Apr 28, 2012

Robinson Crusoe, Kisah Mengagumkan Sang Petualang

Judul           : Robinson Crusoe
Penulis        : Daniel Defoe
Penerbit      : Bentang Pustaka
Halaman      : 386 Halaman
















Yang pertama kulakukan adalah melihat-lihat dulu tempat itu dari dekat dan mencari tempat untuk mendirikan rumah. Aku tak tau dimana aku berada. Juga tak tau apakah ini sebuah pulau atau benua, apakah berpenghuni atau kosong.

Robinson Crusoe, seorang pemuda yang berasal dari keluarga kaya berkebangsaan Inggris. Ayahnya seorang pedagang yang sukses dan berharap sang anak menjadi seorang ahli hukum kelak. Namun bukan impian seorang Robinson untuk hidup nyaman dengan hartanya, ia lebih memilih menjadi seorang pelaut. Crusoe kabur dari rumah hanya untuk menemui bencana. Kapal yang dibajak, menjadi budak, hingga kapal yang karam dihantam badai.

Sampai pada akhirnya Crusoe terdampar di sebuah pulau terpencil tak berpenghuni. Di pulau tersebut, dia mempelajari semuanya dari awal dengan peralatan seadanya. Peralatan itu dia dapatkan dari kapalnya yang hampir karam tak jauh dari pulau itu. Dari mulai membuat rumah, perkakas dapur, menumbuhkan padi dan gandum, membuat kapal, menjinakkan binatang hingga beternak. Robinson melanjutkan hidup dan belajar dengan keterbatasan. Tak ada teknologi dan komunikasi dengan sesama manusia. Sempat ia menyalahkan takdir dan menyesal, namun itu tidak melunturkan semangat hidupnya. Dalam kesendiriannya, Crusoe justru menjadi lebih dekat dengan Tuhan, lebih mensyukuri hidup dengan segala sesuatu yang dimilikinya. 

Crusoe memutuskan kembali berlayar ke Inggris setelah menghuni pulau itu selama 28 tahun 2 bulan dan 19 hari. Bukan waktu yang singkat. Bagaimana dia bisa kembali ke Inggris? Dan bagaimana kehidupannya setelah sekian lama tidak bersosialisasi dengan manusia? Silahkan baca ya.

Saya suka buku sejenis ini, sebuah novel petualangan. Hampir sebagian besar cerita ini berseting di pulau terpencil itu. Daniel Defoe menggunakan sudut pandang orang pertama, sehingga saya seperti membaca sebuah diary seoarang petualang. Sangat detil dalam menjelaskan perasaan dan pekerjaan yang dilakukan. Jujur saja, novel ini membosankan pada awalnya. Namun menjadi seru setelah Crusoe terdampar dan petualangan yang sebenarnya dimulai. Novel ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1719 dan mengambil latar waktu tahun 1651 sampai 1687. Novel yang terasa klasik namun masih bisa dinikmati di abad 21 sekarang ini.

Rate 3/5

Apr 19, 2012

Pengalaman Bekam Pertama Kali

Saya sudah bosan berobat dan minum obat. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba pengobatan alternatif yaitu bekam. Kalau melihatnya, ngeri banget. Darah dikeluarkan melalui kulit pasti sakit. Tapi niat sudah bulat, tekad sudah membara, pantang untuk mundur. Yang selalu ngasih info banyak tentang bekam ya itu Pepeng Escoret lewat milis loenpia dan tulisan di blognya.

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh (dari wikipedia).
Poto saya pinjem dari escoret

Hari Senin kemarin saya mendatangi klinik bekam di daerah Plewan 2, nggak jauh dari Masjid Agung Jateng. Hari itu saya memang teramat capek setelah tiga hari berturut-turut melakukan aktivitas di luar kebiasaan. Pulang dari Jepara, istirahat sebentar, malamnya bekam.

Yang dirasakan saat pertama kali bekam? Sakiiiiiiiittttttt. Pas pertama kali alat bekam nempel dikulit trus disedot, kulit rasanya kayak diteot tapi lama. Teot itu bahasa Jawa untuk kata cubit, tapi cubitan besar. Saya menyebutnya begitu. Pas kulit dilukai dengan jarum, nggak begitu saikit sih. Rasanya kayak digigit semut, tapi semutnya rombongan. Pas, darahnya dikeluarin, rasanya nggak sakit. Begitu tubuh sudah membiasakan diri dengan kondisi, nggak sakit lagi.

Sebelum bekam, saya ditanya dulu tentang sakit yang dirasakan. Keluhan saya migren, alergi, dan kaki kiri sakit kalau lagi sholat. Ada dua titik bekam di leher, katanya untuk mengobati migrennya. Di tubuh bagian belakang dilakukan tujuh titik pembekaman. Dan tiga titik di kaki kiri saya. Darah yang paling banyak dan agak hitam keluar dari titik pembekaman bagian pinggang dan kaki.

Malamya, tidur pulas banget. Nggak pakai mimpi, ngelindur, dan nglilir. Pagi harinya badan lebih enteng. Migren juga ilang loh. Alhamdulillah. Tapi alerginya belum sembuh. Tiap hari masih bentol-bentol kayak abis kena bulu ulat. Dua minggu lagi, mau kembali ke sana untuk terapi selanjutnya. Semoga tubuh ini jadi lebih sehat, penyakit pergi dan alergi nggak balik lagi. Dan satu lagi, semoga bisa berpisah selamanya dengan obat dan jamu.

Mar 28, 2012

Bayar Tiket Lion Air via ATM BCA

:D

Kemarin, pak boss meminta saya untuk booking tiket pesawat Lion Air tujuan Jakarta Semarang. Pesen tiket online memang mudah, toh sekarang memang jamannya teknologi. Tiket sudah dipesan, dan saatnya membayar. Saya memilih pembayaran melalui ATM BCA, karena saya tidak punya kartu kredit. Sebelumnya saya juga belum pernah memesan tiket online. Terakhir melakukan perjalanan dengan pesawat tahun 2008 dan saya memakai jasa biro perjalanan.

Dengan modal kode pesanan dan kode pembayaran ATM, saya meluncur ke ATM terdekat dari tempat saya bekerja. Saya berpikir, jika lion air menyediakan pilihan bayar melalui ATM, pastinya ada menu saat melakukan transaksinya. Sampai di ATM, saya kok jadi bingung. Pilih menu pembelian tiket, kok nggak ada. Pilih menu pembayaran, kok harus memasukkan kode perusahaan. Duh... piye jal? Mau nelpon BCA atau Lion Air, nggak bawa hape. Terpaksalah saya kembali ke kantor.

Di kantor, saya browsing. Dan ternyata memang banyak yang mengalami kesulitan seperti saya. Akhirnya saya menemukan kode perusahaan Lion Air.
Saya menemukan cara bayarnya:
1. Pilih menu pembayaran -> Lain-lain
2. Kode perusahaan Lion Air 710110
3. Masukkan 13 digit kode pembayaran
4. Akan muncul detail penerbangan dan total yang harus dibayar
5. Benar
6. Selesai

Situs lion air memang kurang informatif. Mungkin bagi yang sudah terbiasa tidak akan menemukan kesulitan. Nah, kalau saya yang sama sekali nggak pernah beli tiket online amat sangat kesulitan. Mungkin nggak perlu dijelaskan detail menu pada ATM, tapi paling nggak dikasih tau kode perusahaan. Atau saya yang kelewatan membacanya? Entahlah. 

Moral cerita diatas: usahakan bawa handphone kemanapun anda pergi, jangan lupa cek pulsa dulu :D

Mar 9, 2012

Gado-Gado itu Ternyata Sehat ya

Kemarin bekal makan siang saya ketinggalan. Saya pun terpaksa mencari makan siang disekitar tempat kerja. Dan, saya menjatuhkan pilihan pada gado-gado extra pedas. Harganya cuma 8.000 rupiah saja. Ditambah jus stoberi di siang yang panas sungguh menyegarkan.


Gambar saya pinjam dari wikipedia.
Yang ada dalam gado-gado ;
Lontong       : karbohidrat sebagai sumber energi.
Tahu           : mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium. 
Kol             : mengandung banyak vitamin (A, beberapa B, C, dan E)
Tauge      : rendah kadar lemak, kaya vitamin C, serta memiliki folat dan protein yang dapat memperkecil risiko timbulnya penyakit kardiovaskular dan merendahkkan LDL dalam darah.
Kacang Panjang: sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium, dan mangan.
Kacang Tanah: kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium
Cabe       : mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker
Tomat      : mengandung vitamin C, A, B1, lycopene, protein dan karoten.
Kentang   : mengandung karbohidrat
Telur rebus: mengandung karbohidrat, protein dan delapan macam asam amino sehingga berguna bagi tubuh.
Wortel     : mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata
Selada    : mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Timun      : mengandung silikon, fluorin dan kalium. Timun rendah lemak sehingga mampu membantu merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme dan deposit lemak dalam tubuh.
Gado-gado itu ternyata sehat ya, karena hampir sebagian besar bahan-bahannya direbus bukan digoreng. Meskipun tahu dan kacang tanah untuk sambel digoreng sih. Bagian yang tidak sehat dari gado-gado itu ya krupuk dan empingnya, selebihnya sehat dan mengenyangkan. Tapi kok saya masih belum bisa suka sayuran. :')

Jadi apa menu makan siangmu hari ini? Semoga tetap sehat dan tetap beraktivitas ya.
Hari ini saya kembali ke selera asal, no sayuran. :D

Mar 4, 2012

A Child Called "It' - Kisah Menyayat Hati

Judul           : A Child Called "It"
Penulis        : Dave Pelzer
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Halaman      : 168 halaman





















Semangat hidupku menjadi sedemikian rendah, sampai sampai aku berharap Ibu benar-benar membunuhku, dan kupikir pada akhirnya itu akan ia lakukan juga. Menurut perkiraanku semua itu sekadar menunggu saat kapan ia mau melakukannya. Maka aku pun mulai sengaja bertingkah yang membuatnya marah, dengan harapan ia akan terpancing untuk segera mengakhiri kesengsaraanku.

  
A Child Called “It” diangkat dari kisah nyata seorang anak kecil, Dave Pelzer, yang menjadi korban kekerasan sang Ibu. Ibu kandung yang tega menganiaya secara fisik dan mental untuk alasan apapun yang tidak masuk akal. Dave berjuang untuk mempertahankan hidupnya, untuk tidak menyerah pada keadaan. Perjuangan Dave sungguh luar biasa. Kekerasan demi kekerasan, penyiksaan demi penyiksaan dihadapi Dave setiap hari. Pukulan dan tendangan sudah biasa dia terima. Kekurangan makan, makan dari memungut sampah, makan sisa makanan anjing sampai tidak diberi makan selama sepuluh hari pun pernah Dave alami. Bahkan Dave pernah dipaksa meminum cairan amonia, cairan pencuci sabun dan memakan kotoran adiknya sendiri. Dave menjalani ”hukuman” didalam ruangan penuh asap hasil campuran amonia dan chloroc. Tetapi mengapa hanya Dave sendiri yang menerima semua itu, bukan keempat saudaranya? Hingga puncaknya sang ibu menyebutnya “it” sesuatu. Keberadaannya hanyalah “sesuatu”, tidak lebih dari itu.

Saya muak. Bukan, saya bukan muak pada buku ini. Saya muak pada Roerva, ibu kandung Dave. Namun saya lebih muak kepada ayah yang tidak punya cukup kuasa (mungkin juga tidak peduli) dan lebih memilih melarikan diri daripada menyelamatkan keluarga. I don’t wanna live in this planet anymore. Kenapa ada manusia-manusia seperti itu.

Ketika membaca beberapa halaman awal buku ini, sebenarnya saya ingin segera menghentikannya. Saya menangis. Saya benar-benar tidak sanggup membayangkannya. Sungguh, saya diajak untuk merasakan kesakitan, kesendirian, ketidakberadayaan, kekalahan, amarah Dave. Kekerasan dan penyiksaan yang dialami Dave, dijelaskan dengan alur yang mudah dipahami. Namun, saya harus tetap melanjutkan membaca. Penyiksaan itu menjadi lebih parah, dan lebih menyayat hati. Saya kembali menangis.

Membaca buku ini saya menjadi lebih bersyukur telah dilahirkan di keluarga yang bahagia, penuh cinta kasih. Saya tidak mungkin sanggup menjalani hidup seperti Dave. Kekuatan dan semangatnya benar-benar inspirasi bagi banyak manusia.

Namun ada satu hal yang masih mengganjal. Dave Pelzer tidak menceritakan alasan sang ibu berubah dari wanita lembut penuh kasih sayang menjadi wanita kejam tak berperikemanusiaan.

Rate : 4/5 
***
Perjuangan fisik mempertahankan kelangsungan hidup memang penting, tetapi yang lebih penting dan bermakna lagi adalah mempertahankan semangat agar tetap hidup.


Feb 27, 2012

[Empress Orchid] Wanita yang Mendominasi Pria

Judul        : Empress Orchid
Penulis     : Anchee Min
Penerbit   : Hikmah
Halaman   : 620 halaman

Mengapa mataku gagal menemukan kesenangan yang penuh dengan harta benda ini? Pelayan-pelayanku mendandaniku dengan sehelai jubah cantik berwarna aprikot, yang dihiasi taburan bunga plum – gaun yang sudah kukenakan ribuan kali dalam mimpi. Aku berjalan ke muka meja rias, dan melihat kecantikan tiada tara. Pada rambutku ada jenpit berbentuk capung yang dihiasi dengan batu rubi, safir, mutiara, turmalin, mata kucing dab bulu-bulu burung pekakak. Aku berputar, mengamati perlengkapan kamar, panel-panel mozaiknya yang penuh dengan batu mulia dan hasil panen yang berlimpah. Di sebelah kiriku ada lemari berlaci dari kayu cendana merah yang dihiasi giok dan batu-batu mulia, di kanan sebuah meja cuci muka dari kayu mawar yang dilapisi indung mutiara. Di belakangku terdapat sekat-sekat tempat tidur dari lukisan antik yang paling berharga.

Hatiku menjerit. Apa lagi yang masih, bisa dan berani kau inginkan, Anggrek?

***
Sebuah perjalanan hidup gadis Manchu dari klan Yehonala di abad 19 hingga dia menjadi seorang Maharani, penguasa wanita yang mendominasi kaum pria. Anggrek melakukan perjalanan dari Wuhu ke Peking untuk menguburkan jenazah ayahnya, seorang mantan Gubernur Wuhu. Bersama ibu, adik lelaki dan adik perempuannya berjuang dengan harta terakhir peninggalan sang ayah. Nasib mengubah kehidupan Anggrek setelah dia terpilih menjadi salah satu dari enam selir resmi Kaisar Hsien Feng selain 3000 selir lainnya. 

Menjalani kehidupan selir sungguh berat. Anggrek menanti sang kaisar dalam ketidak pastian. Anggrek harus bersaing dengan 3000 wanita lainnya untuk mendapatkan perhatian sang putra surga dan berharap mendapatkan benih naga di rahimnya.  Banyak cara dilakukan Anggrek, dari belajar cara memuaskan kaisar hingga menyuap kasim untuk mengatur kunjungan kaisar. 

Segera saja Anggrek menjadi kesayangan kaisar dan melahirkan putra sekaligus satu-satunya, Tung Chih, yang kemudian menjadi pengganti kaisar Hsien Feng. Sementara itu, di luar tembok istana, China sedang mengalami berbagai krisis. Dari mulai pemberontakan Taiping hingga penjajahan negeri Barat. Kondisi ini membuat kaisar Hsien Feng tertekan dan perlahan-lahan menyerah pada sakitnya akibat beban yang tak tertahankan hingga meninggal di usia tiga puluh tahun. 

Anggrek berusaha hidup demi putranya. Dalam tekanan berbagai pihak, Anggrek tetap kuat meski sisi kewanitaannya terkadang membuatnya hampir menyerah pada nasib. Anggrek mendalami ilmu pemerintahan sebelum kaisar wafat, dan tetap memegang kendali pemerintahan dinasti Ch’ing dari balik tirai atas nama Tung Chih.
***

Dalam sejarah, Anggrek atau Ci Xi diceritakan sebagai wanita yang penuh ambisi, kejam, haus kekuasaan dan menjadi penyebab utama runtuhnya dinasti Ch’ing. Ci Xi mendapat kekuasaan lewat rayuan dan pembunuhan. Membaca novel ini, saya disuguhkan sebuah sudut pandang berbeda tentang Maharani Anggrek. Ci Xi, seorang wanita cerdas yang hanya berusaha bertahan hidup di lingkungan Kota Terlarang yang keras, penuh intrik politik dan perebutan kekuasaan demi keluarga dan putranya. 

Anchee Min mampu memaparkan secara detil setiap sudut Kota Terlarang. Dari ornamen istana, bebungaan yang memenuhi taman, hingga detil gaun yang dikenakan penghuni istana setiap harinya.

Saya bisa merasakan emosi Ci Xi dalam ketakutannya, kesendiriannya, kegalauannya, keputus asaannya hingga kesedihannya. Pun merasakan kekuatan dan semangatnya untuk bangkit dari keterpurukan. Semua tergambarkan dengan jelas hingga saya terhanyut oleh perasaan Ci Xi. 

Novel ini hanya menceritakan kisah Ci Xi ketika memasuki istana hingga meninggalnya sang Kaisar. Novel ini belum menceritakan kehidupannya saat memerintah China.

Meski terjemahan, novel ini dapat dengan mudah dipahami dan diikuti alurnya namun ada beberapa puisi terjemahan yang menurut saya kurang pas dan tidak mengena. Secara umum, saya suka novel ini, cocok bagi penyuka sejarah yang dibalut fiksi.

Rate: 4/5

Feb 13, 2012

Dompet Koin Flanel - Kelinci

Dompet ini saya buat di sela-sela kesibukan kerja, kuliah, dan persiapan skripsi. Proses pembuatannya sama dengan dompet flanel sebelumnya yaitu panda dan singa. Hanya disesuaikan saja dengan bentuk kepala kelinci. :D

Ini polanya

Ini tampak dari depan

Ini penampakan belakang

Feb 6, 2012

Pohon Harapan sebagai Buku Tamu Pernikahan

Dalam setiap acara pernikahan, biasanya terdapat buku tamu. Buku sebagai tanda hadir dalam sebuah pernikahan. Buku tamu sering dihias indah, karena pernikahan itu memang indah, kecuali menikah karena dipaksa keadaaan. :D


Pada pernikahan saya bulan November kemarin, tidak ada buku tamu di meja penerima tamu. Saya sengaja menghilangkan bagian itu karena buku tamu itu sudah biasa. Saya memasang sebuah pohon, ranting lebih tepatnya. Seperti dalam kepercayaan Tionghoa, harapan yang digantung di pohon mei hwa menjelang tahun baru akan terkabul di tahun berikutnya. Tapi ini bukan pohon mei hwa dan ini juga bukan tahun baru China. Ini hanya sebuah pernikahan saja dan saya hanya mengadaptasi pohon harapannya.


Saya berharap, banyaknya doa dan harapan baik dari tamu undangan akan menjadikan pernikahan kami semakin berkah, langgeng dan bahagia.

Pohon ini saya buat sendiri loh. #cap stempel 'sombong' di jidat#. Hahahaaa....
Rencana awal akan memotong pohon turi di sebelah rumah, karena bentuk pohonnya bagus, rantingnya sempurna seperti harapan saya. Namun keesokan hari, ada dahan tumbang. Dahan itu dari pohon johar yang memang banyak di depan rumah. Senangnya. Allah Memang Maha Memberi. Daripada nebang pohon dan merepotkan orang lain, akhirnya saya pakai pohon johar yang tumbang itu meski tidak sesempurna bayangan sebelumnya. Tidak semua dahan saya pakai, hanya sebagian kecil saja. Agar terlihat lebih cantik, ranting-ranting itu saya cat dengan warna putih. Lumayan repot juga sih. Tapi puas dengan hasilnya. :D

Feb 3, 2012

Sepenggal Perjalanan Hidup Danie

Ternyata sudah tiga tahun lebih saya menjalani rutinitas bekerja sambil kuliah. Sebentar lagi bikin skripsi. Skripsi selesai, dinyatakan lulus, lanjut wisuda. Indah sekali. ^^,

Tapi bekerja sambil kuliah itu sungguh tidak mudah. Saya harus pandai mengatur jadwal. Jadwal kuliah dan kerja tidak boleh bertabrakan. Kadang saya harus mengorbankan kuliah jika memang pekerjaan tidak bisa ditunda. Saya harus menunaikan kewajiban. Bekerja pada orang lain. Saya juga harus bena-benar menjaga stamina tubuh. Disaat orang lain instirahat setelah bekerja seharian, saya masih harus tetap kuliah di malam harinya. Dan itu setiap hari dari Senin hingga Jumat. Terkadang ada rasa malas. Tapi saya harus tetap semangat. Jika sedang banyak tugas, tak jarang saya begadang untuk menyelesaikannya. Ini konsekuensi dari pilihan yang saya ambil. Namun, godaan terberat bagi saya adalah cuaca. Saya paling tidak tahan air hujan. Tapi saya harus bersemangat menyelesaikan kuliah.

Iya, saya memang tidak mempunyai kesempatan seperti orang lain kebanyakan. Kesempatan untuk meneruskan kuliah setelah menamatkan sekolan menengah atas. Kesempatan memperoleh gelar sarjana. Tapi saya tidak bersedih dan juga tidak menyesal. Manusia punya jalannya masing-masing. Ikuti dulu arus kehidupan jika kita tak punya kuasa untuk melawannya. Namun, tak boleh selamanya hanya pasrah. Suatu hari, harus ada keinginan untuk mengubah nasib.

Saya menamatkan pendidikan SMA tahun 2003. Saya sempat merasakan jadi anak kuliahan selama setahun. Pergi ke kampus pagi hari, bersosialisasi dengan mahasiswa lain, pulang sore, jalan-jalan. Ya seperti itulah. Kemudian, secara tiba-tiba, saya memutuskan untuk bekerja saja. Dan dengan berat hati, ibu memberi ijin. Dan saya terbang ke Batam. Jauh kan? Dari Semarang ke Batam di usia 20 lewat 3 bulan.

Batam sedikit banyak memberi perubahan dalam hidup saya. Saya dituntut mandiri. Benar-benar mandiri. Tidak ada yang bisa diandalkan di sini. Saya harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri, atau hanya akan menambah beban orang tua jika saya sering mengeluh. Saya harus kuat di perantauan.

Alhamdulillah, Batam tidak sekejam dan sesuram penggambaran media. Saya bekerja di perusahaan yang cukup keren waktu itu meski berawal sebagai operator produksi. Ini kali pertama saya bekerja. Saya harus kuat. Tiga bulan setelah bergabung di perusahaan itu, saya mendapat kesempatan lebih baik. Saya tidak lagi menjadi operator produksi tetapi saya bergabung di divisi Finance & Accounting. Dari sanalah pengalaman dan ilmu saya dapatkan, termasuk perubahan cara berpikir dan memandang hidup. 

Batam memberi banyak hal untuk saya. Dari pulau ini juga, doa keinginan saya satu-persatu terwujud. Sejak dulu, saya ingin melangkahkan kaki ke luar negeri bukan sebagai TKW tetapi turis. Ketika saya tiba di Singapura untuk pertama kali, ada rasa senang dan bahagia, sulit diungkapkan dengan kalimat. Akhirnya saya keluar negeri sebagai turis. Hooreeee.... :D. Norak sih, tapi tak apalah.

Di Batam, saya juga mendapatkan kesempatan belajar pajak. Semua biaya ditanggung perusahaan. Lagi-lagi saya bersyukur. Sampai saat ini, saya pun belum menemukan alasan kenapa Bapak manager memilih saya bukan staff lain yang jauh lebih senior. Mungkin ini takdir saya atau mungkin keberuntungan saya? Ya apapun itu, saya berterima kasih kepada Allah atas kehidupan yang indah ini.

Cinta? Haahhaa... ada banyak cinta datang dan pergi selama saya di Batam. Berapa ya? Em...emm...kasih tau nggak ya? Dan saya tidak berjodoh dengan salah satu dari mereka. Karena saya justru menemukan suami di kampung halaman, Semarang.

Sahabat juga turut serta menguatkan saya ketika dalam kondisi jatuh. Saya menemukan banyak orang baik di pulau ini. Manisnya hidup.

Hidup yang saya jalani di Batam memang tidak sepenuhnya mulus. Ada saatnya saya jatuh, terluka dan menangis. Tetapi saya mampu melewati semua itu. Cobaan membuat saya lebih kuat. Membuat saya lebih dewasa. Dan membuat saya lebih mensyukuri nikmat Allah.

Setelah tiga tahun di Batam, saya memutuskan pulang ke Semarang untuk kuliah lagi. Melanjutkan keinginan yang sempat tertunda. Dan inilah saya sekarang. Bersiap-siap membuat folder keramat bernama skripsi.

Life can be fun, if you really want to.

Jan 26, 2012

Winter In Tokyo - Ilana Tan

Judul       : Winter In Tokyo
Penulis     : Ilana Tan
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Halaman   : 320 halaman

















“Apakah kau bisa melupakan Akira... dan mulai benar-benar melihatku?" Kalimat yang diucapkan Nishimura Kazuto membuat Ishida Keiko terkejut dan tidak percaya. Tapi ada rasa bahagia di sana diantara kebimbangan hatinya.

***
Kazuto, seorang fotografer yang memutuskan untuk tinggal di Tokyo, menjauh dari New York. Menjauh dari seseorang yang disukainya, Iwamoto Yuri. Wanita yang disukai Kazuto lebih memilih untuk menikahi sahabat Kazuto.

Tokyo, kota yang dipilih Kazuto untuk menyembuhkan luka di hatinya ternyata mempertemukan dia dengan Keiko. Seorang gadis manis keturunan Indonesia Jepang yang selalu ceria. Ada sesuatu yang berbeda setiap kali berada di dekatnya. Segalanya jadi menyenangkan. Mereka tinggal di apartemen yang sama. Sebuah apartemen sederhana namun penuh kekeluargaan diantara para penghuni. Benih-benih cinta mulai tumbuh seiring kebersamaan mereka.

Kisah cinta ini memang tidak mulus. Ada Kitano Akira, cinta pertama Keiko tiga belas tahun yang lalu, yang kembali hadir dalam kehidupan Keiko dan membalas rasa itu. Ada Yuri yang tiba-tiba datang ke Tokyo dan menanyakan perasaan Kazuto terhadapnya selama ini. Amnesia yang diderita membuat Keiko menghilang sementara dari pikiran Kazuto. Sebuah perjalanan cinta yang tidak mudah. Namun, cinta sejati mengalahkan segalanya.

Akhir yang manis sesuai harapan pembaca.  
Ending yang mudah ditebak.

Alur cerita Ilana Tan memang bisa saya tebak dari awal. Tiap kejadian dan scene yang akan dipaparkan bisa dengan mudah saya duga sebelumnya. Termasuk epilog yang mengisahkan masa kecil Keiko, Kazuto dan Akira. Masa ketika Keiko merasakan cinta untuk yang pertama kali dan cinta itu masih terasa sama hingga dewasa. Jadi saya tidak mendapatkan kejutan sama sekali. Jalan ceritanya ringan, mudah dipahami dan mengangkat kisah cinta yang sering terjadi di sekeliling kita. Sekilas, tema yang diangkat juga sering dijadikan sinetron atau serial televisi di negara ini. Sesuai dengan judul, novel ini mengambil setting di Jepang pada musim salju yang menambah keromantisan cerita. Pembaca diajak menikmati dinginnya salju dan menjelajah sudut-sudut kota Tokyo. Menarik. Lumayan untuk mengisi waktu luang dengan bacaan yang tidak terlalu berat.

Rate 2.8/5


Catatan pribadi. Faktor usia berpengaruh besar dalam menikmati novel ini. Jika saja saya masih remaja, pasti akan menyukai tema-tema cinta yang berakhir manis. Ah, sayang saya sudah tidak remaja lagi :D