Apr 30, 2011

[Newspaper Project] Mawar Koran

Sebelumnya aku memang sudah pernah membuat bunga mawar dari kertas koran. Waktu itu hanya membuat 26 tangkai saja.

Kali ini aku membuatnya banyak-banyak. Ada lima bunga mawar yang ukurannya lebih besar. Ditambah beberapa lembar daun origami, aku susun dalam keranjang bambu.


What do you think?





Apr 25, 2011

[Origami ku] #3 Firework

Pas liat hasil akhir origami firework di youtube, suka banget. Dan aku semangat buat belajar cara bikinnya. Awalnya agak ribet, tapi setelah itu jadi seru. Origami itu asyik.

Nih, hasil buatanku. Nggak serapi yang ada di youtube. Tapi lumayanlah, menurutku sih. Dan kesalahan terbesar adalah pilihan kertasnya. Aku menggunakan kertas lipat warna satu sisi, dan hasilnya kurang sempurna. Lebih dominan warna putih. lain kali aku mau bikin pakai kertas warna dua sisi biar tambah oke. :D


Nasi Timbel Pujasera Borobudur

Emmm…mau makan apa ya? Banyak pilihan, jadi bingung nih. Ada pempek, gudeg, chinesse food, sate kambing, tongseng, masih banyak lainnya. Swieke juga ada loh. Tapi aku nggak makan swieke.

Nasi timbel komplit aja deh. Keliatannya enak.

Dan nasi timbel pesenanku datang bersama segelas teh hangat. Nasinya dikit, nggak gitu nendang di perut. :( Ayamnya enak, empuk, bumbunya pas. Kuah sayur asemnya enak sih, tapi kelamaan masaknya, sayurannya jadi terlalu lembek. Sambalnya lumayan manis. Mungkin tidak terlalu cocok di lidah penyuka asin. Aku suka rasanya jika dikombinasikan dengan ayam dan sayur asam. Pas, karena tidak terlalu pedas. Aku nggak suka pedas :D Tahu, tempe, ikan asin goreng dan lalapannya biasa, standar.

Nasi timbel komplit plus teh hangat dihargai Rp. 23.000,-

Nasi timbel komplit ini tersedia di Pujasera Borobudur, di Jalan Supriyadi, deket lampu merah Tlogosari. Tempatnya tidak terlalu besar, apalagi tempat parkirnya. Area parkir motornya dikit. Kalau mobil diparkir di sepanjang jalan, tidak ada area parkir khusus. Kalau penuh, terpaksa jalan agak jauh dari parkir mobilnya. Sepertinya si pembuat pujasera kurang memikirkan area parker, atau mungkin memang tempatnya terbatas..


Tempatnya unik dengan interior tradisional. Bisa memilih meja atau lesehan. Ada bunga sakura di tengah ruangan, jadi tambah keren.


Sekian review singkat makan murah.

Apr 5, 2011

[Origami ku] #2 Rose, Mawar, Rosa



Voila... ini dia origamiku lagi. Bunga mawar dari kertas koran. Aku memilih koran yang berwarna merah. Dan kenapa koran lagi? Hematkah? Emm... hemat sih, tapi bukan cuma menghemat uang saja alasannya. Menghemat pemakaian kertas juga. Karena dengan menghemat kertas, berarti mengurangi penggundulan hutan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kembali ke masalah origami. Membuat mawar ini tidaklah terlalu sulit. Hanya sekali mengikuti tutorial dari youtube, aku udah bisa buat loh. Berbeda dengan macaw parrot yang kubuat sebelumnya. Kalau disuruh ngulang tanpa tutorial, aku nyerah deh. Beneran.

Aku buat origami mawar sebanyak delapan buah. Tapi hanya satu yang terbuat dari kertas lipat. Sisanya dari koran dan kertas bekas yang nggak kepakai.


Apr 4, 2011

Offroad di Jalan Citarum

Ah, lama sekali tidak melewati jalan Citarum. Apa kabar jalanan itu? Jalan yang identik dengan rob, banjir, penuh lubang bekas hantaman meteor dibeberapa tempat.

Dan jumat kemarin aku melewatinya. Ternyata jalan itu sedang dalam perbaikan. Syukur deh, karena kondisinya emang memprihatinkan sejak berbulan-bulan lalu. Karena sudah terlanjur, aku tetep lewat aja. Beuhhh... kondisinya lebih cocok untuk offroad. Jalan tanah yang diguyur hujan, jadi bergelombang dan becek. Ada ojek nggak ya? Emmm...sepertinya ada kok.

Perlu konsentrasi tingkat tinggi agar motor tetap dalam kendali. Licin banget. Ditambah guyuran air hujan yang turun deras. Sepertinya mereka tidak sabar ingin segera sampai di bumi. Basah kuyup deh, nggak bawa jas hujan sih. :( Macet menambah perjuangan untuk melewati jalan ini. Pokoknya harus extra hati-hati. Tapi seru kok, apalagi kalau motornya pakai motor offroad gitu, pasti tambah asyik deh.

Sama halnya dengan menjalani hidup. Tidak mudah memang, tetapi harus tetap berjuang. Hidup nggak selamanya seperti jalan tol, yang lurus, halus, dan bebas hambatan. Nggak ada kan jalan tol yang berlubang dan punya lampu merah? Hidup itu ibarat jalan Citarum, meski jelek, macet, becek, licin, kita tetap harus melewatinya. Dan air hujan itu seperti cobaan yang selalu ada dalam kehidupan. Dengan konsentrasi, fokus, waspada, hati-hati dan tetap berdoa, jalan Citarum pun terlewati dengan selamat. Setelah itu kita melewati jalan Soekarno Hatta yang lurus, sepi, nggak berlubang. Bisa tancap gas. Semoga kita bisa melewati hidup yang penuh cobaan ini. Semangat.

Tapi perbaikan jalan itu kok lama ya?

Apr 1, 2011

[Origami ku] #1 Macaw Parrot





Awalnya menemukan link ebook origami, format pdf. Tapi kok sepertinya aku nggak bisa mengikuti arahan petunjuknya. Hufthhh...susah bener.

Trus search di youtube dan nemuin origami karya Jo Nakashima. Ngikuti langkah per langkah dan jadilah burung. Lumayan untuk pemula. Ini sumbernya.

Aku pakai kertas koran, bukan kertas warna-warni. Kan ceritanya ini dilakukan di sela-sela break kerja, jadi nggak ada persiapan untuk kertas berwarna. Pakai koran aja lah. Hemat. :D

Agak kurang rapi sih. Tapi tak apalah.

Dan sekarang, aku mulai tergila-gila dengan origami.

Mar 30, 2011

Dying, Terpapar Radisi Ketek

Seorang pria masuk ke ruangan kerjaku. Konsultan pajak. Begitu dia memasuki ruangan, seketika itu juga ruangan menjadi tercemar. Radiasi bau ketek menyebar tak terkendali. Aroma tajam menyelimuti ruangan. Awan berubah menjadi hitam, pekat, menakutkan. Guntur dan kilat saling menyambar. Suasana berubah, seketika menjadi tegang. #tiga kalimat yang terakhir rada berlebihan sih.

May day...may day... Anyone, Please help me!!!!!! I need to be evacuated soon. Hopeless, tetapi tetap berdoa.

Ke toilet, padahal nggak pengen pipis atau pup. Ke ruangan sebelah, NGUNGSI. Balik ke ruangan lagi, dan dia masih disana, tak bergeming. Ke ruang sebelah lagi. Pokoknya sebisa mungkin menghindari berada dalam satu ruangan dengannya. "Ah... hari yang indah". :(

Gila, tu ketek bau banget. Baunya membuatku gila. Baunya bisa membunuhku perlahan. Slowly but sure, I was gonna die. Ketika dia berlalu meninggalkan ruangan, ada perasaan lega, senang, gembira, bahagia dan terharu. Siksaan itu berakhir. Tunggu!!! Tetapi ruangan masih terkontaminasi. Hadehhhh (-_-") Perlu beberapa menit untuk menetralkan bau ruangan.

Thanks God, udah menyelamatkanku hari ini. Seperti ikan kecil yang kembali diceburkan ke kolam jernih setelah terkapar kekurangan oksigen. Tapi masih agak nggliyeng, sempoyongan.

Lagi-lagi masih ada orang yang nggak sadar kalau keteknya tu bau. Mungkin dia merasa kalau keteknya wangi, sewangi parfum made in Italia. Baca yang ini juga deh. Deodoran sekarang udah murah kan? Seratus ribu aja udah dapet berapa biji tu? #sigh


---

cek ketek dulu ah. :D masih wangi :D

Mar 29, 2011

[Not] Safety Riding

Di sebuah perjalanan menuju kawasan Dieng.





The pictures explain more than words.

Mar 25, 2011

Macet [Mengumpat dan Bersyukur]

Sebel nggak sih kalau tiap hari terjebak macet? Udah bangun kesiangan, jalan macet, asap kendaraan makin hari makin tebal, panas. Hawane kemrungsung.Tiap jam berangkat kerja, dipastikan jalan raya dipenuhi mobil dan motor. Macet. Belum lagi kalau si komo lewat. Tambah parah deh macetnya.

Bagaimana dengan jam pulang kerja? Sama macetnya bukan? Meskipun nggak panas, nggak mikir telat, tetap saja jengkel. Apalagi kalau sudah mendengar azan magrib dan masih dijalan, hawane tambah kemrungsung. Pengen cepat sampai dirumah. Badan udah lengket, gerah, kadang juga lapar mendera.

Bagaimana jika kondisi hujan, berangin dan banjir? Hadehhhh….. :(

Awalnya jengkel, mengumpat dan menyalahkan pemerintah yang nggk bisa memberi solusi mengurangi kemacetan. Menyalahkan berbagai pihak yang memberi kemudahan kredit kendaraan bermotor yang menambah volume jalan raya. Dan tetap saja pemerintah yang salah, Macet kok dipiara. Dan sejuta kesalahan laen yang dilakukan pemerintah.

Tetapi mengumpat (meskipun dalam hati) saja bukanlah solusi. Hanya menambah sesak di hati. Daripada mengumpat dan meratapi nasib ibukota yang makin semrawut, coba kita lihat dari sisi lain.

Kita nggak pernah tahu apa yang bakal menimpa. Bisa saja, 5 menit didepan sana, ada pohon tumbang. Kita selamat karena macet. Dan kita sedang berada di tempat dan waktu yang tepat. Kasian juga yang ketimpa pohon.

Mungkin ada hal yang nggak pernah kita lakukan ketika kondisi jalan normal dan lancar. Seperti memperhatikan matahari sore yang berwarna oranye, indah banget. Atau memperhatikan kawanan burung yang pulang ke sarang di pepohonan tepi jalan. Kucing yang melarikan diri setelah mencuri kepala ikan. Bunga-bunga bermekaran dan warna warni di tepi jalan. Hal-hal kecil yang sering terlewatkan karena kesibukan rutinitas.

Terjebak macet, aku tetap bersyukur. Bersyukur, masih ada kesempatan menikmati matahari pagi. Bersyukur, masih ada kesempatan bekerja, menuntut ilmu dan bermanfaat. Dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hari kemarin. Daripada mengumpat, mending dinikmati saja, Alhamdulillah.

Besok bangun lebih pagi ya dan.:D

Mar 11, 2011

Sambal Kacang [Pecel, Ketoprak, Gado-Gado]

Sambal yang satu ini didominasi rasa kacang. Ya iya lah, namanya juga sambal kacang. Beberapa orang menyebutnya saus kacang. Tapi aku lebih suka menyebutnya sambal kacang, lebih berasa Indonesia banget. (Alasan yang nggak jelas :D )

Banyak sekali menu khas Indonesia yang menggunakan sambal kacang. Sebut saja sate ayam. Tak lengkap kalau tidak disiram sambal kacang. Sate kambing yang identik dengan sambal kecap pun, jika disiram sambal kacang tetap lezat, menurutku loh. Masih banyak menu lainnya yang memakai sambal kacang atau saus kacang. Aku nggak akan bahas cara membuat masakan-masakan tersebut. :D karena resep dariku pastilah tidak dapat dipercaya.


Gado-gado, Ketoprak dan Pecel.



Gado-gado itu aku beli di Saung Uleg Tlogosari. Porsinya banyak. Isiannya sama dengan gado-gado pada umumnya. Lontong, sayuran, kentang, telur rebus, mentimun, dan lainnya. Tapi nggak pedes meski udah minta pedes sama mbak penjualnya. Mungkin waktu itu masih kena imbas harga cabai yang melambung tinggi. Tanpa sambal kacang namanya bukan gado-gadi lagi. Kalau diatasnya disiram saus tomat dan mayonaise, jadi salad dunk. Tapi salad kan nggak ada lontongnya. :D




Ketoprak yang ini juga masih racikan Saung Uleg di Tlogosari. Paduan lontong, tahu, bihun, tauge dan telur rebus dengan siraman sambal kacang. Miriplah dengan gado-gado, hanya berbeda pengisi acaranya saja. Kalau kolaborasi tadi disiram pakai kuah kaldu, jadinya bukan ketoprak lagi. Lagi-lagi sambal kacang jadi identitas menu ini, ketoprak.




Kalau pecel yang ini buatan ibuku. Rasanya nggak kalah dengan pecel pincuk yang udah terkenal itu. Sayurannya juga bervariasi. Berhubung aku nggak terlalu suka sayuran, yang aku ambil cuma dikit. Yang ada dipiring bayam, bunga turi, tauge dan kol. Semua sayuran direbus dan disiram sambal kacang. Kalau sayuran rebus diberi bumbu kelapa diatasnya jadi urap, bukan pecel lagi. Sambal kacanglah yang membuat menu itu bernama pecel.

Sate tetap bernama sate meskipun bumbunya berbeda-beda karena identitas ada pada tusukannya. Tapi kalau gado-gado, pecel dan ketoprak akan berganti nama jika sambalnya bukan sambal kacang. Sambal kacang jadi identitas mereka. Hidup sambal kacang!!! :D Masih banyak sih, menu-menu lain yang menggunakan sambal kacang. Cobalah menjelajah kuliner Indonesia, pasti kaya dengan sambal kacang. Entah yang masih orisinal seperti di atas ataupun yang udah modern dan dimodifikasi.

Hanya sekedar mengamati sambal kacang di dunia kuliner Indonesia.