Jan 11, 2011

Berkebun Cabai Yuk ...

Makan gorengan, entah bakwan, mendoan atau tahu isi, biasanya ditemani cabe rawit. Makan bakso, soto atau mie ayam, tak lengkap rasanya kalau tidak ditambah sambel pedas terbuat dari cabai. Dalam masakan sehari-hari pun, seringkali ada cabai yang membuat rasanya makin enak. Cabai emang jarang absen dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke selalu ada cabai dalam menu masakannya. Mie Aceh pedas nikmat, lalapan Sunda nggak lengkap tanpa sambel, Lumpia Semarang pakai cabe rawit jadi seru, Rujak Cingur Surabaya lebih mantab jika agak pedas. Bebek Betutu Bali terasa maknyus dengan citarasa sedikit pedas, Dendeng Balado juga pake cabai loh.

Beberapa waktu yang lalu harga cabai melambung tinggi. Kenaikan harga cabai membuat resah masyarakat terutama pemilik kedai makanan dan ibu rumah tangga. Tetapi tidak untuk ibuku. Karena keluarga kami emang nggak terlalu fanatik dengan cabai. Aku suka masakan pedas. Tapi aku nggak berani makan masakan pedas terlalu sering, karena perutku nggak bisa diajak kompromi. Dan hampir semua keluargaku begitu. Jadi semahal apapun cabai, kita sih fine-fine aja. Emang gue pikirin, kira-kira begitu.

Cuaca dituduh sebagai penyebab utama kenaikan harga cabai. Pasokan cabai berkurang karena gagal panen atau produktivitas cabai menurun. Nah, untuk itu pemerintah menghimbau masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah. Kalau aku mulai suka menanam cabai jauh sebelum harga cabai melambung tinggi dan jauh sebelum himbauan pemerintah itu. Di pekarangan samping rumah ada beberapa tanaman cabai. Ada yang masih berbunga, ada pula yang sudah berbuah. Nggak terlalu banyak.



Ini cabai yang masih kecil, masih menunggu 3 bulan lagi sampai berbuah.




Ini cabai merah yang lagi berbunga.


Ini yang udah nongol cabai rawitnya. Masih dikit sih. :D

Yuk, menanam cabai sesuai anjuran pemerintah. Nggak butuh lahan yang luas. Ditanam dalam pot juga tetap tumbuh. Nggak terlalu ribet ngerawatnya.

5 comments:

  1. thx y sob sdah berknjung dan brkoment..
    ane ud nge follow sob..
    follow blik y..
    hehe

    ReplyDelete
  2. Thanks, mBak Dani.

    Tulisan Anda ini akan saya link nanti di blog saya, saat menulis isi ringkasan buku mengenai cara-cara berkebun cabe dengan pot di rumah. Sukses selalu.
    Salam locavore !

    ReplyDelete
  3. Terimakasih, saya tetap semangat berkebun. ^_^

    ReplyDelete
  4. aku pingin nanam cabe,, dan terdampar di blog biru nan sejuk,, trims infonya ya sis,,, salam..

    ReplyDelete

Teman-teman boleh meninggalkan apapun disini. Sekedar say "hello", komentar, jejak dan lainnya. Terimakasih. (Tapi jangan anonim ya, ntar bingung mao berkunjung kemana)