Nov 2, 2010

Ayam Bakar Wong Solo

Gambar di bagian depan aku ambil tanpa ijin dari situs seputarsemarang, karena agak sungkan mengambil gambar sendiri.





Entah kenapa Rumah makan / resto ini selalu terlihat sepi. Apa mungkin karena aku selalu melewatinya pada jam berangkat dan pulang kerja kali ya. Tapi pernah lewat pas jam makan siang yo tetep sepi loh. Atau mungkin karena tempatnya yang kurang strategis? Padahal berada di Jalan Raya, tepatnya Jalan Tentara Pelajar, berjarak sedikit dari pertigaan lampu merah Java Mall. Dan waktu ambil gambar pas hari Sabtu, jam 7an malam, harusnya rumah makan ini bisa rame.

Untuk tempat, lumayan nyaman, luas, berAC dengan bangku dan meja kayu mirip jaman sekolah dulu. Free hot spot juga. Kalau untuk rasa, ya emang nggak terlalu mak nyus, tapi juga nggak parah2 banget. Nilai 7 untuk kisaran nilai 0-10. Waktu itu yang dipesan ayam bakar, ayamnya empuk, manis, standar lah. Tapi sambelnya kurang nendang, nggak ada rasa pedasnya. Jadi kurang tertantang. Dan urapnya, baru kali ini liat daun cikri/kenikir disajikan mentah bersama bumbu urap kelapa. Sayuran yang menemani si kenikir ini udah sering ku liat dan kunikmati seperti kacang panjang, tauge, kol dan semuanya mentah. Tapi kok ya baru liat si kenikir ini. Lalapan juga seperti biasa pada umumnya, mentimun dan daun kemangi. Ada satu lagi yang menemani nasi dan ayam bakarnya, dua buah tahu goreng. Enak.

Untuk harga relatif terjangkau. Hampir sama dengan harga kaki lima di seputaran Tlogosari.

Tapi kok ya sepi gitu to? Apa yang salah ya? Sementara beberapa rumah makan dengan kualitas sama, bisa rame loh. Hmmm... entahlah.

1 comment:

  1. Yang salah karena poligami, wkwkw

    ReplyDelete

Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)