Jun 10, 2016

Pityriasis Rosea Gilbert, Rasanya Wow Sekaleeee...

Diagnosa : Pityriasis Rosea Gilbert.

Namanya manis ya. Keren. Tapi rasanya nggak keren bingitttttttttsssss.

Awalnya cuma bintik-bintik merah di leher dan dada. Saya pikir sih cuma alergi biasa. Bentar juga hilang. Ternyata dua hari berlalu, nggak hilang bintik merahnya malah disertai gatal. Saya berobat ke dokter umum di klinik Viva Generik. Dokter meresepkan obat dextamine, loratadine, imunnos dan bedak gatal. Sampai obat habis, gatal tidak berkurang dan bintik-vintik merah melebar menjadi ruam di seluruh tubuh.

Kalau berkeringat, jangan bayangkan rasanya.
 
Saya coba periksa lagi, tetapi masih dokter umum. Resepnya sama dengan dokter sebelumnya. Karena merasa makin parah, saya ke dokter Suciningrum Indrajanti Sp.KK di RS Panti Wilasa.

"Ini virus. Istirahat ya. Yang penting banyak ngaso. Bla...bla...bla...."
 
Hah? Tanggal segini mana bisa libur banyak-banyak. Masih banyak laporan yang belum dikerjakan.

Berapa lama sembuhnya Dok?
 
"Ya, bisa 2 sampai 3 bulan."

Dan saya syok. :'((

Meskipun katanya bisa sembuh sendiri. Tetep saja rasanya wow sekaleeee...

Pityriasis rosea (also known as pityriasis rosea Gibert[1]) is a skin rash. It is benign but may inflict substantial discomfort in certain cases.[2] Classically, it begins with a single "herald patch" lesion, followed in 1 or 2 weeks by a generalized body rash lasting up to 12 weeks, however usually around 6 - 8.[3][4][5]
 
Resep dari dokter Suci nggak kalah wow nya. Acycrovil 400mg sejumlah 56 tablet, harus habis dalam waktu seminggu. Obat gatalnya dikasih Histrine cetirizine 10 mg 15 tablet, salep dan bedak racikan Rumah Sakit. Jadi dalam sehari harus minum 10 tablet obat.

Efeknya? Kulit jadi kering pakai bingit. Keriiiinngggggg... kerontang. Untuk melembabkan disarankan minyak zaitun atau virgin coconut oil. Tidak disarankan baby oil. Pakai hand & body lotion? Oh nooo.... rasanya sakitttttttttt. Beneran deh.
 
Seminggu kemudian, saya kontrol. Gatal dan panasnya sudah agak mereda, tapi sakitnya makin menjadi. Si ruam-ruam merah itu meradang. Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum kecil-kecil.
 
"Istirahat ya. Sus, buatin surat dokter. 5 hari." 
 
Dan saya harus istirahat lagi, nggak boleh stress, nggak boleh capek. 5 hari saya di rumah. Beneran nggak mikir kerjaan. Ada hikmahnya juga, saya jadi bisa main sama Fio, mandiin Fio tiap hari, nyuapin tiap hari dan hal-hal lain yang tidak bisa saya kerjakan ketika bekerja. Fio juga bahagia di temenin ibuknya tiap hari. Ya, selalu harus bersyukur dalam segala keadaan.
 
Kali ini resepnya hampir sama, si acycrovil 400mg harus minum 3 hari lagi dengan jumlah tablet delapan perhari. Untuk mengurangi sakit akibat peradangan, saya dikasih obat lameson 16mg sebanyak 21 tablet, sehari 3 butir. Karena saya punya riwayat asam lambung, lameson akan berdampak hebat pada lambung. Untuk menguranginya, setengah jam sebelum makan harus minum lansoprazole 30mg. Pernah saya agak sedikit bandel, mencoba minum lameson tanpa lansoprazole sebelumnya. Hasilnya? Perut sakit banget, melilit seperti kalau lagi kambuh asam lambungnya. Hahahaa.... makanya harus nurut resep dokter.

Dan perlahan ruam-ruam merah memudar. Gatal dan sakitnya menghilang. Seiring berjalannya waktu, warna kulit kembali seperti semula. Alhamdulillah tidak menyerang muka. Biarpun badan gatal dan sakit plus tampilan nggak menarik, tapi muka bersih. Amannnnn........


12 April 2016

13 April 2016

19 April 2016

19 April 2016

25 April 2016
Dan bekasnya mulai hilang. Tapi yang ditangan masih nampak putih-putih, malah mirip panu. Hahahaa.... Tapi enggak gatal kok.

09 Juni 2016

Tidak semua koleksi foto saya tampilkan. Takut banyak yang ngeri ^__^

Jadi jika satu jerawat di jidat seolah meruntuhkan hidupmu, Pityriasis Rosea Gilbert membuatmu bersyukur hanya punya satu jerawat.

2 comments:

Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)