Menyambut kemerdekaan Indonesia, seperti biasa, kami mengenakan baju nuansa merah putih pada Jumat 14 Agustus 2026. Biar lebih semarak. Seperti tradisi sebelumnya, harus ada sesi foto-foto dong.
Merdeka itu jika puluhan Soekarno Hatta berbaris rapi di dompet, atau minimal saldo tiga digit. Merdeka itu, ketika rakyat Indonesia sejahtera hingga ke pelosok negeri. Merdeka itu ketika fasilitas kesehatan dan pendidikan menjangkau ujung barat hingga timur Indonesia tanpa perbedaan kualitas. Merdeka itu ketika harga sembako tidak membuat emak-emak pusing menganggarkan uang belanja keluarga. Merdeka itu ketika air bersih, udara bersih, lingkungan bersih. Merdeka itu ketika seluruh rakyat Indonesia menempati hunian yang layak. Merdeka itu ketika tidak ada bencana akibat ulah segelintir manusia koruptor yang mendewakan uang. Merdeka itu... Ah... Sudahlah. Apakah rakyat Indonesia sudah merdeka?
Jujur, tahun ini tidak ada greget di hati saya. Beneran tidak ada antusias apapaun. Yang biasanya saya bersemangat melihat upacara bendera di Istana Merdeka, bersemangat melihat pasukan pengibar bendera, dan segala pirntilan acaranya.
Sebagai rakyat kecil, ngerasain harga ayam, beras dan telur yang merangkak naik dengan pasti, sudah cukup membuat pening kepala. Percuma ada pesta rakyat menyambut kemerdekaan, jika sebenaranya tidak ada kemerdekaan dalam hidup rakyat kecil. Berharap apa lagi kepada pemerintah? Allah SWT, satu-satunya yang bisa kita mintai pertolongan. Hanya doa yang benar-benar bisa menguatkan.
Semoga orderan untuk Eude Indonesia melimpah, agar karyawannya merasakan secuil kemerdekaan. Aamiin. Saldo tiga digit terlampaui. Aamiin aamiin aamiin.


No comments:
Post a Comment
Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)