Jul 17, 2017
Jul 14, 2017
Jul 5, 2017
Jun 14, 2017
2 Tahun Ber-Postcrossing
Dua tahun itu lama banget ya, kalau pacaran. Setara sama lamanya nyicil motor. Tapi entah mengapa, sepertinya dua tahun itu waktu yang singkat bergabung di dunia postcrossing. Saya hanya menerima 65 kartu pos dan mengirim 62 kartu pos, ada yang tidak pernah sampai ke tujuan. Di sela-sela official postcrossing, saya juga bergabung di grup Komunitas Postcrossing Indonesia. Saya tidak popluer di situ, tapi saya sering menang giveaway. Total ada banyak yang saya terima dari ikut-ikut kuis di grup tersebut. Saya juga tidak pernah melapor di wall grup ketika menerima kartu pos. Tapi percayalah, saya selalu memberi kabar kepada pengirim jika kartu posnya sudah saya terima dengan selamat. Ada perasaan senang dan bahagia ketika Fio bilang "Ibuk, dapat kartu pos" sepulang saya bekerja. Alhamdulillah.
Jun 2, 2017
DIY : Handmade Postcard dari Kardus Bekas
Selama saya vakum dari dunia blogging dan postcrossing, saya tetep lho kepoin grup Komunitas Postcrossing Indonesia di facebook. Saya tetep mantengin grup, mana tau ada yang bagi-bagi kartupos dengan syarat yang mudah. Dapat sih. Saya lumayan beruntung. Dapat juga dari GA di Postcrossing. Nah, selama kepo, kartupos dari kardus kemasan makanan atau minuman lagi happening banget. Rame-rame pada share dan bagi-bagi kartupos semacam ini. Dan saya jadi ikutan ngumpulin kardus-kardus kemasan. Pas Yasmin lagi tidur, saya bikin juga. Tapi ya sekedar bikin dan ditumpuk saja. Belum dikirim apalagi dibagi-bagi. Entahlah. Mungkin suatu hari nanti mau bagi-bagi kartupos kardus itu.
Ini dia kartupos buatan saya. Jadi kayak semacam promo gratis ya. Ada yang mau swap? :D
Bikin kartu pos dari kalender juga bias. Banyak kalender yang menampilkan gambar menarik dengan kualitas bagus. Saya punya kalender bekas sebuah bank yang quotenya lumayan menarik. Ambil aja bagian yang menarik. Tinggal percantik halaman belakangnya. Jadi deh sebuah kartu pos lucu.
Today's ambition is tomorrow's legacy. Bagus kan quote nya.
May 22, 2017
Freezer ASIP, Sewa atau Beli Baru?
Buat para ibu pekerja
atau working mom, pastinya tetep ingin memberikan asi exclusive-nya
buat anak. Ya caranya dengan pumping Asi di sela-sela bekerja.
Sekarang sudah banyak perusahaan yang peduli dengan kaum ibu macam
saya. Perusahaan menyediakan ruang laktasi yang dilengkapi dengan
kulkas pendingin maupun freezer. Tapi sayang, ditempat saya bekerja
belum ada ruang khusus seperti ini. Jadi ya saya pumping di sebelah
ruang pantry yang memang kosong. Kalau freezer jelas ngga ada juga.
Saya bawa cooler bag beserta ice gelnya.
Nah, untuk menyimpan
ASIP (Air Susu Ibu Perah) ini wajib ada freezer dirumah. Entah yang gabung dengan kulkas
atau khusus. Berhubung saya udah nyetok ASIP seminggu sejak Yasmin
lahir, stok ASIP saya lumayan banyak. Freezer yang gabung sama kulkas
2 pintu udah ngga muat lagi. Mau ngga mau harus punya freezer khusus.
Sebaiknya sewa atau beli baru ya?
Setelah saya gugling tarif sewa freezer di Semarang, tidak banyak pilihan. Itu lagi itu lagi yang menyewakan. Harganya 150.000 rupiah per bulan dengan minimal peminjaman 3 bulan. Lumayan juga kan ya? 3 bulan saja sudah harus keluar 450.000 rupiah. Sebagai ibu, pastinya ingin memberikan ASI jangka panjang, minimal sampai 2 tahun. Dengan perhitungan ini, mending saya beli saja. Kebetulan ada info dari teman, elektronik dengan harga agak miring. Kebetulan lagi tokonya deket sama rumah. Ternyata barang-barang yang dijual itu punya cacat fisik jadi enggak bisa dijual di toko dengan harga normal. Ah, cuma baret sedikit di pintunya tak mengapalah. Toh, yang saya butuhkan bukan tampilannya. Saya dapat freezer Toshiba 4 rak dengan harga 1.600.000 rupiah. Lumayan sih. Kalau baru bisa 2 jutaan lebih. Kalaupun bisa bertahan dua tahunan udah untung, daripada sewa.
Jadi, kalau menurut saya lebih murah beli baru untuk pemakaian jangka panjang. Ayuk semangat pumping buat ibu-ibu pekerja yang punya bayi masih nyusu. Nggak ada kata capek untuk anak.
Dan sampai hari ini, stok ASIP saya masih banyak. Masih mikir-mikir buat beli freezer lagi. Mikir biaya listriknya sih.
Dan sampai hari ini, stok ASIP saya masih banyak. Masih mikir-mikir buat beli freezer lagi. Mikir biaya listriknya sih.
May 19, 2017
Selamat Datang Dik Yasmin
Akhirnya bisa update blog lagi.
Yasmin Divinia Riva, lahir sehari setelah kak Fio merayakan ulang tahunnya yang ke empat. Selamat ulang tahun kak Fio. Semoga enggak sering-sering rewel lagi, tambah pinter, tambah rajin, tambah dewasa.

Jumat, saya masih bisa tiup lilin kue ulang tahun kakak. Masih biasa saja. Paginya, perut udah mulai kontraksi, tapi masih hilang timbul. Saya masih sempat lho liat Ji Sung dalam serial Defendant, hahahaaa... Agak siangan, kontraksi makin sering. Udah nggak konsen liat kegantengan om Ji Sung, papa idaman bingit. Tapi berhubung ini anak kedua, nggak sepanik pas Fio dulu. Saya masih santai, mondar mandir didalam rumah. Masih "bisa" ngurus Fio dikit. Akhirnya setengah 2 siang, saya berangkat ke bidan. Udah sakittttt... Tapi tau sih kalau lahirnya bakalan masih nunggu beberapa jam lagi. Jam 3, dicek udah bukaan 3. Alhamdulillah. Jalan-jalan di kamar bersalin lagi. Ngrasain sakit cenut cenut pinggang mau copot. Dan bapaknya Fio tetep iseng ambil gambar pas saya lagi sakit-sakitnya, tapi enggak berani nemeni istrinya lairan di dalam kamar bersalin. Huhuhuuuuuu...
Setelah melalui proses sakit cenut-cenut tadi, jam setengah 6 menjelang maghrib, Yasmin lahir bersamaan dengan turunnya hujan yang lebat sore itu. Lebih cepet daripada Fio. Iyalah, kan anak kedua. Tapi jangan tanya sakitnya ya. Lebih sakit yang ini. Ngeden puluhan kali (sampai lupa berapa kali ngeden) enggak mau keluar juga si dedek. Luka jahitannya juga sembuhnya lebih lama. Hampir dua minggu lebih baru bisa normal berjalan. Sebelumnya jalan kayak penguin gitu, kata kak Fio dan bapaknya. Kalau dulu si kakak, jahitan saya udah sembuh seminggu saja.
Alhamdulillah semua sehat, semua lancar, lairan normal, asi langsung keluar.
![]() |
| Sesaat setelah lahir |
![]() |
| Masih di bu bidan |
![]() |
| Selamat datang di rumah Yasmin sayang |
Soal nama. Seperti biasa, suami ngajuin beberapa nama untuk saya pilih. Saya pilih Yasmin Divinia Riva meski belum tau arti namanya. Sebenernya saya minta kalau ejaan Yasmin diganti jadi Jasmine. Alasannya sepele sih, biar kalau sekolah enggak dapat absen paling bontot. Hahahaaaa... remeh banget ini. Tapi bapaknya enggak mau. Tetep maunya Yasmin. Okelah, daripada berantem gegara satu abjad, bakalan menguras energi. Abis lairan kan capek ya.
Jadi Yasmin Divinia Riva artinya wanita cantik seperti bunga melati yang hebat dalam melakukan sesuatu.
Yasmin ( Indonesia ): Bunga Jasmin (Melati)
Divinia ( Latin ): (bentuk lain dari Diva) Hebat
Riva ( Karakteristik ): Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Baik hati, penuh pertimbangan. Intuitif dan penuh inspirasi. Cerdas, berjiwa petualang.
Divinia ( Latin ): (bentuk lain dari Diva) Hebat
Riva ( Karakteristik ): Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Baik hati, penuh pertimbangan. Intuitif dan penuh inspirasi. Cerdas, berjiwa petualang.
Semoga engkau sehebat doa yang tersemat dalam namamu ya nak. Jadilah pejuang di jalan Allah SWT.
![]() |
| Yasmin digundul setelah 35 hari |
![]() |
| Yasmin makin chubby |
![]() |
| Pinjam bandonya ya kak Fio |
![]() |
| Kakak Fio sayang dik Yasmin |
Subscribe to:
Posts (Atom)






















