Sep 17, 2014

Berani Menggambar - Kreatips! 021-025

 





Mimpi Sederhana Saya #1

Saya tuh mendambakan rumah mewah. Siapa sih yang nggak pengen punya rumah mewah. Rumah mewah yang saya inginkan bukan yang tinggi menjulang macem kastil dengan banyak kamar dan taman indah itu. Bukan. Tapi mewah “mepet sawah”. Yup, sawah yang ada padinya, ada rumputnya, ada airnya, ada belutnya juga barangkali. Lebih seneng lagi kalau sawahnya itu sawah saya. Heheheee...
 
Saya membayangkan menghirup aroma dedaunan basah karena embun ketika membuka jendela pagi. Mendengarkan kicauan burung liar mendendangkan pujian syukur pada Sang Illahi. Menginjakkan kaki telanjang saya di galangan sawah berumput. Oh, indah pemandangan. Jadi ingat lagu masa kecil.
 
“Memandang alam dari atas bukit,
Sejauh pandang kulepaskan,
Sungai tampak berliku,
Sawah hijau membentang,
Bagai permadani di kaki langit,
Gunung menjulang,
Berpayung awan,
Oh indah pemandangan.”
 
Rumah idaman saya tidak perlu besar, yang penting anak-anak punya kamarnya sendiri. Yang saya inginkan pekarangan yang luas supaya hasrat berkebun saya tersalurkan. Ingin menanam beragam buah. Selama ini saya memanfaatkan samping rumah yang minimalis untuk bercocok tanam. Tentu saja tidak bisa menanam bermacam pohon buah karena membutuhkan tempat yang luas meskipun memakai sistem tabulampot.
 
Kalau bisa sih, ada sungai kecil tidak jauh dari rumah. Sungai bersih dengan bebatuan yang tertata indah secara alami. Kalaupun tidak ada, tak mengapa.
 
Saya ingin anak-anak saya tumbuh dekat dengan alam. Setiap hari bisa mempelajari lingkungan sekitar, tidak berkutat dengan gadget saja. Saya suka lihat Petualangan Si Bolang. Anak-anak masih bermain dengan apa saja yang telah disediakan alam untuk manusia. Meski sederhana, namun tetap ada senyum dan tawa.
 
Sepertinya saya akan bahagia. Hope My Dreams Come True. Sederhana saja bukan?

Berani Menggambar - Kreatips! 016-020





 

Berani Menggambar - Kreatips! 011-015






 
 

Sep 16, 2014

Berani Menggambar - Kreatips! 006-010


Tutorial MasWAditya
Ini hasil gambar saya ^^,

Tutorial MasWAditya
Ini hasil gambar saya ^^,

Tutorial MasWAditya
Ini hasil gambar saya ^^,

Tutorial MasWAditya
Ini hasil gambar saya ^^,

Tutorial MasWAditya
Ini hasil gambar saya ^^,

 
 

Sep 12, 2014

Fio dan Kapal Dugderan yang Melegenda

Dugderan, identik dengan mainan anak-anak. Termasuk yang satu ini. Kapal otok-otok. Kapal otok-otok ini sudah ada sewaktu saya masih kecil. Mungkin juga jauh sebelum itu. Kapal bergerak dengan bantuan kapas mungil di olesi minyak goreng dan disulut api. Teknologi sederhana. Sederhana tapi melegenda. Bunyinya othok...othok...othok sehingga dinamai kapal otok-otok.
 
Sekarang, kapal itu juga masih dijual. Fio bermain itu. Sama seperti saya berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dengan pengawasan orang dewasa tentu saja.
 





Berani Menggambar - Kreatips! 001-005


Ini hasil gambar saya.

Ini tutorialnya MasWAditya
Ini hasil gambar saya.
Ini tutorialnya MasWAditya
Ini hasil gambar saya.


Ini tutorialnya MasWAditya
Ini hasil gambar saya.

Ini tutorialnya MasWAditya
Ini hasil gambar saya.



Sep 3, 2014

We Will Still be Friends Forever

And so we talked all night about the rest of our lives
Where we're gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won't be coming back
No more hanging out cause we're on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don't have another day
Cause we're moving on and we can't slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn't know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
And we would get so excited and we'd get so scared
Laughing at ourselves thinking life's not fair
And this is how it feels

As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends Forever

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won't interfere with her tan?
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
And this is how it feels

Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it's like we're women and men
Will the past be a shadow that will follow us around?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
 
Tahu kan lagu itu? Kalau seangkatan sama saya mungkin tahu. Itu lagunya Vitamin C yang cocok jadi soundtrack “perpisahan” SMA, sebelas tahun yang lalu. Hahahaa...tua yak? Nggak juga. Ah, jadi kangen masa-masa SMA. Kangen teman-teman dulu. Kangen beberapa guru. Kangen suasana sekolahan. Kangen kantinnya juga. Kangen gebetan. Ooppsss... yang terakhir cuma bercanda. Katanya masa SMA itu masa yang paling indah.
 
Setelah lulus SMA, semua menempuh jalannya masing-masing. Ada yang kuliah. Ada yang bekerja. Mungkin juga ada yang langsung menikah. Trus apa kabar sama yang “populer” waktu di bangku SMA ya? Populer karena cantik atau pintar atau ganteng atau bandel?
 
Jadi pengen tahu, apakah yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng itu masih sama? Trus mereka yang termasuk golongan pintar, apakah hidupnya sekarang sesukses akademiknya dulu? Trus yang bandel-bandel itu nasibnya bagaimana? Sukses juga nggak? Ya walaupun sukses masing-masing orang itu berbeda.
 
Saya dulu termasuk golongan yang kurang populer. Golongan biasa saja. Mungkin hanya sedikit yang mengenal dan mungkin masih mengingat saya. Heheheee...
We will still be
Friends Forever
 
Indriani, sudah bersuami dan punya dua anak. Reva dan Vano. Jadi wanita karir yang bekerja di sebuah bank swasta.
 
Danny Set, sudah bersuami dan baru punya satu anak. Dipta. Seorang HRD di sebuah perusahaan tambang.
 
Isna, masih single. Entah sampai kapan pencariannya terhadap sang pangeran pujaan hati. Ayo Na, gek ndang dipilih siji. Wanita karir juga di perusahaan farmasi.
 
Saya, sudah bersuami dan punya satu anak. Fio. Seorang akunting perusahaan aksesoris kapal merangkap ibu rumah tangga. Punya keinginan menjadi IRT sepenuhnya.
 
Semoga pertemanan ini langgeng hingga menurun ke anak cucu kita. Emang sih nggak seperti dulu, jalan bareng, makan bareng, nongkrong bareng. Tapi setidaknya kita nggak lost contact.
And as our lives change
Come whatever
We will still be
Friends Forever

Gambar saya temukan di google image

Yuk, karokean. Lets sing lots of songs.