teuku Umar) lagi lagi si ijo menyala. Beruntungnya aku hari ini, tak menemui kemacetan dan lampu merah. Jarang2 loh ngalamin kejadian ini.

Seandainya hidupku selancar perjalanan ke kantorku hari ini, betapa senangnya. Emmm...tapi hidup lurus dan lancar tanpa hambatan tu kurang seru. Dengan masalah-masalah dalam hidup, kita jadi lebih dewasa. Jadi lebih mengerti arti hidup dan pada akhirnya jadi lebih bersyukur.

Sep 16, 2010

Nama yang saya temukan di FB ^_^

Tulisan ini sebelumnya sudah dipost di facebook.

Sebelumnya saya minta maaf karena tidak meminta izin terlebih dahulu kepada yang bersangkutan dengan adanya tulisan ini. Tidak ada maksud apapun. ^_^

Nae AyaengiNeldern'myzwiettluph LoebexCietiecwitycimmoitcekali << nama ini saya temukan di komentar salah satu teman.

Habeebchuex BlackcoffeeholicNicotinelovers Learningtweakingmaniact << nama ini ada di tag photo salah satu teman.

Aiiu Kupyur SUkamerah 'n'nightmarebeforechristmas- << nama ini ada di list saya.

Kwooek Ciichubychubii (Zhuzhusheshe Yhuyhu) << nama ini ada di list saya.

Rama LoenlaeinnCo'lebhay Yankpianmaksoettu << nama ini ada di list saya.

Dan ini hasil penelusuran saya di salah list friend Aiiu Kupyur (terinspirasi, karena dia masih SMU, masa-masa ber"lebay ria" ^^).

Thanks ya dek, dah kasih inspirasi buat nulis lagi.

-Icinkeparatzbangsat Buronanmertuasesa'adtt Part III

-Bajjoel Belajarlagiuntukditerima- (Bajoel Ady Lupek)

-Icein Keparatzbangsatrocknrolljahadt Talieguitarzpagadt- (ﻤﺤﻣﺪ ﻤﺨﻠﺼﻴﻨ)

'fbL-kemensiianakbrutalistdead KingScreaming Kecil

AdeJoselyneamabeleonadiokillms FelixbieberEmotionsohotz

Adriknaahimawarii Omoshiroi Masiisuwungsangaddthsangaddt

Agumb Sii Anag Pendiamyangselalumerasasedih

Alejandrojhokovic Sipenatakostumbandtnt

Bbowolulusanckulaakademifutsal Darifcbarcelonadiusiamuda (Boay Blaster Delonge)

Nggak habis pikir, darimana adek-adek ini dapat inspirasi. Saya panggil adek, karena usia mereka jauh dibawah saya dan saya berasa tua banget T_T. Dan benar, adek adek ini menyalahi kaidah bahasa Indonesia baku yang sudah disempurnakan. Hahahaaa...serius bener tulisannya. Bukan-bukan itu yang mau saya bahas sekarang, karena saya sadar masih banyak yang berkompeten untuk bidang tersebut.

Jika dibaca sepintas, ini nama apa seh? What the **** that supposed to mean? (Setidaknya itu yang terlintas di otak saya, meski tak sempat terucap). Cobalah baca dengan seksama karena ada arti dibalik nama tersebut. Karena jujur, otak saya tak mampu mencerna kata-kata itu jika hanya sekali membaca. Mungkin dikarenakan ada perbedaan zaman atau istilahnya : "gue tuh jadul and nggak gaul". Hahahahaha

Sedikit kesimpulan yang saya temukan berdasarkan penemuan nama-nama tersebut diatas.

1. Mereka tidak suka sesuatu yang simpel dan praktis. Nama panjaaaaaaaaaaaang banget. Ribet euy.

2. Mereka suka menambahkan aktifitas dan kesukaan di belakang nama.

3. Dinilai tidak mengikuti tren jika hanya punya nama singkat, padat dan jelas.

contoh : Slamet Riadi <<>

Danny Set <<>

El Pe <<>

4. Orang bilang, nama adalah doa, mungkin tidak berlaku buat mereka.

contoh : -Icinkeparatzbangsat Buronanmertuasesa'adtt Part III

Ah, namanya juga anak muda, masa-masa mengeksplorasi diri, mencoba hal-hal baru dan menunjukkan eksistensinya pada dunia. Tetap semangat yach adek-adeku, penerus bangsa!!!

Aug 11, 2010

Hal SEPELE yang bikin ilfil

Udah lama nggak nulis...Dan kali ini nulis hal-hal yang nggak penting. Tapi untukku, ini adalah masalah serius.

Daftar berikut ini, mungkin biasa aja bagi orang lain, tapi bikin aku ilfil, males and @argghhh........

1. Kaki jedug2 meja.
Apa ya bahasa indonesianya? Mungkin bagi seseorang, hal ini biasa aja. Dengan santainya, jedugin kaki di meja meeting. Tapi bagiku, aarggggghhhhhhhhhh, STOP that! Seperti nggak ada kerjaan lain aja. Ganggu ketenangan batinku tau! Nggak tau kenapa aku benci banget hal SEPELE and NGGAK PENTING ini.

2. Buang tisu atau bungkus permen dari dalam mobil yang melaju.
Emang loe pikir, jalan ini tempat sampah? Hal-hal kecil yang nggak manusia sadari. Pemerintah sudah menyediakan tempat sampah, harusnya dimanfaatkan dong. Jangan cuman dijadikan hiasan jalan. Samaph bisa jadi penyebab banjir loh. Mending sekalian buang handphone, laptop atau IPad. Pasti dengan ikhlas aku akan memungutnya. Disarankan sebelum membuangnya,di pack dulu dengan sterofoam, biar ga tergores aspal. Tapi jangan buang brankas dari dalam mobil ya.

3. Buang angin alias kentut.
Menurut tertuduh ataupun terdakwa yang sudah divonis hakim, kentut merupakan kenikmatan tersendiri. Lega ... ungkap mereka dan alibi yang sering digunakan untuk membela diri "daripada nggak bisa kentut masuk RS, hayo siapa yang mau?" Cuih, pembelaan macam apa itu? Kentut tetap saja menjijikan apapun alasanya. Seharusnya pemerintah mengatur tata cara kentut yang sehat dan sopan serta tidak mengganggu stabilitas nasional. Bayangkan saja jika terjadi huru-hara akibat tidak terima dikentutin. Pas di muka dengan sengaja dan pasang tampang tidak berdosa.

4. Cari harta karun habis makan.
Di warteg, kafe ataupun restoran, Sebel nggak sih ketika liat teman kita (atau pengunjung lain), dengan nyantainya cungkil2 gigi mencari sesuatu yang nyelip? No comment lah buat yang ini. And nggak da nasehat buat pelaku, karena menurutku orang ini sudah sakit stadium VI.


Masih banyak sih sebenernya, tunggu chapter selanjutnya.

May 9, 2010

Paris (Parang Tritis) Lagi......



Jogja kali ini nggak lagi pake motor seperti dulu atau bus seperti biasanya. Tapi pake kereta api Semarang Jogja, rute yang baru beroperasi sekitar dua bulan yang lalu. Tarifnya Rp 24.000.


Jadwal keberangkatan kereta pukul 04.50. Dari rumah pukul 04.15 pagi. Biasanya aja belom bangun jam segitu, tapi demi Jogja, kali ini harus bangun lebih pagi dan merelakan waktu tidur yang berkurang. Tak apalah, Ntar juga bisa diganti di kereta. Kukira jadwal nggak mungkin telat. Ternyata telat juga. Indonesia emang selalu begitu. Meskipun hanya terlambat sepuluh menit, tetep aja namanya telat. Pemandangan yang terlihat kali ini hanya hamparan sawah, kebun dan pepohonan.

Sampai di stasiun Tugu Jogja, langsung menuju bagian Informasi, nanyain transportasi menuju Parang Tritis. Dikasih peta Jogja and informasi tentunya. Tapi sebelum meluncur, kami sempet makan dulu di warung sepanjang Malioboro. Masih sepi. Karena baru pukul 09.00 pagi. Setelah perut nggak lagi konser, perjalanan dilanjutkan dengan bus Trans Jogja seharga Rp. 3.000 menuju terminal Giwangan baru lanjut bus Parang Tritis. Tapi sebelum sampai terminal Giwangan, ngeliat papan petunjuk jalan menuju arah Parang Tritis. Turun di shelter terdekat (belum sampai Giwangan) dan langsung naek bus Jogja-Paris dengan tarif Rp 12.500 sudah include tiket Pantai kata sopirnya gitu. Di pantai, seperti biasa mengabadikan diri di tempat wisata. Dibilang narsis, nggak juga. Biasa aja kalee!!! Heheeeee….




Selesai berbasah-basah ria dan menikmati suasana pantai, yang saat itu agak mendung tapi lumayan ramai, dilanjutkan dengan mengisi perut. Sebenarnya menu yang ditawarkan lumayan banyak dengan harga terjangkau, tapi kok pelayanannya itu loh. Lamaaaaaaaaaaaaaaaa bock!!!!!



Perjalanan siang itu dilanjutkan ke Malioboro. Sempet nelpon station Tugu buat nanyain kereta Jogja Semarang. Ternyata jadwalnya pas, pukul 16.40. Dengan asumsi bisa lumayan lama di Malioboro.

Di Malioboro, biasalah. Belanja oleh-oleh. Ngabisin sisa duit.

Nah, kali ini keretanya nggak telat 10 menit, tapi lebih dari setengah jam. @#%@$&. Mo gimana lagi, yang penting dapet tempat duduk. Nggak harus berdiri dari Jogja sampai Semarang selama 3.5 jam. Banyak penumpang yang tidak seberuntung diriku. Dan...Pelajaran PPKn tidak berlaku hari ini, harus merelakan tempat duduk untuk orang tua atau wanita hamil. Karena yang nggak kebagian tempat duduk, para pria-pria yang masih sehat wal afiat.

Dan keretapun berjalan menuju Semarang. Tidur sepanjang perjalanan. Zzz…zzz…. Jogja…I’ll come again. Just wait for me. (halah….)