Jul 30, 2012

Kolak Gratis Berhadiah

Senin minggu lalu, ada keramaian di depan kantor, tepatnya depan kantor BPR. Kebetulan sekali kantor BPR Gunung Rizki bersebelahan dengan tempat saya bekerja. Ada mas-mas dan mbak-mbaknya lagi bagi-bagi kolak. Kalau bulan Ramadhan seperti saat ini, memang banyak kan ya yang bagi-bagi kolak atau nasi. Nah, kalau yang ini agak beda sih. Judulnya Kolak Gratis Berhadiah 2012. Ha...? Beneran itu?

Ya itu sih yang diteriakkan para karyawannya. Kendaraan yang melintas dihentikan untuk dibagi kolak gratis. Tapi ada acara nulis2 kupon segala. Di kupon itu mencantumkan nama, alamat dan no henpon. Dari informasi, kupon akan diundi setelah lebaran nanti. Kalau biasanya, kita dapat kupon doorprize jika kita membeli produk-produk tertentu selama periode tertentu pula. Nah, kalau ini nggak perlu beli produk, malah dikasih kolak.

Hadiah yang akan diundi berupa:
1 buah kulkas
2 buah DVD Player
3 buah Kipas Angin

Lumayan sih kalo bisa dapat salah satunya :D 
*berdoa

SRC Juli Tertunda

Seharusnya buku Juli yang sudah saya targetkan untuk dibaca dan direview selesai. Namun, banyak sekali kendala di bulan ini. Bahkan, belum sepat tersentuh sama sekali. Ya sudahlah, jadwal mundur saja. Entah kapan selesainya :D

Target buku saya bulan ini berjudul The Expected One karya Kathleen McGowan.

Permusuhan Politis, Cinta Segitiga yang Rumit dan Misteri Injil Tulisan Maria Magdalena.

Tagline yang ada di covernya. Kalimat yang menarik bukan? Sepertinya seru. Tapi tebelnya, ampun dah. 600 halaman lebih. Tapi, harusnya seminggu juga udah kelar itu. 

Semangat. Tinggal sehari lagi dari deadline :D

Jul 25, 2012

Kado Indah di Bulan July

Membahagiakan sekaligus mengharukan. Akhirnya Allah memberikanmu di bulan ke enam pernikahan. Seorang janin kini mulai tumbuh dalam rahim saya. Senang sih, tapi jadi harus lebih extra hati-hati. Dulu, saya tipe orang yang gedebugan,pencilakan sana-sini, kini harus bisa meredam diri. Tenang.

Saya pikir, hamil akan sangat "merepotkan" dimana setiap hari mengalami morning sick atau lebih parahnya nggak doyan makan. Kan banyak tuh, teman-teman yang gitu. Alhamdulillah, dede baik hati. Emaknya nggak dibikin repot dengan acara mual-mual, muntah-muntah maupun nggak nafsu makan. Emaknya tetep bisa bekerja, tetep bisa beraktifitas seperti biasa. Hanya saja nafsu makannya sedikit bertambah. Nggak ding, bukan sedikit tapi banyak. :D

Memasuki bulan Ramadhan, dede juga baik baget. Emaknya masih bisa menjalankan puasa dengan lancar. Ya walapun kadang-kadang dede rewel juga, tapi di elus-elus sebentar juga udah tenang. 

"Adik pinter. Semoga jadi anak soleh/solehah ya nak".

Jul 6, 2012

Boneka Flanel Babi

Ini kelanjutan dari boneka keledai beberapa waktu lalu. Masih seputaran flanel dan ebook gratisan. :D

Ini aslinya
 
















Ini polanya


 
Ini cara buatnya


 

Dan ini hasil tangan saya. Nggak mirip sih, tapi tetep unyu kan? :D Dengan tambahan pita pink, jadi lebih cantik.


Jun 29, 2012

Selimut Debu - Menyibak Cadar Negeri Cantik nan Memikat



Judul          : Selimut Debu
Penulis        : Agustinus Wibowo
Penerbit     : Gramedia

Halaman     : 461 Halaman





Disini semua mahal. Yang murah cuma satu: nyawa manusia.
Itulah sepenggal kalimat pembuka yang ada di cover buku setebal 461 halaman. Apa yang kali pertama terlintas dalam otak jika mendengar nama Afganistan? Taliban? Negara penghasil opium terbesar? Ataukah negeri perang dengan wanita tertutup burqa? Afghanistan bukan hanya sekedar itu.

Saya mengenal Afghanistan hanya sebatas informasi dari televisi maupun internet. Afghanistan mulai terkenal ketika  Amerika Serikat menyerang Taliban atas tuduhan serangan 9/11. Sejak itu, Afghanistan identik dengan pertempuran, kemiskinan, dan keterbelakangan. Namun, Afghanistan bukan hanya sekedar itu.

Agustinus Wibowo menjelajah Afghanistan, sebuah negara yang tidak populer di kalangan backpacker maupun traveller. Namun Agustinus Wibowo justru menikmati perjalanannya. Afghanistan, negara di Asia Tengah yang berada di antara negara-negara pecahan Rusia yang berakhiran stan seperti Tajikistan, Turkmenistan, Pakistan dan stan-stan yang lain. Afghanistan, negeri yang penuh ironi. Perang melanda, selimut debu membungkus, ranjau mengancam, tetapi masih ada tawa bahagia di tengah kerontangnya padang ketika para penjinak ranjau kegirangan menemukan ranjau. Ranjau memang masih tersebar di negeri ini. Tidak sedikit rakyat Afghanistan terkena dampaknya yang menjadikannya negara dengan penyandang cacat terbesar di dunia.

Kemewahan bangunan di Kabul kontras dengan jalan becek dan hancur berlimbah lumpur di hadapannya. Sebuah kontras yang mewarnai negeri. Lebih jauh ke pedalaman Afghanistan, Agustinus menemukan wanita-wanita dalam pakaian warna-warni bebas melakukan aktifitas tanpa burqa.

Dalam buku ini, Agustinus mengajak kita berkelana menyusuri sisa-sisa kejayaan agama budha di Bamiyan, menyelami karakter penduduk Afghanistan yang multietnis, meminum teh cara Persia, menginap di samovar, bertemu wanita-wanita "tanpa identitas" dalam balutan burqa, menengok industri senjata yang menjadi industri rumahan hingga bermain dengan selonsong peluru. Sebagian besar penduduk Afghanistan sangat menghormati musafir. Mereka tetap memuliakan tamu meski hidup dalam keterbatasan. Memang sih, tidak selalu mulus penjelajahan Agustinus Wibowo. Dari kekurangan uang, kecopetan, percobaan pelecehan, transportasi yang susah nan mahal, hingga birokrasi yang njelimet. Namun, itulah seni berpetualang dan mengekplorasi.
Buku ini dilengkapi dengan peta Afghanistan agar pembaca bisa mengikuti alur perjalanan, tidak dengan mengandalkan imajinasi belaka. Beberapa foto membenarkan keindahan yang telah dituliskan Agustinus Wibowo. Sungguh negeri yang cantik. Benar, Agustinus Wibowo bukanlah seorang backpacker, melainkan explorer. Seperti yang tertulis pada kata pengantar di awal buku.


Rate: 4.5/5

Jun 26, 2012

Boneka Flanel Keledai

Siapa bilang saya sibuk di bulan Juni ini? Buktinya masih bisa membuat boneka flanel yang njelimet itu. Berawal dari nemu ebook membuat boneka di sini, saya jadi coba-coba ikutan buat. Kan di situ udah ada polanya, jadi tinggal cetak, trus gunting-gunting, lanjut jahit-jahit.

Kalau malas menuju di TKP, ini dia polanya dan langkah-langkah membuatnya.



Pola yang ada di ebook sedikit mengalami penyesuaian pada ukuran. Saya membuatnya lebih kecil sedikit, supaya bisa dijadiin gantungan kunci. Aslinya sih pakai kain buat boneka yang lembut itu, berhubung hanya punya kain flanel ya akhirnya pakai yang ada saja.

Ini dia si keledai flanel. Bagus kan? *PeDe*


Jun 18, 2012

Dompet Koin Flanel - Lady Bug

Kali ini bikin dompet koin bentuknya kepik atau lady bug. Cara membuatnya masih sama kok dengan si kelinci, singa, dan panda tempo hari. Malahan, yang ini lebih mudah karena polanya hanya dua buah lingkaran besa ditambah lingkaran kecil-kecil. Jahit, pasang resleting, jadi deh.


Boleh pesen loh. :D

Jun 7, 2012

Lomba Menanam Cebe

Pepeng Escoret ngadain lomba. Judulnya lomba menanam cabe dengan hestek #CabePepeng. Seru aja sih ngikut lomba ini, biar ada semangat buat menanam lagi. Maklum, akhir-akhir ini sedikit sibuk, jadi lahan di samping rumah hanya ada tanaman kemangi, sereh, jeruk nipis, dan rumput tentu saja.

Kalau yang mau ikutan, silahkan menuju tekape untuk info lebih lanjut tentang tata cara dan krtiteria penilaian. Menanamnya dibatasi empat biji cabe rawit saja. dalam waktu  3 bulan.

Saya mulai menanam kemarin, Rabu 6 Juni 2012. Kita tunggu 2 minggu lagi, apakah tumbuh subur atau malah mati. Semoga cepet tumbuh. :D Sementara pakai bekas air minum gelas, ntar kalau udah agak besar baru dipundahkan ke pot atau tanah.





*Tebarmantrapenyuburtanaman

May 31, 2012

Edensor. Bermimpilah!


Judul           : EdensorPenulis        : Andrea HirataPenerbit      : Bentang PustakaHalaman      : 288 Halaman




















Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.

Begitulah, kekuatan mimpi yang membawa Ikal dan Arai sampai di Perancis, mendapat beasiswa di Universite de Paris, Sorbonne. Berawal dari sebuah perkataan Pak Balia, guru semasa SMA dulu. “Murid-muridku, berkelanalah, jelajahi Eropa, jamah Afrika, termukan mozaik nasibmu di pelosok-pelosok dunia. Tuntut ilmu sampai ke Sorbonne di Prancis, saksikan karya-karya besar Antoni Gaudi si Spanyol”. Sejak itulah terpatri dalam benak Ikal dan Arai untuk menuntut ilmu hingga ke Eropa. Benar saja, dari penjelajahan itu, Ikal menemukan satu persatu mozaik hidupnya.

Petualangan dimulai sejak mereka menginjakkan kaki di daratan Eropa. Menghabiskan malam di musim dingin dengan suhu minus belasan celcius dalam udara terbuka. Belajar dari orang-orang jenius peraih nobel. Tenggelam dalam riset-riset ilmiah untuk meraih gelar Master of Science. Menikmati setiap sudut kota yang tak pernah membosankan. Bersahabat dengan pemuda pemudi cerdas dari beberapa negara.

Hingga musim panas itu pun tiba. Untuk menghabiskan liburan musim panas, Ikal dan teman-teman mengadakan sebuah permainan. Taruhan lebih tepatnya. Barang siapa mengunjungi negara paling banyak, dialah pemenangnya. Sebaliknya, yang kalah akan menanggungkan malu yang tak terkira akibat hukuman. Mungkin akan disangka orang gila atau lebih parah lagi akan berurusan dengan polisi. Peserta yang paling sedikit mengunjungi negara akan mengurus loundry peserta lainnya selama tiga bulan dan akan menuntun sepeda secara mundur dari museum legendaris Le Louvre ke gerbang L’Arc de Triomphe dimana di sepedanya digantungi pakaian-pakaian rombeng. Sungguh memalukan! Deal.

Ikal dan Arai menjelajah Eropa dan Afrika sebagai seniman jalanan. Menggunakan kostum ikan duyung, keduanya menampilkan seni jalanan sebagai patung dalam ekspresi merana. Suka duka menemani perjalanan sekaligus usaha pencarian Njoo Xian Ling, cinta pertama Ikal. Dari Rusia hingga Afrika! Dari udara dingin menusuk tulang hingga panas membakar kepala.

Semua telah kami rasakan, dalam kemenangan manis yang gilang gemilang dan kekalahan getir yang paling memalukan, tapi selangkahpun kami tak mundur, tak pernah. Kami jatuh, bangkit, jatuh lagi, dan bangkit lagi.

Mengapa diberi judul Edensor? Temukan di akhir buku yang menjadikannya penutup yang manis. Indah.

Saya sudah terpikat dengan cara bercerita Andea Hirata sejak awal. Andrea Hirata memang seniman kata-kata. Memadukan science dan sastra hingga menghasilkan karya yang cerdas Edensor merupakan novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Membaca buku ini, saya benar-benar diajak menjelajah Eropa hingga Afrika. Sebuah catatan perjalanan yang menarik, menelusuri tempat-tempat yang bukan merupakan tujuan turis. Edensor merupakan kisah seorang backpacker namun jangan berharap pembaca akan menemukan daftar hotel lengkap dengan tarifnya, karena ini bukan buku panduan backpacker. Dalam novel ini, Andrea juga menyelipkan perenungan yang membuat pembaca terharu, sedih, bahagia, miris, dan terkadang ironis. Novel ini mampu menebar semangat dan memberi inspirasi untuk berani mewujudkan mimpi.

Bermimpilah. Dengan mimpi kita akan memiliki harapan. Harapan akan memberi semangat untuk meraihnya.

May 4, 2012

Semarang Night Carnival 2012

Untuk menyambut ulang tahun kota tercinta meski panas Semarang yang ke 465, diadakanlah Semarang Night Carnival. Acara sejenis Solo Batik Carnival yang saya kunjungi tahun lalu. SNC2012 diselengggaran tanggal 28 April kemarin. Dan ini kali kedua SNC diadakan. Rute SNC2012 dimulai dari Balaikota di Jalan Pemuda dan berakhir di Jalan Pahlawan melewati Pandanaran.


Saya datang bersama suami beserta dua orang teman. Kami sengaja mendatangi pusat kota hanya untuk melihat Semarang Night Carnival. Suami sebenarnya kurang antusias, namun karena saya paksa akhirnya mau juga. :D Kami berempat menunggu di seputaran simpang lima. Waw, yang mau liat banyak banget. Dari anak-anak hingga dewasa, semua ingin menyaksikan karnaval tahunan Semarang. Karnaval di mulai pada pukul 19.00 dari balaikota dan sekitar pukul 20.30 sampai di Simpang lima. 



Jepret sana jepret sini, sambil ngeliat kostum berwarna-warni dalam beragam bentuk bunga. Tema SNC2012 adalah ungkapkan dengan bunga. 


Namun, baru 15 menitan rombongan karnaval melintas di hadapan kami, tiba-tiba hujan deras mengguyur. Spontan saja, semuanya lari mencari tempat berteduh, tak terkecuali para peserta SNC2012. Eman-eman riasan ma kostumnya mungkin :D . Tapi masih ada yang semangat menentang hujan, tetap berjalan dalam barisan dan bernyanyi. Makin deras hujan, makin kencang pula teriakan. Barisan pak polisi tetap rapi. Hehehehee...kalau yang itu memang harus. Masak pak polisi takut ma air, ya bisa dipecat itu. Lagian mereka juga nggak pakai bedak n maskara, jadi nggak takut luntur. Wahahaha... Ops!!!

Saya termasuk yang hampir terakhir menyelamatkan diri. :D Maen air hujan dulu. Kecewa? ya iyalah. Sudah menunggu lama, bukan dalam hitungan jam lagi melainkan hari. Kan yang spektakuler belum sampai di depan mata. Huuuuuuuu.... Pas berteduh di bawah pohon, sempat ngobrol sebentar dengan peserta pawai. Mereka adalah rombongan dari SMP 34. Katanya kecewa, udah persiapan selama tiga bulan dan kostum yang meghabiskan dana 2 jutaan harus berakhir dengan guyuran hujan. Yah, namanya juga hujan, nggak bisa diprediksi. Semoga tahun depan lebih meriah dan alam lebih bersahabat alias nggak hujan.



 
 Ini kenapa pake baju yang ada merknya? Moduskah? :D