Seru sih, biarpun terpapar teriknya matahari, rasanya tidak terlalu panas. Semilir angin menghalau rasa panasnya. Melewati jalan beraspal, masuk ke perkampungan, sesekali melintasi sawah dan ladang jagung. Berpapasan dengan warlok dan saling melempar senyum.
Acara emak-emak PKK RT.04 pada minggu 05 Juli 2026. Magelang Trip. Emak-emak tapi boleh mengajak suami, anak-anak, dan saudara lainnya. Yasmin dan Fiorenza ikut dong. Tujuan pertama, muter-muter mengendarai mobil VW warna-warni. Total 18 mobil akan berkonvoi. Saya kebagian warna hijau lemon karena ke toilet dulu. Maunya sih warna merah cetar atau pink unyu. Yaudah ya, sama saja. Nanti juga bisa foto-foto dengan mobil warna lain.
Sesi pertama, menuju sebuah lapangan untuk berfoto, dan membuat video. Foto paling atas ya. Meriah, tapi menerbangkan balon sangat tidak rekomended. Balon terbang dan akan mendarat entah dimana, menyebabkan masalah untuk lingkungan. Satu rombongan menerbangkan puluhan balon. Padahal dalam sehari mungkin ada puluhan rombongan. Mungkin lebih di musim liburan.
Selanjutnya rombongan di bawa ke peternakan lebah, Ashfa Madu. Mendapat sedikit penjelasan dari bapak petugas dari peternakan. Kan, jadi pengen beternak lebah. Tapi nanti bakalan banyak tapi, tapi, dan tapi. Memang lebih tepat membeli saja. Mari menghidupkan perekonomian dengan membantu sektor UMKM. Ada 4 jenis madu yang dijual, madi hitam, madu rambutan, madu kaliandra, dan bee pollen. Setelah mencicipi semua rasa madunya, saya memutuskan membeli yang kaliandra. Manis dan rasanya paling pas dilidah saya dan Fiorenza. Sebotol madu 250 ml dibandrol dengan harga 110.000 rupiah. Untuk yang Bee Polen dihargai 150.000 rupiah.
Tujuan selanjutnya, Rengginan Bu Yatin. Jadi, yang benar rengginaN atau rengginaNG? Whatever yak. Mari menjelajah tempat ini. Welcome drink, teh anget manis dan teh anget tawar. Silahkan memilih tempat duduk. Berasa kayak lagi bertamu, karena di meja ada banyak toples camilan. Silahkan dinikmati, namun jangan lupa beli yang banyak ya. Boleh juga mencoba mencetak rengginangnya. Untuk menggoreng, masih menggunakan tungku kayu bakar. Ada dua macam rengginangnya, gurih dan manis. Saya memilih yang gurih, cocok jadi cemilan yang nggak bikin cepet eneg. Sebungkus besar dihargai 30.000 rupiah, dan 15.000 untuk ukuran lebih kecil dan bentuknya nggak bulat utuh. Dan masih banyak jenis camilan lainnya yang dijual.
Nah, ketemu. Menurut KBBI adalah rengginang, berakhiran NG. Entahlah, mungkin typo atau memang aslinya rengginan. Saya harus bertanya kepada siapa? Haahhahaaaa.....
Seharusnya masih ada satu destinasi lagi, sentra usaha mochi. Menurut panitia, mochi baru tersedia pukul 3 sore. Jelas kelamaan kalau harus menunggu mochinya tersedia. Akhirnya kami kembali ke meeting point pertama di Restoran Soto Kopi untuk makan siang, sholat dan bagi-bagi doorprize. Nomer saya dan Fio mendapat hadiah doorprize. Alhamdulillah. Nomer Yasmin yang belum beruntung.
Dari resto Soto Kopi, kami menuju Masjig Agung Jawa Tengah An Nuur. Dari luar, tidak terlalu megah. Tapi dalamnya cantik. Hiasan langit-langitnya bagus. Ada replika ka'bah juga. Bismillah bisa ke ka'bah beneran suatu hari nanti. Aamiin. Kami sholat ashar dulu sebelum mampir ke oleh-oleh.
Oleh-oleh. Part yang tidak boleh terlewatkan. Kami dibelokan ke Bakpia Juwara Satoe. Bakpia murah, tapi enak. Sekotak hanya 20.000. Ukuran dan harganya cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Packingnya lucu. Packing limited edition. Kaset. Emak-emak milenial berasa nostalgia melihat tampilan desain retronya.
Foto-fotonya banyak. Ratusan. Tapi yang tampil sedikit saja. Terimakasih panitia dan pengurus RT. Tahun depan kemana lagi?

















.jpeg)




No comments:
Post a Comment
Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)