Oct 6, 2015

Cerita Saya Tentang Hordeolum Internum

Mau cerita soal hordeolum ah. Iya, saya lumayan sering menderita penyakit yang satu ini. Hordeolum internum. Kalau bahasa lokalnya bintitan atau timbilan. Nggak keren banget kan? Bikin penampilan enggak banget.

Jadi hordeolum internum itu, bintitan di kelopak mata bagian dalam.

Bintitan atau timbilen atau dalam istilah kedokterannya disebut hordeolum bukanlah disebabkan karena kebiasaan mengintip seperti yang sering disebut-sebut dalam mitos.  Hordeolum adalah infeksi atau peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus). Hordeolum dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar Meibom, kelenjar Zeis dan Moll. (sumber)

12 Mei 2015

hordeolum internum
Udah berusaha buka mata itu. Makin dipaksa buka, makin sakit :')
 
Waktu itu, tiba-tiba mata jadi pegel, gatal dan sakit. Esok harinya jadi bengkak. Langsung deh berobat ke dokter spesialis mata yang ada di RS Pantiwilasa Citarum. Periksa-periksa, sedikit konsultasi, dikasih resep. Asli, langsung kempes dan nggak sakit. Tapi masih ada sedikit sisa di mata, sebesar jerawat gitu. Nggak ada rasa sih. Saya mikirnya, ntar kalau obatnya habis juga bakalan kempes sendiri. Resep obat untuk seminggu. Nggak boleh konsumsi sea food, coklat, kacang dan telur.

Seminggu berlalu, nggak ilang-ilang juga tu bintit. Malu lah tiap hari bawa tu bintit. Tapi ya sudahlah. Akhirnya lama-lama jadi terbiasa dan nggak malu. Malunya udah dibuang jauh. Kalau ada yang nyeletuk soal bintitan, saya senyum aja.

20 Agustus 2015
Si bintit itu bikin ulah lagi. Gatalllll dan pegel, tapi nggak bengkak. Oke, mari ke dokter lagi. Saya berobat ke Klinik Civita Tlogosari, mampir bentar pas berangkat kerja. Diperiksa, konsultasi dikit, trus dikasih resep. Si dokter (umum) bilang, kalau bintitan bisa juga karena alergi mengingat riwayat bintitan saya yang berulang. Si dokter menyarankan untuk tes alergi supaya nggak berulang bintitannya. Dan dia juga bilang, kalau mau cepet ihlang ya di insisi. Insisi adalah tindakan medis untuk ngeluarin isi bintit itu, ya kayak bisul gitu lah. Dikeluarin nanahnya.

22 Agustus 2015

Dua hari kemudian saya datang lagi ke dokter itu, dan mulailah mata saya disayat dan dibersihkan. Pas prosesnya sih nggak seberapa sakit ya, lha wong di bius. Sesudah efek biusnya ilang, sakitnya duh Gusti, ampun. Insisi dilakukan di kelopak luar.

Dan tidak sembuh juga. Sepertinya proses pembersihannya kurang, ada bekasnya lukanya pula. Hhhuhuuuu.... Mahal pula. Nyesel deh.

Penampakan pasca insisi hordeolum dari luar
Begitu perban dibuka, taddddaaaa... Penampakannya seperti ini. Sakit...

Tuh, bintitnya nggak mau pergi
19 September 2015
Akhirnya saya ke BKIM (Balai Indera Kesehatan Masyarakat). Saya sudah tiga kali di insisi di sana. Bintitan juga, tapi dulu sekitar tahun 2008. Prosesnya cepet, antrinya yang lama. BKIM ini juga menerima rujukan pesien BPJS, jadi ya harap sabar. Petugas medis yang melakukan insisi ternyata masih sama dengan 7 tahun lalu. Sambil di insisi, sambil ngobrol, jadinya nggak terlalu berasa. Insisi dilakukan dari dalam kelopak mata. Pas biusnya ilang, nggak sakit sih. Perban juga bisa langsung dilepas keesokan harinya. Pastinya, nggak keliatan bekas lukannya ^_^

Jadi total insisi bintit yang pernah dilakukan di mata kanan saya jadi empat, kiri satu kali.

 

Alhamdulillah, sudah ilang. Bye bye hordeolum. Dont come back again yaaaaa.....

Tips untuk yang sering bintitan? Apa ya? Jaga kerbersihan mata kali ya. Jangan ngucek-ucek mata pakai tangan, apalagi belum cuci tangan. Trus, jaga kesehatan. Kalau daya tahan tubuh lagi nggak baik, penyakit bisa mudah menyerang. Oia, jangan keseringan intip saldo, saran teman saya :D

No comments:

Post a Comment

Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)