Jan 27, 2011

Bintang Charlyta [Pinter Banget Sih Kamu...]

Bintang Charlyta, tinggal disebelah rumah. Anaknya imut, lucu, nggemesin deh. Umurnya baru genap tiga tahun pada bulan Agustus nanti. Ramah banget, hampir tiap ada orang lewat depan rumah, selalu disapa. Entah pria, wanita, tua, muda, anak-anak, semua disapa. Trus udah hapal surah Al Ikhlas, lancar. Keren banget. Daya ingatnya luar biasa. Dan yang bikin heran, waktu itu, ada lagunya D'Bagindas yang diputar di TV. Itu loh, lagunya yang ada mengeja kata C.I.N.T.A. Eh, dia langsung duduk didepan TV, trus ngikuti lagunya. Hapal dari lirik ampe musiknya. Ckckckckkkk!!! Aku yang setua ini aja, males ngapalin lagu-lagu macam itu. Kalau lagu anak-anak seperti Balonku, Bintang Kecil, Satu-Satu, anak ini udah hapal sejak umur dua tahun.












Mudah-mudahan Bintang kelak jadi penerang hidup, berguna bagi agama, bangsa dan negara. Seperti namanya, Bintang.

Jan 24, 2011

Bruno Mars "Doo-Wops & Hooligans"

Sabtu kemaren, sengaja buka situs mtvasia buat nyari lagu yang lagi hits atau happening. Maklum, sekarang udah jarang ngikuti perkembangan lagu mancanegara. Nah, salah satu lagu yang ada di chart adalah Bruno Mars "Grenade". Coba denger dan lumayanlah. Dulu salah seoarang teman pernah merekomendasikan penyanyi yang satu ini. Dan debut albumnya yang dikasih judul Doo-Wops & Hooligans ternyata asyik gitu deh. Emang sih udah lama dirilis sejak 5 Oktober 2010 lalu, tapi waktu itu belum tertarik.

Siapa sih Bruno Mars dan seperti apa sih tampangnya? :) Soale belum pernah liat mukanya (katroknya dirikuw). Cari sana sini, dan ketemu penampakannya. Nggak terlalu manis dan imut sih, tetapi vokalnya berkharakter. Pokoknya recomended album buat dijadiin koleksi. Dari hasil penelusuran juga, si Bruno ini ternyata udah mencetak hits yang dibawain sama penyanyi lain seperti "Right Round" yang dibawakan oleh Flo Rida feat. Kesha, "Wavin' Flag" yang dinyanyikan oleh K'naan, dan "Fuck You!" yang dibawakan oleh Cee Lo Green.



Album ini berisi sepuluh lagu yang rata-rata bertema cinta. Bisalah dipakai jadi backsound pas bikin tugas. Nggak terlalu berat.

Ini track list-nya:
1. Grenade
2. Just The Way You Are
3. Our Fisrt Time
4. Runaway Baby
5. The Lazy Song
6. Marry You
7. Talking To The Moon
8. Liquor Store Blues
9. Count On Me

10. The Other Side

Aku suka musiknya Grenade, ceria dan bikin semangat. Tetapi liriknya yang paling keren, menurutku loh, adalah "Just The Way You Are". Meskipun kesannya gombal, tapi bukankah wanita memang suka digombali. Lagunya tentang seorang pria, si Bruno, yang mengagumi wanita, semuanya. There's not a thing that I would change 'Cause you're amazing Just the way you are. So...sweet....

Trus ada satu lagi, judulnya "Marry Me". Kalo cuma baca judul sekilas aja, pasti mikirnya ni lagu romantis. Lagu yang cocok buat acara lamar-lamaran, tapi bukan lamar pekerjaan loh. Hufth...ternyata si Bruno iseng ngajak nikah cewek only for fun. Musiknya ok juga.

Dengerin aja album perdana si Bruno Mars ini, bagus deh.


Jan 11, 2011

Berkebun Cabai Yuk ...

Makan gorengan, entah bakwan, mendoan atau tahu isi, biasanya ditemani cabe rawit. Makan bakso, soto atau mie ayam, tak lengkap rasanya kalau tidak ditambah sambel pedas terbuat dari cabai. Dalam masakan sehari-hari pun, seringkali ada cabai yang membuat rasanya makin enak. Cabai emang jarang absen dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke selalu ada cabai dalam menu masakannya. Mie Aceh pedas nikmat, lalapan Sunda nggak lengkap tanpa sambel, Lumpia Semarang pakai cabe rawit jadi seru, Rujak Cingur Surabaya lebih mantab jika agak pedas. Bebek Betutu Bali terasa maknyus dengan citarasa sedikit pedas, Dendeng Balado juga pake cabai loh.

Beberapa waktu yang lalu harga cabai melambung tinggi. Kenaikan harga cabai membuat resah masyarakat terutama pemilik kedai makanan dan ibu rumah tangga. Tetapi tidak untuk ibuku. Karena keluarga kami emang nggak terlalu fanatik dengan cabai. Aku suka masakan pedas. Tapi aku nggak berani makan masakan pedas terlalu sering, karena perutku nggak bisa diajak kompromi. Dan hampir semua keluargaku begitu. Jadi semahal apapun cabai, kita sih fine-fine aja. Emang gue pikirin, kira-kira begitu.

Cuaca dituduh sebagai penyebab utama kenaikan harga cabai. Pasokan cabai berkurang karena gagal panen atau produktivitas cabai menurun. Nah, untuk itu pemerintah menghimbau masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah. Kalau aku mulai suka menanam cabai jauh sebelum harga cabai melambung tinggi dan jauh sebelum himbauan pemerintah itu. Di pekarangan samping rumah ada beberapa tanaman cabai. Ada yang masih berbunga, ada pula yang sudah berbuah. Nggak terlalu banyak.



Ini cabai yang masih kecil, masih menunggu 3 bulan lagi sampai berbuah.




Ini cabai merah yang lagi berbunga.


Ini yang udah nongol cabai rawitnya. Masih dikit sih. :D

Yuk, menanam cabai sesuai anjuran pemerintah. Nggak butuh lahan yang luas. Ditanam dalam pot juga tetap tumbuh. Nggak terlalu ribet ngerawatnya.

Jan 10, 2011

Tusuk Gigi

Penemuan manusia yang tidak aku sukai adalah tusuk gigi. Benda kecil dari bamboo atau kayu yang ujungnya runcing, buat nyari harta karun yang terselip diantara gigi. Kalau liat tu jijik banget. Meskipun otakku ngerti kalau tusuk gigi itu baru, tapi tetep aja mata ini ogah ngeliatnya. Yang ada di otak tu, sesuatu (sisa makanan) nyempil di gigi dan perlu diambil dengan tusuk gigi. Hoeeekksss…. Bikin tulisan ini aja, pikiran udah melayang nggak karuan. Dulu, aku pernah baca humor tentang tusuk gigi (secara nggak sengaja). Pas pertama kali baca aja udah berasa pengen muntah.


Pasti udah banyak yang pernah baca humor ini. Nih ...

***
Seorang Nyonya rumah marah-marah mendengar laporan PRT-nya bahwa tusuk gigi di meja makan telah habis. Setengah melotot sang Nyonya berkata kepada si PRT, "Kenapa tusuk gigi terlalu cepat habis?? Barangkali kamu terlalu boros ... !!"
Dengan ketakutan si PRT menjawab, sambil setengah membungkuk, "Saya juga nggak ngerti Nyonya, lha wong saya makeƂ´nya juga irit. Setiap habis pakai, tusuk giginya nggak pernah saya buang kok ... saya masukin lagi ke dalam tempatnya."
***


Baca humornya jadi ilfil kan?


Kalau makan diwarung, rumah makan atau restoran, aku nggak mau ada tusuk gigi didepanku. Secepat kilat disingkirkan sebelum selera makan menghilang. Lebih njijiki lagi kalo nggak sengaja ngeliat orang lain lagi cari harta karun di gigi. Arrghhhhhh. Pengennya nyamprin orang itu trsu jitak palanya. Tapi nggakmungkin, ntar terjadi huru hara gara-gara tusuk gigi. Masuk headline news dengan judul "Satu Nyawa Melayang Akibat Sebatang Tusuk Gigi". Judulnya nggak banget kan.

Nah, tadi nemu di wikipedia, di Korea Selatan, untuk mendorong orang agar lebih ramah lingkungan, beberapa perusahaan menciptakan tusuk gigi yang dapat dimakan. Tusuk gigi ini dibuat dari ubi jalar, tampak jernih dan melunak perlahan-lahan apabila terkena air panas. (sumber) << Kebayang nggak sih, setelah dipake buat mencungkil gigi, trus dimakan. :’(


Kenapa ya di dunia ini harus ditemukan benda kecil yang menjijikan itu. Atau ada yang salah dengan otakku tentang tusuk gigi. Tapi kok ya fobia tusuk gigi, nggak keren dan nggak umum. Padahal seingatku, aku nggak pernah punya pengalaman buruk bersama tusuk gigi. Pengalaman buruk bisa memicu fobia terhadap sesuatu. Tapi untungnya, ketidaksukaanku terhadap tusuk gigi tidak terlalu parah.


Fobia berasal dari bahasa Yunani Phobos yang berarti takut. Fobia adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan fobia dengan rasa takut biasa adalah sesuatu yang ditakuti oleh penderita fobia biasanya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal. (pengertian dari berbagai sumber)


Dari berbagai sumber juga, fobia bisa dihilangkan atau seenggaknya dikurangi dengan hypnosys. Tapi aku sendiri belum pernah nyoba. Ntar kalau ketemu Uya Kuya, minta dihipnotis. Hehee.... Fobia berasal dari diri sendiri, mencoba melawan ketakutan, mungkin dapat mengurangi fobia.


Start Living Your Life without Fear

Overcome Feras and Phobias Today


I'll try....


Nah, apa yang membuat kalian takut? Jangan dijawab, takut nggak punya uang dan pacar ya! ^_^

Jan 6, 2011

Through The Rain

Pagi-pagi menikmati rintik hujan ditemani secangkir teh dan cupcake sungguh menyenangkan. Ritual sebelum memulai aktifitas hari ini. Dan song of the day adalah Through The Rain-nya Mariah Carey. Lagu ini udah lama banget. Aku suka banget liriknya. Menginspirasi.

Aku jadi inget pas waktu masih muda dulu, pas putus cinta. Hahahaa... Sebenernya malu sih kalo mengingatnya. Tapi nggak papa lah, kan masalah bisa dijadiin pengalaman untuk beranjak dewasa.

Jadi ceritanya begini, waktu itu kan punya pacar, udah tiga tahun. Lumayan lama untuk sebuah hubungan. Ku pikir, kita saling mencintai dan pada akhirnya nanti akan menikah. Masih muda tapi kita emang udah serius, pacaran bukan untuk main-main. Nah, tiba-tiba dia mutusin aku. Alasannya enggak masuk akal gitu. Lewat telpon pula.

Menangislah diriku. Langit serasa runtuh. Dunia seketika berubah jadi hitam. Angin pun enggak mau kalah, berderu kencang, petir menggelegar, dan hujan pun turun. (Bukan, bukan seperti itu, terlalu di dramatisir). Tapi pas scene menangis, nyata loh. Dan tiba-tiba nafsu makan jadi hilang. Bawaannya males. Hampir seminggu males keluar kamar dan males makan. Dan hasilnya, berat badanku turun enam kilogram. Cukup drastis. Kurus sih (seperti keinginan) tapi aura bahagia dan senyum di wajahku menghilang. Yang paling bingung pastilah ibuk. Ibuk berusaha kasih semangat, nasehat, hiburan, semuanya deh. "Semangat, kamu cantik, masih muda, jalanmu masih panjang dan masih banyak yang akan mencintaimu dan menerima kamu apa adanya." Sobat-sobatku juga nggak pernah bosen menghibur.

Butuh waktu untuk mengembalikan suasana hati, semangat dan berat badan. Dan lagunya Mariah Carey memberi andil dalam proses itu.


I can make it through the rain

I can stand up once again on my own
And I know that I'm strong enough to mend
And every time I feel afraid I hold tighter to my faith
And I live one more day and I make it through the rain


Yeah, I can make it through the rain, bangkit untuk meraih impianku. Patah hati nggak akan menghalangi langkahku. Bukan cinta yang paling utama dalam hidup ini, meskipun tanpa cinta hidup juga nggak seru. Tetapi masih banyak yang harus dipikirkan. Masih banyak yang lebih penting. Sudah cukup waktu berkabung dan mengasihani diri sendiri. Toh, dia belum tentu juga ngerasain apa yang kurasakan. Rugi aja, buang-buang waktu hanya untuk menangis, menyesal dan mengharapkan dia kembali. Hidup itu indah, terlalu sayang untuk disia-siakan. Masih ada keluarga, sahabat dan teman-teman yang bisa mengisi hidupku. Dan tentu saja, Allah sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik darinya. Aku yakin dan aku sudah mendapat jawabannya.

Hehehe... udah lama banget kejadian itu. Sekarang aku gemuk lagi. Tetap semangat dan optimis menjalani hidup ini.

Dan alunan lagu Mariah Carey pun berakhir... Saatnya beraktifitas.

Jan 1, 2011

2011, Semoga Lebih Indah

Wah...udah masuk tahun 2011.... Kok sepertinya setahun cepat sekali berlalu. Emm... umurku makin bertambah, sisa hidupku jadi makin berkurang.

Malam pergantian tahun, selalu identik dengan pesta kembang api dan gegap gempita terompet. Seolah merupakan perayaan wajib menyambut tahun baru. Semua sibuk menyambut tahun baru. Semua bahagia menyambut tahun baru.

Tapi pergantian tahun ini berbeda bagiku. Tidak ada pesta kembang api seperti tahun lalu. Tidak ada pesta barbeque di pantai bersama teman-teman seperti tahun sebelumnya. Ataupun tidak ada acara konvoi keliling kota dan jelajah pantai seperti tahun sebelumnya lagi. Tidak ada hingar bingar musik menemani pergantian tahun. Tahun ini, aku sengaja di rumah. Saatnya merayakan tahun baru dengan sesuatu yang berbeda. Yup, saatnya mengevaluasi diri. Benar-benar menyepi, merenung, dan mengevaluasi apa yang sudah aku capai dan apa yang belum aku dapatkan di tahun 2010. Dan tidak ada hura-hura tanpa tujuan seperti dulu. Mengevaluasi diri, apakah aku sudah menjadi manusia baik yang enggak ngerugiin orang lain, keluarga bahkan negara. Dan ternyata belum.

Tak lupa juga bersyukur atas semua berkah dan anugrah yang sudah Allah berikan di tahun 2010. Bersyukur dengan cobaan yang juga Allah berikan. Cobaan menjadi penguat iman dan penyeimbang dalam hidup agar kita sebagai manusia selalu mengingatNya. Tidak terlena dengan anugrah semata.

Harapan di 2011? Banyak sih, pengen lulus tepat waktu, pengen dapet kerjaan yang lebih baik, pengen lebih dewasa, enggak egois, pengen langsing juga ^_^, tetep sehat, rezeki lancar, banyak teman, selalu disayang pacar. Pengen menikah dengan seseorang yang mencintaiku. Buat keluarga (bapak dan ibuku sayang) semoga tetap dilimpahi karunia kesehatan, kebahagiaan, kemudahan hidup dan keharmonisan. Dan harapan terbesar ku, aku ingin Indonesia menjadi negeri yang makmur buat rakyatnya. Bukan hanya buat beberapa golongan saja. Jika Indonesia makmur, mudah-mudahan hidup menjadi lebih mudah, enggak seberat sekarang. Dan masih banyak sejuta harapan, impian, cita-cita lainnya yang kusimpan rapi dalam hatiku.

Tetap berjuang, tetap berusaha, tetap bersyukur dan tetap semangat. Happy new year, wish our dreams come true. Semoga 2011 lebih indah.

Dec 23, 2010

[Newspaper Project] Roses

Another project using newspaper.
Kali ini aku buat mawar dari kertas koran bekas. Mungkin dengan menggunakan kertas warna warni, mawar terlihat lebih cantik. Tapi dengan koran, mawar terlihat unik. Ide awal sebenarnya berawal dari gugling tulip. Dan ketemu gambar tulip dengan pola berita koran di kelopaknya. Ternyata tulip koran itu hanyalah rekayasa photoshop.

Kupikir, bunga dari koran lucu juga. Dan project dimulai. Tapi aku enggak buat tulip (karena susah), sebagai ganti aku buat bunga mawar.
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan simple, hanya gunting, lem kertas, sapu lidi dan tentunya koran bekas.
Pertama, aku buat pola kelopak mawar, terdiri dari dua bentuk. Kelopak biasa dan kelopak bentuk hati atau love. Di ujung masing-masing kelopak aku gulung sebagian dengan bantuan lidi. Aku buat banyak karena satu mawar membutuhkan 10 sampai 14 kelopak. Satu kelopak mawar aku gunakan koran rangkap, karena jika hanya satu lembar Koran, terlalu tipis dan bentuk mawar jadi lembek.
Langkah selanjutnya tinggal menyatukan kelopak-kelopak tadi dengan di lem pada batang lidi. Tempelkan saja sesuka hati, sesuai perasaan, melingkar, dan terbentuklah sebuah mawar dari koran bekas. Lucu kan?

Dan jadilah sekuntum mawar dari kertas koran bekas. :-D

Dec 17, 2010

Koran Bekas Bisa Jadi Apa ya?

Koran, kalau udah lewat sehari setelah dicetak, dapat dipastikan kalau koran itu udah basi. Dan paling-paling akan jadi bungkus gorengan. Kok sayang banget ya. Padahal untuk membuat selembar kertas, manusia udah nebang berapa ratus pohon? Dan pohon enggak bisa dicetak pakai mesin pabrik dalam hitungan detik. Pohon butuh bertahun-tahun untuk tumbuh. Dan hutan Indonesia sudah berkurang banyak. Banyak sekali. *Mengheningkan cipta sejenak untuk hutan Indonesiaku*



Pas, kemaren ada waktu aku buat sesuatu dari koran bekas dan plastik. Sekedar memanfaatkan koran bekas.

Pertama, buat persegi panjang dengan ukuran 30cm x 15cm. Lipat rapi menjadi dua sehingga bentuknya jadi persegi. Kemudian sisi bawah dan pinggir kanan aku rekatkan dengan impulse sealer made in China. Sisakan satu bagian terbuka. Kalau jaman dulu pakai lilin buat ngrekatin plastik.





Buatlah beberapa persegi. Kalau aku buat 16 buah. Biar bisa muat banyak.



Selanjutnya buat sampul atau bagian luarnya dengan kardus. Aku pakai kardus bekas bungkus roti. Kan agak tebal tuh. Buat menyerupai sampul buku tebal.



Setelah itu,bagian sampul aku bungkus dengan koran bekas. Aku memilih bagian iklan film bioskop agar sedikit menarik dan berwarna.

Masukkan lembaran-lembaran plastik yang udah dibuat tadi ke dalam sampul kardus. Gunakan lem yang kuat.



Dan jadilah tempat CD/DVD. Lumayan, driver-driver program original dan bajakan tidak lagi tercerai berai.



Dec 4, 2010

Mbak...Pake Deodoran Duong

Pusing, mual, pengen muntah masih berasa hingga malam ini. Efek keracunan itu ternyata belum sepenuhnya hilang. Bukan keracunan makanan atau minuman, tapi keracunan bau ketek. Gila...bau banget tuh ketek.

Ceritanya hari ini menghadiri training UMKM di Unnes. Semua diawali dengan biasa saja. Enggak ada yang spesial.

Tragedi dimulai ketika dua orang perempuan menempati bangku kosong di deretan depanku. Ketika mereka berjalan mendekat, enggak ada perasaan aneh ataupun bad feeling sebelumnya. Tetapi pas mereka duduk, tiba-tiba udara menjadi tercemar. Yup, bau ketek salah satu perempuan itu sungguh membuatku menderita. Dua jam penuh aku berjuang untuk bertahan hidup. Mau pindah, kok ya bangkunya penuh. Ya Allah, ampuni dan bantulah hambaMu ini.

Masalah bau badan enggak bisa dianggap enteng dan sepele. Bau badan bisa memicu perpecahan dan peperangan karena mengganggu stabilitas dan keamanan nasional. Emm... nggak gitu juga kali. Tetapi yang pasti bau badan mengganggu kenyamanan orang-orang sekitarnya. Entah kenapa, beberapa orang tu nggak sadar kalo bau keteknya bikin eneg. Dan teman-teman sekitar merasa sungkan untuk kasih saran dan masukan, berpura-pura semua baik-baik saja meski dalam hati mengumpat. Anjr*t...ketek loe bau banget!!!!

Kembali ke mbak-mbak yang tadi. Emang sih dalam Islam, wanita nggak diperbolehkan memakai parfum dan wewangian jika keluar rumah. Namun hal ini nggak boleh dijadikan alasan buat seorang wanita muslimah untuk tampil dengan bau badan tidak sedap. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan bau badan. Cara yang paling efektif dengan memakai deodoran selain harus tetap menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dua kali sehari. Banyak varian yang ditawarkan produk deodoran, tinggal pilih aja yang sesuai dengan kepribadian dan kondisi masing-masing.

Kalau nggak mau pakai deodoran atau bedak ketek, masih banyak kok cara lain. Misalnya dengan minum jamu atau obat herbal. Mau bikin sendiri atau instan, lagi-lagi tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Daun sirih, kemangi, beluntas, udah terkenal bisa mengurangi efek tidak sedap bau badan. Cukur juga tuh bulu keteknya. Karena bakteri suka berkembang biak di tempat lembab seperti bulu ketek yang berkeringat. Hindari juga makanan yang memicu bau badan seperti bawang merah, putih, bombay. Bawang nggak hanya bikin bau mulut, tetapi juga memberi kontribusi pada bau badan juga.

Yang bikin aku heran, ni orang kan mahasiswa. Harusnya tu punya pengetahuan dan wawasan yang luas. Google juga udah sediain berjuta-juta tips ngilangin bau badan, dari yang gratis, murah, sampai yang mahal seperti botox dan operasi. Mbok sekali-sekali browsing to mbak mbak. Kasian kan yang ada di sekelilingnya. Harus menjadi "munafik" untuk tetap berada di sampingmu.

Sayang kan kalau ada yang bilang, ayu-ayu kok mambu to mbak...

Dan sebagai sahabat, seharusnya juga kasih saran jika emang peduli dan sayang. Enggak cuma biarin seorang sahabat terjebak dengan bau badan yang enggak dia sadari.

---
Jangan lupa pakai deodoran setelah mandi dan sebelum keluar rumah. Pakai parfum juga ya. Pokoknya jaga kebersihan tubuh deh.

Nov 23, 2010

What a Bad Day

Pagi hari sih seperti biasa berangkat kerja pukul setengah sembilan. Dari rumah emang udah ada niat mampir bentar ke Kantor Pos buat bayar pajak. Setelah antri, hla kok sistem pajak error. Hufth…. Ya sudahlah.

Sampai kantor, seperti biasa cek email dulu. Trus langsung cabut ke Kantor Pajak buat bayar dan sekalian lapor. Antri panjang bener, padahal udah tanggal tua. Pas udah tiba giliran hla kok di tolak. Katanya harus carbonized. SSP tu kan rangkap 4, nah yang belakangnya nggak boleh di print satu-satu. Harus pake karbon. Kan aku nggak tau, biasanya bayar di kantor pos juga oke-oke wae. 

Nggak mungkin nunggu besok, soalnya ini minggu terakhirku di kantor. Semua dokumen harus udah beres. Di sebelah kantor pajak kan ada Bank BRI, kucoba ah, mana tau bisa bayar di situ. Oalah, ternyata hanya bisa di kantor BRI pusat dan di BRI Kas. Kantor BRI pusat? Yang di Jalan Patimura itu? Jauh amirrr….. Dan dikasih taulah BRI Kas Karang rejo (belakang PLN). Kata petugas bank itu bisa. Meluncurlah diriku di tempat itu. And guess what??? Nggak bisa juga, disarankan ke BRI Pusat. Hmm…tidak terima kasih. Kalau ada mobil kantor mending, lha ini bawa motor sendiri ogh. Panasssssssss dan jauh!!!

Eh…maju dikit kan ada kantor pos to. Coba ah, mudah-mudahan nggak error lagi. Nah, pas keluar dari parkiran BRI, high heelnya bikin ulah, dan terjatuhlah aku bersama sastroku tersayang. Sastro enggak lecet kok. Masih mulus. Sedangkan aku, lumayan, terkilir dikit di kaki kanan. Dan yang pasti malu sama security-nya.  Kok bisa sih jatuh, wong nggak ada yang nabrak.

*Lempar high heel ke siapa aja. Benciiiiih

Dengan kaki masih berasa sakit, paksain deh ke kantor pos, jaraknya cuman 100 meteran. Sampai di kantor pos, tetap berdoa dan harap-harap cemas. Semoga bisa ya Allah. Dan…Alhamdulillah lancar, nggak trouble lagi. Bayar udah selesai, dan saatnya kembali ke kantor pajak buat lapor. Antrinya sih cuma nungguin satu orang, tapi kok ya lamaaaaaaaaa banget.

Actually, it’s not really a bad day. Aku pernah mengalami yang lebih buruk dari ini. Dan aku masih hidup sampai detik ini. Terimakasih ya Allah buat semua anugerah dan cobaan yang Engkau berikan. Semoga danie selalu bersyukur dan tabah.